Tag Archive: Syekh Siti Jenar


Munculnya aliran sesat di Indonesia berlatarbelakang Kejawen yang melecehkan ajaran-ajaran Islam bukan kali ini saja terjadi. Pada masa lalu, pelecehan terhadap Islam oleh para penganut Kejawen dan aktivis kebangsaan juga kerap dilakukan. Mereka menyebut Islam sebagai agama yang diimpor dari Arab dan tidak cocok bagi masyarakat Jawa. Karena itu, mereka melakukan pelecehan terhadap syariat haji, shalat lima waktu, melecehkan al-Qur’an, dan lain-lain.

Sebut misalnya pelecehan yang dilakukan oleh dr Soetomo, pendiri organisasi Boedi Oetomo. Dalam sebuah pernyataannya di koran Soeara Oemoem, Soetomo pernah mengatakan, “Uang yang digunakan untuk naik haji ke Mekkah sebenarnya lebih baik digunakan untuk usaha-usaha di bidang ekonomi dan kepentingan nasional.” Bagi Soetomo, uang yang dipakai untuk berhaji, tak lain adalah menimbun uang untuk kepentingan asing. Soeara Oemoem juga pernah memuat sebuah artikel yang ditulis oleh orang yang menggunakan nama samaran “Homo Sum”. Tulisan itu mengatakan bahwa ke Boven Digul lebih baik dari pada ke Makkah. Siapa “Homo Sum” itu? Sebagian orang ada yang mengatakan bahwa itu adalah Soetomo. Soeara Oemoem adalah surat kabar yang dipimpin oleh Soetomo, yang banyak menyajikan berita dan artikel tentang kebatinan.

pelecehan Islam yang mereka lakukan adalah mengulang cerita lama pelecehan-pelecehan yang pernah dilakukan para penganut Kejawen. Mereka seolah menyimpan ‘dendam turunan’, karena kepercayaan Kejawen terkikis oleh ajaran Islam.

Kebanyakan aktivis Kejawen saat itu adalah orang-orang yang berada di bawah pengaruh Theosofi dan Freemasonry. Sebab, pelecehan yang dilakukan mereka terhadap Islam, sama persis dengan pelecehan yang dilakukan oleh para anggota Freemasonry dan Theosofi pada masa itu. Theosofi misalnya, pernah mengatakan, tidak usah beribadah haji ke Mekkah, cukup dengan mengunjungi candi Borobudur saja. Saat itu, kelompok Theosofi di Indonesia menyebut Candi Borobudur sebagai “Baitullah di Tanah Java”.

Pelecehan serupa pernah dilakukan oleh Jong Vrijmeteselarij alias Pemuda Freemasonry di Batavia. Dalam sebuah pertemuan di Loge Broderketen Batavia, seorang propaganda Freemasonry yang menyebut Islam sebagai agama impor dan menghina tempat suci umat Islam, Baitullah, yang menurut mereka tak lebih baik dari Candi Borobudur dan Mendut.” Indonesia mempunyai kultur sendiri dan kultur Arab tidak lebih tinggi dari Indonesia. Mana mereka mempunyai Borobudur dan Mendut? Lebih baik mengkaji dan memperdalam Budi Pekerti daripada mengkaji agama impor. Kembangkan nasionalisme dalam semua bidang!” tegasnya.

Pada 21 April 1904, sebuah Koran Melayu-Jawa bernama “Darmo-Kondo” yang terbit di Surakarta memuat karangan tanpa nama penulis berjudul “Hal Budi Manusia”. Dalam tulisan itu dibahas tentang pengertian Budi. “Di antara keagungan yang ada di dunia, tidak ada yang lebih agung daripada “Budi”…orang berbudi yang tertidur lebih mulia daripada si dungu yang shalat.”

Dalam Koran Djawi Hisworo yang terbit di Solo pada 1918, penganut Kejawen Marthodharsono dan Djojodikromo membuat tulisan yang menghina Nabi Muhammad SAW dengan menyebutnya sebagai pemabuk dan penghisap candu. Penghinaan juga dilakukan aktifis Kejawen yang juga anggota Theosofi, Soewarni Pringgodigdo, yang mengatakan bahwa poligami adalah hal yang nista dan merendahkan perempuan. Soewarni mengatakan, Indonesia tidak akan mendapatkan kemerdekaan yang sempurna selama rakyatnya menyukai poligami. Poligami, katanya, hanya menjerumuskan orang ke jurang kehinaan dan ketidakmerdekaan. Karena itu jika bangsa Indonesia ingin maju dan modern, poligami harus dihapuskan.

Penghinaan terhadap ajaran Islam juga pernah dilakukan oleh aktifis Theosofi-Kejawen Siti Soemandari dalam Majalah Bangoen pada tahun 1937. Dalam beberapa artikel di majalah tersebut, Siti Soemandari sebagai pemimpin redaksi banyak memuat artikel yang melecehkan Islam, terutama tentang pernikahan dan menghina istri-istri Rasulullah. Akibat pelecehan yang dilakukan Majalah Bangoen umat Islam mengadakan rapat akbar di Batavia untuk memprotes artikel tersebut. Apalagi diketahui, Majalah Bangoen dibiayai oleh Freemasonry.

Pelecehan Islam oleh Aliran Sesat Masa Kini

Kasus terbaru tentang aliran sesat Perguruan Santriloka dan Padange Ati (PA), sejatinya adalah mengulang cerita lama pelecehan-pelecehan yang pernah dilakukan para penganut Kejawen. Mereka seolah menyimpan ‘dendam turunan’, karena kepercayaan Kejawen terkikis oleh ajaran Islam.

