Tag Archive: Khazars


Orang-orang ini mendapat gelar “Black“ nobility karena ketidakpedulian mereka terhadap moral dan kepantasan perbuatannya. Mereka melakukan pembunuhan, pemerkosaan, penculikan, perampokan, dan semua kejahatan penipuan lain yang cakupannya lebih luas lagi, menghalalkan segala cara dalam mencapai tujuan-tujuannya. Mereka mempunyai segala kekayaan. Dan uang adalah kekuasaan.

Keluarga-keluarga yang paling kuat ada di Itali, Jerman, Swiss, Inggris, Belanda, dan Yunani. Akar mereka dapat dilihat dari penelusuran kembali pada oligarki Venesia, yang mana merupakan keturunan Khazars, dan menikah dengan sesama mereka kemudian menjadi keluarga kerajaan pada awal abad ke12.

(Setelah kemenangan besar Khazars terhadap Arab, Raja masa depan, Constantine V, menikahi anak perempuan raja Khazars dan anak mereka menjadi Emperor Leo IV, juga dikenal sebagai “Leo the Khazars”. Para Paus, seperti Medici, dan Pius XII (Eugenio Pacelli) adalah orang Khazars, seperti Paus yang sekarang, John Paul II. Tidak semua Black Nobility mempunyai royal houses, banyak keluarga royal sekarang tidak mempunyai kerajaan. Menurut peneliti dan penulis Dr. John Coleman, mereka membentuk “Committee of 300” pada awal abad ke 18, “meskipun tidak muncul sampai kira-kira tahun 1897”, (ketika perdagangan opium China dilegalkan)

Bukti dokumenter keberadaan Committee of 300 belum ada, dan hanya frase yang nyaman untuk menggambarkan pemain utama di dalamnya. Politisi sosialis dan penasihat keuangan the Rothschilds, Walter Rathenau, tulisannya dalam Wiener Press (24 Desember 1921) menyatakan,

“Hanya 300 orang, setiap orang mengetahui siapa saja yang harus memerintah dan menentukan nasib Eropa. Mereka memilih hanya orang-orang seperkumpulannya saja sebagai perwakilan dalam pemerintahan. Orang-orang ini mempunyai sarana untuk menghancurkan suatu bentuk negara yang mana tidak berpihak pada mereka”

Tepatnya setelah 6 bulan dipublikasikan, Rathenau dibunuh.

Tulisan Dr. Coleman membuka jalan untuk mempelajari lebih lanjut pada nama-nama anggota ruling elite yang telah disebutkannya, khususnya di Amerika. Di mana bangsa Inggris punya sejarah panjang dan sangat awas dalam hal keturunan, keluarga-keluarga berdarah biru tertentu di Amerika Serikat yang mempunyai keterkaitan sejarah dengan Inggris melalui darah dan uang.

Keluarga-keluarga “kerajaan” ini yang berada dibelakang gerakan-gerakan peduli lingkungan yang sebenarnya bertujuan untuk menghentikan pertumbuhan penduduk dunia. Pangeran Philip dan Pangeran Charles adalah simbol yang paling dapat dilihat dalam gerakan ini, dan merupakan bagaian yang nyata dari konspirasi ini untuk menghancurkan industri dan mengembalikan dunia ke jaman kegelapan baru.

Kebanyakan mereka, meskipun tidak semua, baik yang bertahta ataupun tidak dari dinasti ini menikmati pendapatan yang besar dari sewa tanah. Semua usaha Global 2000 Report kepada President yaitu untuk menghancurkan kemajuan industri, dengan kelaparan, penyakit dan perang, mengurangi kepadatan penduduk yang mana industri mendukungnya. Mereka semua menentang tenaga nuklir yang dapat menghasilkan energi listrik murah , kunci kemajuan ekonomi dan kesejahteraan di Dunia Ketiga. Mereka sangat berkeinginan untuk mengembalikan kepada sistem feodal di mana mereka sebagai kepala pemerintahannya.