Mengapa para penganut Kejawen begitu membenci ajaran Islam? Setidaknya kita bisa merunut kisah dari sejarah runtuhnya Kerajaan Mojopahit yang bercorak Hindu-Budha dan berdirinya Kerajaan Demak yang bercorak Islam. Para raja Demak yang menganut Islam kemudian menyebarkan ajaran Islam ke rakyatnya, dan berusaha membersihkan kepercayaan peninggalan Hindu-Budha dalam masyarakat Jawa.

Mereka beranggapan, al-Qur’an yang beredar saat ini salah karena dimodifikasi oleh orang-orang untuk merusak Mojopahit, Jawa, dan Pancasila…

Kisah paling terkenal dalam masyarakat Jawa adalah tentang Syekh Siti Jenar alias Syekh Lemah Abang (1426-1517), penganut kebatinan yang menyebarkan ajaran wihdatul wujud (manunggaling kawula gusti), yaitu bersatunya hamba dengan Tuhan. Ajaran Syekh Siti Jenar kemudian dianggap meresahkan oleh Wali Songo, para mubaligh Islam pada masa Kerajaan Islam Demak, karena bisa membawa kepada kesesatan. Syekh Siti Jenar kemudian dipanggil para wali dan petinggi kerajaan. Karena tetap mempertahankan keyakinannya, Syekh Siti Jenar akhirnya dihukum gantung di hadapan Sultan Fatah.

Meski sudah mati, ajaran Syekh Siti Jenar masih berkembang di Jawa. Mereka yang menganut paham wihdatul wujud atau al-hulul masih menjadikan Siti Jenar sebagai panutan, terutama oleh berbagai aliran kebatinan. Mereka yang meyakini Syekh Siti Jenar sebagai waliyullah, seperti menyimpan dendam turunan pada ajaran Islam. Sampai akhirnya muncul berbagai pernyataan yang mengatakan bahwa Islam adalah agama impor yang menjajah tanah Jawa. Pernyataan ini pernah dilontarkan oleh para aktivis Theosofi dan Freemasonry pada masa-masa suburnya gerakan tersebut di negeri ini.

Sebagai bukti bahwa penganut Kejawen seperti “menyimpan dendam turunan” pada ajaran Islam adalah kasus terbaru munculnya Perguruan Ilmu Kalam Santriloka, di Mojokerto, Jawa Timur, pada Oktober 2009. Santriloka menyatakan bahwa Islam adalah agama impor yang bertujuan menjajah tanah Jawa. Mereka juga beranggapan, al-Qur’an yang beredar saat ini salah, karena sesungguhnya al-Qur’an itu bukan dalam bahasa Arab, melainkan bahasa Kawi, bahasa Sanskerta, dan bahasa Jawa Kuno. Al-Qur’an yang beredar saat ini disebut sebagai buatan orang Arab untuk menjajah bangsa Indonesia. Karena mereka yakin bahwa al-Qur’an sesungguhnya dalam bahasa Jawa Kuno, maka bagi mereka al-Qur’an sebenarnya diturunkan di tanah Jawa kepada para wali dan Dewa. Naf’an menegaskan, ”Al-Qur’an yang ada ini, dimodifikasi oleh orang-orang untuk merusak Mojopahit, Jawa, dan Pancasila. Siapa yang bertanggungjawab kalau al-Qur’an ini salah. Apa Nabi mau tanggungjawab.

Santriloka juga mengaku menjalankan kepercayaan wihdatul wujud dan meyakini Syekh Siti Jenar sebagai waliyullah yang bisa menjadi sarana tawassul. “Syekh Siti Jenar merupakan salah satu wali yang kami tawassul saat wiridan, ” ujar Ahmad Naf’an pimpinan perguruan sesat ini. Bagi para penganut kebatinan Syekh Siti Jenar adalah waliyullah yang dizalimi oleh para penganut Islam pada masa Kerajaan Demak

Doktrin Pluralisme
Seperti juga doktrin Theosofi yang kental dengan aroma pluralisme, Santriloka dan juga catatan-catatan dalam kitab para penganut Kejawen juga sangat kental dengan paham yang sama. Santriloka misalnya, menggunakan motto “Iman Sedarah” yang maksudnya agama apa saja pada intinya sama dalam keimanan. Mereka juga menolak surat al-Kafirun dalam Al-Qur’an yang dianggap bisa memecah-belah umat manusia. “Surat Al-Kafirun, itu sesat. Bukan kalam Allah tapi suara orang Arab. Bagaimana, kok bisa Tuhan Allah mengecam dan menyuruh orang agar memusuhi orang yang dianggap kafir, ” tegas Naf’an.

Doktrin pluralisme juga bisa dilihat dalam Darmogandul. Kitab  penganut Kejawen ini banyak berisi pelecehan terhadap ajaran Islam. Ajaran-ajaran Kejawen yang mirip dengan doktrin-doktrin yang ada pada ajaran Kristen…

Ketika para penganut Kejawen mengatakan bahwa tak perlu beribadah haji ke Mekkah, cukup dengan mengunjungi Borobudur dan Islam adalah agama impor yang menjajah tanah Jawa, maka jelaslah “sikap dendam” mereka terhadap ajaran Islam yang dianggap bertanggungjawab dalam runtuhnya peradaban Jawa Kuno yang bercorak Hindu-Budha.