Meskipun memeluk agama Kristen, keluarga-keluarga oligarki the black nobility ini, untuk bagian yang lebih besar dari agama ini, sebenarnya tidak mengakuinya secara rahasia. Masonry memenuhi kebutuhan mereka sebagai agama. Dan tanpa keimanan, mereka tidak mempercayai akan adanya akhirat dan adanya punishment and reward. Mereka hanya hidup untuk masa sekarang (dunia)

Banyak dari oligarki ini yang melakukan perdagangan senjata dan obat-obatan terlarang melalui perantara yang jauh (seperti banyaknya bank-bank besar).

Pada 1815 Jesuit dan Freemasonry saling bersekutu dengan para pemegang tahta Eropa lalu mengadakan Kongres Vienna, di mana netralitas Swiss (sudah diberikan sanksinya sebagai negara netral oleh the Peace of Westphalia pada tahun 1648) selamanya dijamin; dan biarpun banyaknya perang yang dilaksanakan di mana manusia harus berperang, uang para Nobility di Swiss selalu bebas dari penjarahan. Ini adalah bagian dari rancana jangka panjang yang hati-hati Rothschild, dan kenapa Swiss masih ada sampai saat ini. Tetapi ini tidak berarti uang anda akan aman. Sekitar 280 miliyar dollar per tahun in flight capital dan uang obat-obatan terlarang mengalir kedalam rekening Black Nobility.

Kedudukan Freemasonry dalam struktur kekuasaan para elit sangat jelas sebagaimana mereka menjalankannya melalui konspirasi Adam Weishaupt untuk membalas setelah para Jesuit dihancurkan pada tahun 1773 oleh Paus Clement XIV “mereka dianggap sebagai immoral dan jahat kepada gereja dan agama”. Dengan meluncurkan Revolusi Perancis dan mengatur petualangan Katholik Eropa Napoleon, dan pemberontakan atas gereja di Meksiko dan Amerika Latin, mereka memutus pendapatan Vatikan.

Pembiayaan Nathan Rothschild pada Inggris raya menghasilkan kekalahan Napoleon sebagai musuh Roma, (sebagaimana juga menjadi sumber kekayaan dan pengaruhnya). Semenjak Gregory XVI memberikan jabatan kepausan pada Kalman Rothschild karena telah meminjamkan Vatikan 5 juta pounds pada masa sura, Rothschilds telah menjadi agen fiskal Vatikan. Dengan penguasaan Vatikan ini, Rothschilds memperluas kekuasaan finansial dan politiknya di Amerika Serikat. Kepentingan-kepentingan Vatikan di AS secara jelas terkuak dalam Treaty of Verona yang rahasia tahun 1822 antara Austria, Perancis, Prussia, dan Russia dimana the Jesuit Order pledged itself as the price of reinstatement to destroy “the works of Satan” it had established in setting-up, by revolution, representative governments such as the republics and “democracies” of France and the USA, replacing them with the only form of government approved by the church, rule by “divine right”, as declared by the Vatican (Daniel 2:42-43; Revelation 17:12-13).

Sebagaimana yang dinyatakan Robert Owen kepada Senat AS pada tahun 1916, target utama yang mana Vatikan dan “Holy Alliance” mengatur aktivitas Society of Jesus yang destruktif dan subversif, adalah AS, dan negara-egara republik lain di Western Hemisphere. Rencana ini, dia menganggap, adalah target yang mana Doktrin Monroe dikeluarkan. Apa yang tidak disadari oleh Senator ialah bahwa Doktrine Monroe melindungi kepentingan-kepentingan Kota London”.

Usaha persekutuan Rothschild-Vatikan untuk menguasai perekonomian AS melalui Bank of United States kesatu dan kedua gagal. Bank tersebut dibentuk di bawah kekuasaan emergensi yang diberikan kepada Presiden oleh konstitusi, sebagaimana institusi sementara digunakan untuk membantu negara melalui periode krisis finansial yang disebabkan oleh Perang Revolusi 1812. Tetapi sasaran para konspirator untuk membentuk monopoli bank dihalangi oleh konstitusi. Sampai FED.