Doktrin pluralisme juga bisa dilihat dari Kitab Darmogandul, kitab para penganut Kejawen yang banyak berisi pelecehan terhadap ajaran Islam. Dalam kitab tersebut, banyak ajaran-ajaran Kejawen yang mirip dengan doktrin-doktrin yang ada pada ajaran Kristen. Isi Kitab Darmogandul dalam beberapa hal justru menunjukkan bahwa penulisnya yang no name (tanpa nama) terlihat lebih menguasai ajaran-ajaran Kristen. Dalam kitab ini penulisnya berusaha untuk menggambarkan bahwa agama Kristen lebih unggul dibanding agama-agama lain. Kristen dalam Darmogandul digambarkan dengan imej positif, sementara Islam digambarkan dengan sangat negatif, bahkan melecehkan. (Lihat: Susiyanto: Jejak Syariah Phobia dalam Pemikiran Jawa, (Makalah), 2009).

Dalam Kitab Darmogandul disebut istilah wit kawruh yang berarti “Pohon Pengetahuan”, sebuah idiom yang terdapat dalam ajaran Kristen seperti tercatat dalam Kitab Perjanjian Lama dalam Kejadian 2:16-17: “Lalu TUHAN Allah memberi perintah ini kepada manusia: “Semua pohon dalam taman ini boleh kau makan buahnya dengan bebas, tetapi pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat itu, janganlah kau makan buahnya, sebab pada hari engkau memakannya, pastilah engkau mati.”. Dalam istilah yang hampir sama, ajaran Kabbalah menggunakan istilah “Pohon Kehidupan” (Tree of Life).

Berikut kutipannya:

“… Kang diarani agama Srani iku tegese sranane ngabekti, temen-temen ngabekti mrang Pangeran, ora naganggo nembah brahala, mung nembah marang Allah, mula sebutane Gusti Kanjeng Nabi Isa iku Putrane Allah, awit Allah kang mujudake, mangkana kang kasebut ing kitab Ambiya.”

(Yang dinamakan agama Nasrani artinya sarana berbakti benar-benar berbakti kepada Tuhan, tanpa menyembah berhala, hanya menyembah Allah, Maka gelar Gusti Kanjeng Nabi Isa adalah Putra Allah, karena Allah yang mewujudkannya, demikian yang termaktub dalam kitab Ambiya).

Kisah dalam Kitab Darmogandul juga merujuk pada Perjanjian Lama yang dijadikan dasar rujukan oleh Kristen dan Yahudi. Misalnya kisah mengenai putra Nabi Daud yang disebut akan melakukan kudeta terhadap kepemimpinan ayahnya. Kudeta tersebut gagal, dan sang anak mati tersangkut di pohon.

Berikut kutipannya:
“…carita tanah Mesir, panjenengane Kanjeng Nabi Dawud, putrane anggege keprabone rama, Nabi dawud nganti kengser saka nagara, putrane banjur sumilih jumeneng nata, ora lawas Nabi Dawud saged wangsul ngrebut negarane. Putrane nunggang jaran mlayu menyang alas, jaranae ambandang kecantol-cantol kayu, putrane Nabi Dawud sirahe kecantol kayu, ngati potol gumantung ana ing kayu, iya iku kang di arani kukuming Allah.”

(cerita dari Mesir, Beliau Nabi Dawud, putranya bernafsu menggantikan kekuasaan sang ayah. Nabi Dawud sampai terdesak meloloskan diri keluar dari Negara, Anaknya tersebut kemudian menggantikan sebagai raja, tidak seberapa lama Nabi dawud kembali berhasil merebut negaranya. Anaknya melarikan diri dengan mengendarai kuda menuju ke hutan. Kuda tersebut berlari tanpa tentu arah tersangkut-sangkut kayu. Putra Nabi dawud kepalanya menyangkut di kayu sampai terpotong menggantung dikayu. Itulah yang dinamakan hukum Allah).

Dalam perjanjian Lama, Kitab Samuel 2 pasal 15-18 diceritakan, Absalom putra Raja Daud berusaha mengadakan makar dengan menghimpun kekuatan rakyat untuk memberontak terhadap ayahnya. Dalam pemberontakan itu, Absalom kalah dan tewas mengenaskan dengan kepala tersangkut di atas pohon saat melarikan diri dengan menggunakan bagal, binatang keturunan kuda dan keledai. (Susiyanto, Ibid, hal.6)

Contoh doktrin-doktrin pluralisme juga bisa dilihat dari ajaran-ajaran yang menjadi kepercayaan organisasi-organisasi Kejawen seperti Paguyuban Ngesti Tunggal (Pangestu), Agama Sapta Dharma, Paguyuban Sumarah, Paguyuban Ilmu Sejati, Susila Budi Dharma, Agama Jawa-Sunda, dan lain-lain. Organisasi-organisasi ini meyakini bahwa semua agama adalah sama.

Politik Kolonialis
Mengenai asal usul Kejawen, sejarawan Niels Mulder mengatakan, ”Kejawen sejauh yang kita ketahui saat ini jelas-jelas merupakan sebuah produk dari pertemuan antara Islam dengan peradaban Jawa Kuno, produk dari penjinakan, penundukkan kerajaan-kerajaan Jawa oleh kongsi dagang Hindia Timur (VOC), hasil dari pertemuan kolonial antara orang Jawa dan Belanda.” (Niels Mulder, Mistisisme Jawa: Ideologi di Indonesia, Yogyakarta: LKiS, 2009).

Karena persentuhannya dengan kolonialisme dan aliran-aliran lain seperti Theosofi yang berupaya merusak Islam, maka wajar jika ajaran kebatinan juga banyak melecehkan ajaran Islam…

Niels menggambarkan bahwa Kejawen adalah “produk penjinakan dan penundukkan” kerajaan-kerajaan Jawa oleh VOC. Dan seperti dijelaskan dalam bab sebelumnya, bahwa banyak dari pegawai VOC, dari juru tulis sampai jabatan tertinggi, adalah para keturunan Yahudi yang di kemudian hari membangun jaringan Freemasonry dan Theosofi di Indonesia. Niels menegaskan, orang Jawa dan Eropa bertemu dalam masyarakat Theosofis, dalam kawruh beja (Ilmu Kebahagiaan).

Soal pengaruh kolonialis dalam Kejawen juga dinyatakan oleh Buya Hamka. Dalam tulisannya tentang perkembangan kebatinan di Indonesia, Hamka menyatakan bahwa ada upaya-upaya dari kelompok orientalis Belanda yang menyusup ke dalam ajaran kebatinan atau Kejawen, dengan berkedok meneliti ajaran kepercayaan Jawa tersebut, kemudian menyebarkannya ke kalangan masyarakat Islam dengan tujuan perusakan akidah. Mereka menyebarkan propaganda bahwa kebatinan tak ubahnya sebagai sufisme dalam Islam.

Hamka mengatakan, “Sarjana-sarjana orientalis seperti Snouck Hurgronye, Dr Drewes, Dr Rinkes, dan lain-lain mengkaji secara ilmiah tasauf kuno dan kejawen, kemudian disebarkan kepada masyarakat. Sehingga disimpulkan oleh mereka bahwa tasawuf Islam adalah “al-hulul” atau “bersatunya kawula nan gusti”. Tujuannya, apabila tasawuf sudah dipelajari secara mendalam, maka syariat tidak perlu lagi. Orang Islam yang bertasawuf bisa mencapai persatuan dengan Tuhan.” (Hamka, Perkembangan Kebatinan di Indonesia, Jakarta: Penerbit Bulan Bintang, 1974).

Karena persentuhannya dengan kolonialisme dan aliran-aliran lain seperti Theosofi yang berupaya merusak keyakinan Islam, maka wajar jika ajaran-ajaran kebatinan juga banyak melecehkan ajaran Islam. Tentang jihad misalnya, para penganut kebatinan mengatakan, ”berjuang melawan hawa nafsu sendiri karena isyq dan cinta kepada Tuhan Semesta Sekalian Alam lebih tinggi nilainya daripada mati syahid di medan perang karena mempertahankan agama dari serbuan musuh.”

Antara misi Kristen dengan penjajahan Belanda memang satu paket. Dan untuk melakukan pelemahan terhadap Islam yang saat itu begitu gigih melakukan perlawanan terhadap kolonialisme, menghasut dengan membuat cerita-cerita negatif dan melecehkan adalah salah satu cara yang mereka gunakan. Tak tertutup kemungkinan, mereka melakukan politik pecah belah, memukul dengan menggunakan tangan kelompok kebatinan, yang memang sudah dari dulu menyimpan ‘dendam’ dengan umat Islam akibat jatuhnya Mojopahit ke tangan kerajaan Demak. [Artawijaya/voa-islam.com

Apakah benar Ahmad Dhani keturunan Yahudi?? Mengapa dalam album – album grup musik Dewa 19 banyak simbol aneh?? Apa yang sebenarnya terkandung dalam lirik2 lagu Dewa 19?? Sebenarnya saya (penulis) tidak terlalu ambil pusing dengan pertanyaan2 diatas, tetapi setelah mencermati buku berjudul “Fakta & Data Yahudi di Indonesia” karangan Ridwan Saidi & Rizki Ridyasmara (Februari 2006) dan buku “Talmud, Kitab Hitam Yahudi Yang menggemparkan“ karangan M.A Syarkawi (cetakan edisi Indonesia, 2005). Saya merasa mempunyai beban moral untuk menyebarluaskan informasi ini kepada publik. Dengan tulisan ini , saya berharap lebih banyak pihak yang lebih memperhatikan.

Sebelum membahas tentang group musik Dewa, saya akan memberikan kutipan yang saya ambil dari buku (Talmud,……) diatas:

PERTAMA
Bangsa Lain Selain Yahudi adalah Bagaikan Binatang Dalam Kitab Talmud Yerusalem halaman 94 disebutkan: “Air mani yang darinya tercipta bangsa-bangsa lain yang berada diluar agama yahudi adalah air mani kuda” Dalam Midrash Talpioth (Vol 225d) dijelaskan bahwa kaum non Yahudi adalah hanya berbeda bentuk dengan binatang.

Kitab Zohar (I,131a) …sejak adanya mereka, maka dari itu, semua manusia non Yahudi mengotori alam, karena roh mereka lahir dari bagian yang najis. Sanhendrin (74b) Tosepoth berbunyi: Hubungan seksual orang Goim (orang non Yahudi) adalah seperti hubungan seksual binatang.

Talmud, Kitab 6 Bab 8 butir ke 9: Sesungguhnya Talmud mewajibkan atas setiap orang yahudi untuk melaknat orang Kristen tiga kali dalam sehari, dan berdoa agar membasmi dan menghancurkan raja-raja serta para pemimpin mereka. Juga diwajibkan kepada orang Yahudi untuk merampas harta mereka dengan cara apapun.

Strategi penyebarluasan simbol Yahudi di masyarakat kita ternyata sudah dalam tahap yang memprihatinkan. Simbol Yahudi tanpa sadar telah di gunakan pada aksesories, kaos, cover kaset dll.