Dikatakan the Black Nobility menjanjikan Jerman yang netral jika Soviet Rusia diijinkan. Persatuan antara Jerman Barat dan Timur. Dan bahwa Rusia berjanji untuk memberikan royal houses kepada pemiliknya jika mereka memisahkan Eropa dari Aliansi Amerika.

Imperial Nobility menikmati status yang ditinggikan lebih dari pada nobility negara berhasil Jerman dan negara Itali. Keturunan gelar Kekaisaran Roma Italia telah membentuk sebuah Asosiasi yang mana semua keturunan pria dari seseorang yang mempunyai gelar menurut Imperial Patent diberikan juga gelarnya. Dan kerajaan Liechtenstein juga sudah mengklaim kemampuan untuk membenarkan keberhasilan menjadi gelar Imperial, dan sudar membenarkan pula hak sebagai Spanish noble man untuk mendapatkan gelar tersebut sebagai tujuan hukum Spanyol membutuhkan negara succeessor untuk membenarkan bahwa klaim untuk gelar yang dimaksud menurut fakta adalah keturunannya. Maka ada jurisdiksi tersisa, meskipun tidak ada gelar Imperial yang diberikan semenjak 1806.

Keluarga Rothschild

Pada tahun 1963, the Holy Roman Empire Association (associazione dei Nobili del Sacro Romano Impero) dibentuk untuk menyatukan keturunan-keturunan laki-laki dalam keanggotaannya yang mana diberikan gelar nobility of the Holy Roman Empire. Ini juga termasuk anggota-anggota honorary.

Black Nobility termasuk dalam Committee of 300 yang mana mempunyai kontrol terhadap UN. Pangeran Belanda Bernhard mempunyai kekuasaan untuk memveto pilihan Vatikan terhadap siapapun Paus yang dipilih Vatikan. Ini dapat menjelaskan akhir yang cepat bagi masa jabatan Paus John Paul I yang pada waktu itu hanya 33 hari. Pangeran ini mempunyai kekuasaan veto karena keluarganya, the Habsburgs, adalah turunan langsung dari kaisar Roma yang terakhir. (The Habsburg Frederick III adalah kaisar terakhir di Roma; anak buyutnya Charles V adalah yang terakhir ditahtakan oleh Paus). Ini adalah kesetaraan sipil dari Klaim Paus “apostolic Succession” dari Saint Peter.

Pangeran Bernhard adalah pemimpin Black Families dan dia juga mengklaim keturunan dari House of David melalui dinasti Merovingian, sebuah klaim yang diakui validitasnya oleh dinasti Carolingian yang telah menggantikannya. Oleh monarki yang lain dan oleh gereja Roma pada saat itu. Maka dia bisa berkata bahwa dia adalah keturunan Yesus.

House of Orange-nya Pangeran Bernhard mempunyai asal dari Perancis. The Habsburgs terhubung dengan pernikahannya dengan the Merovingians, yang mana dikatakan sebagai keturunan dari Tribe of Benjamin diasingkan setelah perang dengan sebelas Tribes yang lain – lihat Judges bab 21. Pengasingan membawa mereka ke Arcadia di Peloponnese tengah, Yunani. Di sini mereka menyatukan diri dengan garis royal Arcadia dan menuju kedatangan era Kristen, bermigrasi ke Danube dan Rhine, melalui perkawinan menghasilkan the Sicambrian Franks – asal muasal dari the Merovingians, yang mempunyai asal semit, dan keturunan dari Raja Saul.

Mereka sangat dekat dengan Spartan, dan kedua buku Maccabee menghubungkan Spartan dengan Yahudi. I Maccabees 12 menceritakan bahwa Jonathan mengirim sebuah surat kepada Lacedemonians (Spartan Yunani) meminta bantuan, karena mereka bersaudara. Spartan membalas,

“Telah ditemukan di dalam tulisan, bahwa Lacedemonians dan Yahudi adalah saudara dan bahwa mereka adalah keturunan Ibrahim” (Verse 21).