Kita sudah mengetahui bahwa sebuah simbol / gambar bisa berarti lebih dari seribu kata kata. Ternyata, salah satu grup musik papan atas di Indonesia yaitu DEWA telah secara konsisten menyebarkan simbol Yahudi dari mulai album pertama mereka DEWA 19 (1992), TERBAIK–TERBAIK (1995), THE BEST OF DEWA 19 (1999), BINTANG LIMA (2000), CINTAILAH CINTA (2002), ATAS NAMA CINTA I & II ( 2004), dan LASKAR CINTA (2004)

Simbol Yahudi dengan cerdik diletakkan dengan berbagai cara dan hanya bisa dilihat dengan cara cara tertentu. Ada yang dibuat terbalik, disamarkan, diputar dan hanya bisa dibaca didepan cermin.

KEDUA
Bangsa Yahudi mempunyai rencana besar untuk menguasai seluruh umat manusia dimuka bumi, kemudian membuat mereka bertindak secara sadar atau tidak sadar menjadi pelayan Yahudi yang derajatnya dianggap sama dengan binatang.

KETIGA
Banyak strategi yang dilancarkan oleh kaum Yahudi yang berkedok Kemanusiaan, Dialog Lintas Agama, Hak Asasi Manusia, Bea Siswa, Penyebar luasan simbol Yahudi dll, yang semuanya merupakan tak-tik belaka untuk meraih tujuan akhir mereka.

Apakah benar Ahmad Dhani keturunan Yahudi??,
Sebelum membahas lebih jauh tentang simbol, kita perlu ketahui siapa sebenarnya Ahmad Dhani Manaf, sang komandan grup musik ini. Dalam Album Laskar Cinta, Dhani menulis sebagai berikut : DHANI THANKS TO : JAN PIETER FREDERICH KOHLER ( THANKS FOR THE GEN ) …, Siapakah JAN PIETER FREDERICH KOHLER??

Merunut silsilah keluarga, pemilik nama tersebut ternyata ayah dari ibu kandung Ahmad Dhani, alias kakeknya. Ibunya sendiri bernama Joyce Theresia Pamela Kohler. Jan Pieter Frederich Kohler adalah orang Yahudi Jerman. Secara jujur Dhani berterima kasih atas gen Yahudi yang ia terima dari sang kakek. (THANKS FOR THE GEN). Bisa jadi karena kebanggaannya mewarisi gen dari opa-nya.

Apabila ditelusuri lebih mendalam ternyata SEMUA Album Dewa mengandung simbol-simbol Yahudi. Siapakah sebenarnya Dewa dan Ahmad Dhani?

1. Album DEWA 19 (1992)
Di cover depannya ada gambar piramid yang atasnya disamarkan, tapi jika diperbesar akan tampak ada sesuatu di puncaknya. Ini mirip dengan lambang gerakan rahasia Zionisme (Iluminati). Bandingkan dengan gambar piramid Yahudi yang terdapat dalam lembaran One Dollar AS.

The pyramid represents the strength and stability of the Government. The date of the nation’s birth, “1776,” is inscribed in Roman numerals at the pyramid’s base.
The eye, called the eye of providence, depicts the watchful eye of God. The light all around the eye shows His Glory.

Watchful Eye of God

Two Latin mottos appear on the back of the seal. The upper motto, Annuit coeptis, means He (God) has favored our undertakings. The lower motto, Novus ordo seclorum, means the new order of the ages, referring to the founding of America’s unique system of self-government.

Pada cover album pertama DEWA 19, terdapat gambar Piramida Tak Sempurna (Unfinished Pyramid). Piramida tersebut terpancung dibagian ujungnya. Lambang tersebut sudah dikenal luas sebagai salah satu lambang Yahudi ,lambang gerakan Masonis – salah satu organisasi Yahudi, dan juga lambang tsb pada uang 1 dollar Amerika. Dan untuk
diingat, dalam mitologi Judaisme angka “19” dikenal sebagai “Dark Star” (Bintang Kegelapan).
Jika dicermati dengan seksama, cobalah untuk memperbesar gambar puncak pyramid yang ditutupi kabut (misalnya dengan program Windows Picture & Fax Viewer, puncak piramid itu di zoom-in (+) beberapa kali), maka terlihat dipuncak piramid itu-walau agak samar, ada sesuatu yang tidak lancip, malah berwarna gelap yang cenderung berbentuk bulat yang bisa jadi merupakan bola, lingkaran, atau juga bisa sebuah mata

2. Album TERBAIK-TERBAIK (1995)
Terpampang simbol Dewa RA (Dewa Matahari Dalam Mitologi Mesir Kuno). Dewa Ra diklaim Yahudi sebagai salah satu dewa mereka. Di Sinagog lambang ini lazim dipajang. Selain itu, dalam album yang sama ada pula gambar satu halaman Protocol of Zions dalam bahasa Ibrani

Ridwan Saidi (pakar Zionisme) yang menguasai bahasa Ibrani menegaskan, “Ini jelas diambil dari satu gambar Protocol of Zions, karena diatas lembaran itu ada judul dan logo. Ini tidak ada dalam Taurat ataupun Talmud”.

Lalu ada simbol lingkaran dengan titik di tengahnya, dimana personil Dewa berdiri dibawahnya. Simbol ini lazim dikenal sebagai simbol Mata Setan yang menguasai dunia (evil eye), sebuah simbol Yahudi. Di bagian lain dalam album yang sama, simbol mata setan juga dimuat.