Ini diasumsikan oleh sebagian penulis bahwa ini berarti Spartan adalah orang-orang Israel, tetapi Spartan bukan Israelites mereka adalah Edomites keturunan dari Bela anak Beor dan saudara Baalim, dan Raja Edom (Genesis 36:32; I Chronicles 1:43). Edom adalah anak dari Isak dan cucu Ibrahim yang telah menjual segala warisan dan beranak pinak keluar dari the Book of Life.

Awal abad ke 5 the Merovingians membentuk negara bagi mereka yang sekarang disebut Belgia dan Perancis bagian utara. Di sana mereka menganut the Cabalistic pseudo-Christianity of the Catharsm, agama dualistik yang mempercayai ada dua tuhan abadi, god of Good dan the god of Evil. Ini menunjukan bahwa kepercayaan Luciferian ini dianut pula oleh Masons tingkat derajat tinggi dan mereka yang akan menjadi Master dunia ini pada jaman sekarang, dan yang mengklaim bahwa Lucifer akan muncul menjadi pemenang .

Di bawah Clovis I, yang berkuasa dari 481-511, the Franks menganut Roman Catholicism. Melalui dia, Roma mulai membangun supremasi yang kuat di Eropa bagian barat. Sebagai imbalan karena telah menjadi pedang Roma di mana gereja dapat menjalankan kekuasaannya dan menerapkan dominasi spiritual, Clovis diberi gelar “New Constantine” dan untuk menjalankan kekuasaan di “Holy Roman Empire” berdasar pada gereja dan diperintah pada level sekular dalam kelanggengan oleh keturunan Merovingian. Seperti “pengampunan David”, ini adalah pakta yang bisa di modifikasi, tetapi tidak bisa dibatalkan, dihapus atau dikhianati.

Mereka percaya Yesus selamat dari penyaliban dan menikahi Mary Magdalene yang melahirkan putranya lalu hidup secara diam-diam di selatan Perancis. Selama abad ke 5 keturunan Yesus ini dikatakan telah menikah dengan keturunan royal the Franks menghasilkan dinasti Merovingian.

Ketika pada tahun 496 gereja mengabdikan dirinya secara langgeng kepada keturunan Merovingian ini bisa dikatakan karena identitas mereka. Ini dapat menjelaskan kenapa Clovis ditawarkan status Kekaisaran Suci Roma, dan kenapa dia hanya ditahtakan sebagai raja. Pada 754 gereja secara diam-diam menghianati paktanya.

The Prieure de Sion adalah nama komunitas rahasia yang telah membuat the Knight Templars sebagai sayap militer dan pemerintahan. (perlu diingat bahwa Knight Templars adalah dulunya yang menjalankan kekuasaan di Freemasonry). Prieure de Sion terus berfungsi melalui abad, bertindak secara rahasia, dan membelakangi kejadian-kejadian penting di sejarah Barat.

Ia masih ada sekarang dan masih beroperasi. Tujuan mereka yang dideklarasikan ialah restorasi dinasti Merovingian dan keturunannya – kepada tahta atas tidak hanya Perancis, tetapi semua negara Eropa juga – restorasi yang dibenarkan secara legal dan moral.

Ada bukti kuat untuk menyarankan bahwa komunitas ini adalah pembentuk Freemasonry, dan “The Protocols of the Learned Elder of Sion”, juga the Rosicrucians. Ada banyak bukti juga yang mengatakan bahwa Nostradamus adalah salah satu agen rahasianya, dan tidak disangsikan lagi bahwa banyak quatrains-nya yang merujuk pada kemunculan “ le Grand Monarch” mengindikasikan bahwa keinginan utama yang berdaulat ini berasal dari dinasti Merovingian. Menandai hegemoni dobel dari Papacy dan kekaisaran, dari Vatikan dan Habsburg. Nostradamus secara sering merujuk secara eksplisit pada Knights Templars dan pada house of Lorraine yang mana sekarang sinonim dengan the Habsburgs.

Walaupun didepak dari kekuasaannya pada abad ke 8, keturunan Merovingian tidak punah. Sebaliknya keturunannya memunculkan diri kembali dalam keturunan Dagobert II dan anaknya Sigisbert IV. Dengan alat persekutuan dinasti dan perkawinan, keturunan ini termasuk Godfrei de Bouillon, yang merebut Jerusalem pada tahun 1099, dan berbagai keluarga royal dan noble yang lain, dulu dan sekarang – Blanchefort, Gisors, Saint-Clair (Sinclair di Inggris), Montesquieu, Montpezat, Poher, Luisignan, Plantard dan Habsburg-Lorraine. Pada masa sekarang, keturunan Merovingian menikmati klaim sah terhadap peninggalannya.

Tahta Charlemagne – sebuah replika dari yang mana sekarang bagian dari tanda imperial Habsburg – dikatakan telah membawa prasasti “Rex Salomon” (encylopaedia Britannica, 14th Ed., 1972, Crown and Regalia, Fig 2). Dan the “Spear of Destiny”, yang dikatakan digunakan untuk menusuk Kristus, sekarang berada di Treasure House, Viena, menanti Holy Roman Emperor yang lain (The Rigby Joy of Knowledge Library. History and Culture I, 1977:160; The Holy Roman Empire, Friedrich Heer, halaman. 284). Ini jelas kenapa “Protocols of the Elders of Sion” berbicara tentang seorang raja baru “dari bibit Suci David”, (Holy Blood and Holy Grail, Baigent, Leigh and Lincoln). Otto von Habsburg sekarang bergelar Duke of Lorraine dan King of Jerusalem.

The Prieure de Sion mengklaim memegang harta yang hilang dari Kuil Jerusalem yang dirampok oleh Titus di tahun 70 AD yang akan dikembalikan ke Israel “pada waktu yang tepat”. Ini dapat menjelaskan kenapa Roma harus tunduk pada “raj-raja dunia” dan bagaimana Roma akan menandatangani kontrak dengan Yahudi yang telah lama bersembunyi di balik tameng baptisme.

Pangeran Bernhard sebenarnya terikat dengan Khazar, dan maka dari itu Gentile (orang bukan Yahudi). Revelation 2:9, “ Saya tahu pekerjaan mu, dan kesengsaraan, dan kelaparan, (tetapi kamu kaya) dan Saya tahu penyimpangan mereka yang mengatakan mereka Yahudi, dan ternyata tidak, namun adalah penyembahan terhadap Setan.”

Diantu oleh CIA, Pangeran Bernhard telah membawa badan Illuminati rahasia kepada pengetahuan publik sebagai The Bilderberge Group. (dibentuk pada tahun 1954, markasnya di Smidswater 1, Den Haag, Belanda). Di dalam Bilderberg Group adalah 39 anggota Illuminati yang dipilih dari 3 komite diambil dari anggota-anggota semua group rahasia yang terdiri dari Illuminati:

• The Freemasons

• The Vatican

• The Black Nobility

Kantor kerja komite ini ada di Swiss.

The Commitee of 300 sekarang menyebut diri mereka World Government Founders untuk NWO. Sebuah referensi yang tidak dapat disangkal lagi klaim secara turun temurun pada “Divine Right of Kings”. Ini penting sekali bagi kita untuk menyadarinya secara pribadi, the Black Nobility menolak untuk mengakui pemerintah mana pun kecuali yang merupakan keturunan mereka dan mempunyai hak divine untuk memerintah. Mereka percaya Amerika Serikat masih milik Inggris. Dan bekerja keras di belakang layar untuk mencapai kondisi dimana mereka dapat mendapatkan kembali tahtanya.