Dalam album “TERBAIK TERBAIK”, Pertama, secara jelas dimuat simbol Dewa Ra (Dewa matahari dalam mitologi Mesir Kuno). Dalam agama Yahudi (Judaisme) Dewa Ra diklaim sebagi salah satu Tuhan mereka. Pada Sinagog (rumah ibadah Yahudi) lambang ini lazim di pajang.
Kedua, terdapat pula lembaran satu Protocol Of Zions (Ayat-ayat Iblis) dalam bahasa Ibrani. Untuk menyamarkan, Protocol of Zions dalam cover album ini diletakkan secara terbalik horizontal. Yang sisi kiri dipindah kekanan dan sebaliknya. Untuk membacanya hadapkan dulu ke depan cermin
Ketiga, terdapat foto empat personil Dewa tengah berdiri dibawah gambar lingkaran dengan satu titik di tengahnya (Circle with a dot), gambar ini dikenal sebagai symboll occultism/organ perempuan yang merupakan gerakan pemuja setan dan dianggap juga sebagai penjelmaan simbol mata setan(The Evil Eye),. Berikut ini cuplikan dari
Bulletin Masonis (organisasi Yahudi): Since the Satanist worships the Sex Act, he must have a symbol of the female organ, to go along with male organ- the Obelisk. And , indeed, Satanist do have a symbol of the female organ – the Circle. And, when a point is added to the middle of the circle, you have the complete sex act, the male being the point and the female being the circle (Point With A Circle” Masonic Short Talk Bulletin, August, 1931, Vol.9,No.8, Reprinted July,1990, p.4)

Bagi anda pengguna Macromedia Fontographer 4.11/9/99. Anda bisa lihat Occult Symbol yang berpola huruf Ibrani, terdapat circle with a dot

dipermukaan cakram digital (CD) juga berisi symbol okultisme Dewa Horus (juga ada tanda panahnya)

Compact Disc Album Terbaik TerbaikCompact Disc Album Terbaik Terbaik 

3. Album The Best of Dewa 19 (1999)
Di pinggiran disc-nya terdapat simbol panah dan garis lurus yang saling memotong seperti salib. Lambang garis tersebut sebenarnya sinar yang saling memotong. Ini salah satu simbol dari gerakan Freemansonry Lambang sinar yang saling memotong ini secara “kreatif” juga terdapat dalam cover kaset bagian dalam dan depan secara keseluruhan.

Dalam cover Album THE BEST OF DEWA 19 (1999), Pertama, Secara kasat mata ada dua lambang yang dimuat: adalah tulisan tangan italic yang ditumpuk jadi satu sehingga membentuk garis lurus. Satu garis horizontal, satunya lagi vertical, dan saling bersilangan seperti salib miring.

Cover berbentuk horizontal ini baru memiliki arti jika diberdirikan atau diputar 90 derajat kearah kiri (lihat tanda panah biru di sudut\kanan bawah cover tsb, itu bukan sekedar gambar panah tapi suatu instruksi) agar ‘pesan’nya sampai. Dikepala salib terdapat gambar personil Dewa yang jika dicermati membentuk sebuah bulatan. Ini sama dengan symbol okultisme yang terdapat dalam lambang Dewa Horus.
Kedua, Juga dicover depan. Di sudut kiri bawah ada gambar kepala seorang gadis dengan rambut panjang terurai, dikepala si gadis seolah ada pusaran air. Jika diperbesar
maka akan terlihat bahwa “pusaran air” dan rambut si gadis itu sesungguhnya adalah mata dari Dewa Horus.
Ketiga, dipermukaan cakram digital (CD) juga berisi symbol okultisme Dewa Horus (juga ada tanda panahnya)
Keempat, dicover yang berisi lirik lagupun, jika di rotasi 90 derajat akan terlihat simbol yang sama. Garis putih yang ada diatasnya hanya sebagai ‘pengelabuan’
, namun intinya adalah garis saling menyilang seperti salib dengan lingkaran di bagian atasnya

4. Album Bintang Lima (2000)
Gambar sayap lazim dipakai sebagai salah satu simbol gerakan perkumpulan Theosofie Yahudi. Gambar sayap dengan hati di tengah dimuat utuh dengan latar belakang empat personil Dewa. Simbol ini lajim dipakai sebagai salah satu simbol gerakan perkumpulan Teosofie Yahudi. Ritual pengikut Teosofi biasanya mengadakan upacara pemanggilan arwah atau jin.

5. Album Cintailah Cinta (2002)
Cover depan album Dewa ini memuat secara mencolok simbol Eye of Horus. Horus adalah Dewa Burung dalam mitologi Mesir Kuno. Sama seperti Dewa Ra, Yahudi juga mengklaim Horus merupakan salah satu dewa mereka. Di cover dalam juga terdapat simbol yang sekilas mirip mata, tapi sebenarnya merupakan contekan habis salah satu simbol yang terdapat dalam buku The Secret Language of Symbol yang disarikan dari kitab Yahudi, Taurat. Simbol ini biasa disebut Femina Geni. Masih dalam album ini, juga terdapat beberapa simbol-simbol mata, yang merupakan salah satu simbol Gerakan Freemasonry.

Dibagian lain juga ada gambar mata setan.

Keempat, Dipiringan disc-nya jika dicermati bergambar kepala burung dengan simbol mata Horus. Yang merupakan salah satu simbol dari gerakan freemasonry.