Setiap dinasti royal dan noble Eropa lalu dan sekarang mempunyai keanggotaan di Commitee of 300, seringnya oleh orang-orang yang dinominasikan. Ada banyak sekali keluarga-keluarga “royal” ini untuk mereka masing-masing untuk menjadi perwakilan di the Commitee of 300. Perintah ditentukan oleh kedudukan : pertama anggota-anggota keluarga royal, lalu dukes, earls, marquises dan lords, lalu terakhir “commoners”, yang biasanya mendapat gelar “Sir”.diterjemahkan oleh: akhirzaman

original source: http://www.illuminati-news.com/

Iklan

BANGSA KHAZAR DAN YAHUDI

Di antara kaum non-Bani Israel yang menganut agama Yahudi paling menonjol di dalam sejarah adalah bangsa Khazar

Oleh: Alwi Alatas*
SETIAP kali mendengar istilah Yahudi, sebagian orang mungkin membayangkan istilah ini mewakili dua hal sekaligus: agama dan bangsa/ras. Dengan kata lain, Yahudi merupakan agama yang dianut oleh orang-orang berdarah Yahudi (Bani Israil). Agama Yahudi memang biasanya dinisbatkan kepada keturunan Israil (Nabi Ya’qub ’alaihis salam), yang terdiri dari 12 suku, dan bukan kepada selain mereka. Kita mengetahui bahwa di sepanjang sejarah dan juga pada hari ini, ada banyak orang-orang berdarah Yahudi yang menganut keyakinan selain Yahudi, baik Islam, Kristen, ataupun atheisme. Tapi banyak orang mungkin tidak membayangkan adanya bangsa non-Yahudi, bangsa di luar kedua belas suku Israil, yang menganut yudaisme. Kenyataannya, ada beberapa suku bangsa non-Bani Israil yang menganut yudaisme, di samping mereka yang memang berdarah Yahudi.

Dalam kitab-kitab Sirah Nabawiyyah kita membaca bahwa sekitar satu abad menjelang kenabian ada peristiwa terkait dengan apa yang disebut Al-Quran sebagai Ashabul Ukhdud. Tepatnya pada tahun 523 M, seorang raja beragama Yahudi di Yaman, Dzu Nuwas, melakukan penyerangan dan pembunuhan terhadap para penganut Kristen di wilayah Najran. Peristiwa inilah yang memicu invasi pasukan Ethiopia ke Yaman.1 Ibn Hisyam menyebutkan di dalam sirahnya bahwa agama Yahudi masuk ke Yaman pada masa itu melalui dakwah rabi Yahudi terhadap penguasa di wilayah Yaman, bukan melalui migrasi orang-orang Yahudi. Konversi beberapa Raja Bani Himyar di Yaman bahkan sudah terjadi sejak beberapa abad sebelumnya. Selain di Yaman, sejarah juga menyebutkan bahwa beberapa suku Berber di Afrika Utara, seperti suku Jawara, Nafusa, dan Kahina, menganut agama Yahudi sebelum masuknya Islam ke wilayah itu dan sebagian dari mereka mempertahankannya hingga ke masa Islam.2

Di antara kaum non-Bani Israel yang menganut agama Yahudi yang paling penting dan paling menonjol di dalam sejarah adalah bangsa Khazar. Orang-orang Khazar merupakan bangsa keturunan Turki, walaupun ada satu riwayat yang sulit dikonfirmasi kebenarannya menyebutkan bahwa mereka adalah keturunan Japeth bin Nuh dan menjalin hubungan pernikahan dengan keturunan Ibrahim ’alahis salam, dari istri Arabnya yang bernama Qantura/Keturah binti Maqtur yang berhijrah dan mendiami wilayah Khurasan.3 Mereka mendiami wilayah di bagian Utara Laut Hitam, yang sekarang ini merupakan bagian dari wilayah Rusia, berbatasan dengan Kekhalifahan Islam di sebelah Selatan dan Tenggara, dan dengan Byzantium di sebelah Barat dan Barat Daya. Kerajaan Khazar eksis sejak abad ke-7 dan bertahan selama beberapa abad lamanya, setidaknya sampai abad ke-10/11. Pada awalnya mereka menganut paganisme dan shamanisme, namun sejak pertengahan abad ke-9 mereka menganut agama Yahudi.