Ahmad Dhani CD Cintailah CintaCD Cintailah Cinta 

6. Album Atas Nama Cinta I & II (2004)
Lambang sayap yang merupakan lambang resmi Dewa dimuat dalam album live ini dengan latar belakang hitam kelam.

7. Album Laskar Cinta (2005)
Inilah album ketujuh Dewa yang akhirnya menjadi batu sandungan dan membuka selubung semua album-album Dewa sebelumnya yang sarat dengan kampanye simbol dan lambang Yahudi. Selain lambang Allah yang dimuat tidak sebagaimana mestinya, tipologi huruf “Laskar Cinta” pun mengambil dari pola huruf Ibrani.

“Pola huruf tulisan Laskar Cinta diambil dari pola huruf Ibrani,” ujar Ridwan Saidi seraya membuka kitab Taurat berbhs Ibrani asli dari Israel.

Dibawah lagu berjudul “Satu” (album Laskar Cinta), berisi ajaran sesat yang mengatakan ada kesatuan wujud antara Sang Khaliq dengan mahluk-Nya. Dalam bahasa Syekh Siti Jenar atau Al Hallaj, paham ini disebut “Manunggal ing kawulo Gusti”. Parahnya, ini seakan dibenarkan sendiri oleh Ahmad Dhani dengan menulis di bawah lirik lagu tersebut dalam cover versi kaset, “THANKS TO: AL-HALLAZ”.

Dalam album yang sama versi CD, di bawah lirik lagu “Satu”, ditulis Ahmad Dhani, “THANKS TO: SYEKH LEMAH ABANG”, yang tak lain adalah nama lain dari Syekh Siti Jenar.

Laskar CintaLaskar Cinta 

Gambar siluet wajah Ahmad Dhani pakai peci dengan tulisan berpola Arabic bertuliskan “Ahmad”. Benarkah bertuliskan Ahmad??, mengapa huruf alif-nya ada cabang? Padahal alif itu lurus tidak bercabang. Jelas bukan suatu kekhilafan. Jika gambar itu dibalik 180 derajat , tulisan Arabic yang semula seakan berbunyi “Ahmad” menjadi huruf
Arabic yang terdiri dari konsonan semua dengan huruf: YHWH, alias “YaHWeh, alias Tuhan Tertinggi Yahudi. Believe it or Not??

Ahmad YahwehYahweh 

Apa yang sebenarnya terkandung dalam lirik2 lagu Dewa 19??
Pertama, Lirik lagu “Sweetest Place” adalah sebuah lirik penantian akan ratu adil, penantian akan datangnya sesuatu, yang bisa membuat kehidupan menjadi menyenangkan.

Dewa – Sweetest Place

THIS IS THE SWEETEST PLACE
BARING MY FEELING
I’M WELCOMING AN EYE
INTO THE DARKEST ONE
IT TELLS ME NOT TO WORRY
FOR THE TIME IS YET TO COME
FOR SOMEONE TO ARRIVE
AND HEAL THE TROUBLED ONE
SUDDENLY THE RAINFALLS
SHOWERING A DESERT STONE
WASH AWAY THESE TEARS OF YESTERDAY
I HEAR THE SOUND OF
A RAISING CHORUS
SUNG BY THE ANGELS
AND THE BROKEN HEROES
I WONT GO BACK NOW I FEEL SO RIGHT
I’VE FOUND A PLACE
WHERE DREAMS AND LIFE BECOME ONE
AND FINALLY I DON’T HAVE TO RUN
I’VE FOUND A PLACE
WHERE DREAMS AND LIFE BECOME ONE
BECOME ONE

Dan yang dinanti adalah:

MATA (I’am welcoming an eye/ Into the darkest one / It tells me not to worry…) Ratu adil itu adalah MATA. Menurut teologi Yahudi (Kabbala), The eye atau Mata merupakan mata Lucifer, Sang Pangeran Penguasa Kegelapan sekaligus Sang Penguasa alam raya.

Kedua, Dalam Album Laskar Cinta , ada sebuah lagu berjudul “SATU”. Syairnya bagaikan kerinduan yang teramat sangat seorang kekasih kepada pujaan hatinya. Benarkah?

Satu – Dewa

aku ini adalah dirimu
cinta ini adalah cintamu
aku ini adalah dirimu
jiwa ini adalah jiwamu
rindu ini adalah rindumu
darah ini adalah darahmu

reff: tak ada yang lain selain dirimu
yang selalu ku puja
ku sebut namamu di setiap hembusan nafasku
ku sebut namamu, ku sebut namamu

dengan tanganmu aku menyentuh
dengan kakimu aku berjalan
dengan matamu aku memandang
dengan telingamu aku mendengar
dengan lidahmu aku bicara
dengan hatimu aku merasa

Ternyata TIDAK. Syair lagu tersebut merupakan manifestasi dari paham sesat “Wihdatul Wujud” (bersatunya mahluk dengan pencipta). Adapun pada versi CD nya terdapat ucapan terima kasih kepada : Syekh Lemah Abang. Dibawah syair lagu tersebut pada versi kaset terdapat ucapan terima kasih kepada Al Hallaz.

Siapakan “syekh lemah abang” dan “al hallaz” tersebut.?
keduanya adalah ulama sesat penganut WIHDATUL WUJUD, lirik lagu tersebut merupakan MANIFESTASI dari paham sesat “WIHDATUL WUJUD” yaitu bersatunya makhluk dengan penciptanya.
siapapun yang pernah mempelajari sejarah walisongo pasti tahu bahwa “syekh lemah abang” adalah nama lain dari “syekh siti jenar”.


jika syekh siti jenar diperintahkan untuk dipenggal kepalanya oleh walisongo, bagaimana dengan dhani.??
dengan begitu banyak petunjuk ini, apakah kalian masih berpikir bahwa semua itu hanyalah KEBETULAN.??

Siapakah Ahmad Dhani?
Di Album tertulis: DHANI THANKS TO:…. JAN PIETER FREDERICH KOHLER (THANKS FOR THE GEN). Dhani berterima kasih kepada: Jan Pieter Frederich Kohler (Terima kasih atas darah keturunannya).

“Merunut dari silsilah keluarga, Jan Pieter Frederich Kohler adalah kakek Dhani (dari pihak Ibu) yang berkebangsaan Jerman. “Kohler” adalah nama keluarga, sejenis marga. Jadi jelaslah, Dhani punya kebanggaan akan darah darah keturunannya itu,” ujar pengamat Zionisme H. Ridwan Saidi.

Bisa jadi, sebab itulah dalam berbagai kesempatan show-termasuk ketika manggung di Trans TV yang menginjak-injak karpet dengan motif logo Allah yang kontroversial itu, Dhani Dewa mengenakan kalung Bintang David, simbol Zionis-Israel.

Bermula dari kasus kontroversial logo Allah, terkuaklah misteri dibalik (Dhani) Dewa. Dalam album-album Dewa, bertebaran gambar dan simbol-simbol Yahudi.
“Ada apa ini? Dalam album-album selanjutnya Dewa juga banyak memuat logo dan simbol-simbol Zionis. Ini harus dilacak, ada apa di belakang Dewa?” papar Ridwan Saidi. “Saya sebagai orang yang telah lama mempelajari Zionisme berani menyatakan jika ini merupakan usaha penyebaran simbol-simbol Yahudi terbesar sepanjang sejarah Indonesia!”

kita perlu ketahui siapa sebenarnya Ahmad Dhani Manaf, sang komadan grup musik ini. Dalam Album Laskar Cinta, Dhani menulis sebagai berikut : DHANI THANKS TO : JAN PIETER FREDERICH KOHLER ( THANKS FOR THE GEN ) …, Siapakah JAN PIETER FREDERICH KOHLER??

Merunut silsilah keluarga, pemilik nama tersebut ternyata ayah dari ibu kandung Ahmad Dhani, alias kakeknya. Ibunya sendiri bernama Joyce Theresia Pamela Kohler. Jan Pieter Frederich Kohler adalah orang Yahudi Jerman. Secara jujur Dhani berterima kasih atas gen Yahudi yang ia terima dari sang kakek. (THANKS FOR THE GEN). Bisa jadi karena kebanggaannya mewarisi gen dari opa-nya.
Mengapa dalam album – album grup musik Dewa 19 banyak simbol aneh??
Dhani sering tampil dipanggung dengan memakai kalung Bintang David (simbol Zionis-Israel).
Simbol Yahudi, satanis, kabbalah di penampilan Ahmad Dhani :
Perhatian lambang Freemasonry di kepala Ahmad dhani bandingkan dengan lambang Freemasonry

Ajaran Theosofie memang mengajarkan agar kita hanya fokus kepada cinta kepada sesama manusia dan tidak peduli kepada cinta kepada Tuhan. Mereka mengajarkan Pluralisme, bahwa siapa tuhanmu adalah tidak penting, yang penting adalah hatimu yang mencintai sesama manusia. Pemikiran seperti ini disebarkan agar manusia-manusia yang sudah tersesat dan menyembah tuhan-tuhan palsu tidak lagi peduli untuk meneliti apakah yang mereka sembah itu betul-betul Tuhan atau bukan.P adahal,kita harus mengenal dulu siapa Tuhan yang akan kita sembah,baru kita menyembah-Nya dengan berbagai kebajikan. Jika kita tidak teliti, bisa-bisa yang kita sembah bukannya Tuhan, malah Iblis. Dan yang pertama kali harus kita cintai adalah Tuhan,baru kemudian manusia.

Pemusik yang juga anggota Free Mason bukan hanya Dhani, dan anggota Free Mason bukan hanya pemusik. Di segala bidang, anggota Free Mason telah berada di segala bidang untuk menyesatkan manusia dari berbagai jalan. Melalui musik,lirik lagu,pendidikan di sekolah-sekolah,ideologi,politik,gaya hidup,televisi, hiburan,dan bidang lainnya.


Ingatlah ini,kemunculan Dajjal telah semakin dekat! Siapkah Anda menjadi laskar Tuhan yang esa untuk menghadapi Dajjal dan laskarnya? Dajjal si penipu menyebut laskarnya sebagai Laskar Cinta.

Renungkanlah dan fikirkanlah sebelum terlajak jauh. Seluruh negara, bangsa dan agama di dunia ini mengakui alam nusantara , terlalu kuat pegangan Islamnya. Dikatakan sehingga kini bangsa paling berpengaruh yaitu bangsa yahudi terlalu sukar untuk menembusi akal pemikiran bangsa melayu di alam nusantara untuk mengikut agama mereka. Ini juga merupakan salah satu cara gerakan yahudi untuk menghancurkan Islam di sebelah Timur. Jangan kita menjadi bangsa Arab, telah lemah segala-galanya dengan tekanan Zionisme. Perlu diingat, selepas rantau timur Tengah telah dapat mereka kuasai, Zionis akan datang ke Timur atas sebab-sebab yang telah mereka rancangkan ratusan tahun dahulu. Tujuannya : “New World Order” (NOVUS ORDO SECLORUM).