Nama Khazar disebutkan dalam banyak literatur muslim pada masa itu, walaupun tidak secara detail. Muhammad ibn Musa al-Khawarizmi, matematikawan muslim, pernah dikirim oleh Khalifah ke Khazar, entah untuk keperluan apa. Misi Sallam mencari tembok Ya’juj Ma’juj, sebagaimana pernah kami sebutkan dalam tulisan sebelumnya (“Rihla“), juga melalui kerajaan ini dan mendapat bantuan dari penguasa Khazar, Tarkhan.4 Sejak pertengahan abad ke-7, bangsa Khazar menjadi kekuatan yang dominan di wilayah Kaukasia dan memainkan peranan penting dalam perdagangan antara dunia Islam dengan wilayah-wilayah di sekitarnya selama 3 abad berikutnya.5

Masa-masa perang dan damai dengan tetangga-tetangganya yang muslim (Abbasiyah) dan Kristen (Byzantium), serta interaksi dengan orang-orang Yahudi yang bermigrasi ke Khazaria sejak abad ke-8, mendorong penguasa Khazar untuk memilih salah satu dari tiga agama tersebut. Pada pertengahan abad ke-9, Raja Bulan mengundang tokoh-tokoh agama Yahudi, Kristen, dan Islam untuk mengetahui doktrin dan ajaran masing-masing agama. Ia kemudian memilih Yahudi sebagai agamanya, dan belakangan menjadikannya sebagai agama resmi kerajaan. Kira-kira tiga abad kemudian, Yehuda ha-Levi, seorang filsuf Yahudi di Andalusia, menulis sebuah kitab berjudul Sefer ha-Kuzari (Kitab al-Khazari), sebuah kitab yang lebih ditujukan untuk menunjukkan keunggulan teologis Yahudi melalui kisah dialog antara penguasa Khazar dengan tokoh-tokoh agama, ketimbang aspek historis dari proses konversi itu sendiri.

Dalam bagian kedua buku ini diceritakan bahwa setelah berdialog dengan ketiga tokoh agama tersebut, dan juga dengan seorang filsuf, penguasa Khazar dan wazirnya melakukan perjalanan ke daerah pegunungan hingga pada suatu malam tiba di sebuah gua dan berjumpa dengan orang-orang Yahudi yang tengah merayakan hari Sabath. Dengan merahasiakan identitasnya, mereka kemudian berkonversi ke agama Yahudi dan disunat di gua tersebut. Setelah itu mereka kembali ke kerajaan dan mempelajari hukum-hukum Yahudi lebih jauh, tapi masih merahasiakan keyahudian mereka untuk beberapa waktu lamanya. Secara bertahap mereka kemudian mengumumkan agama baru mereka dan mendorong masyarakat Khazar untuk memeluk agama Yahudi.

Ha-Levi juga menjelaskan bahwa “buku-buku sejarah mereka (Khazar, pen.) juga menyebutkan tentang kemakmuran mereka, bagaimana mereka mengalahkan musuh, menaklukkan wilayah-wilayah lawan, dan mendapatkan harta pampasan yang besar … betapa mereka menyintai keyakinan mereka dan memendam rindu terhadap Rumah Suci, sampai-sampai mereka membuat sebuah tabernakel seperti yang pernah dibuat oleh Musa. Mereka juga menghargai dan menyambut orang-orang keturunan Israel yang hidup di tengah-tengah mereka.”

Penguasa-penguasa Khazar berikutnya meneruskan kebijakan ini. Mereka menganut agama Yahudi secara sungguh-sungguh, membangun sinagog di wilayah Khazar, mengundang rabi-rabi Yahudi dari negeri-negeri lain untuk datang dan mengajar di negeri mereka, dan mendorong konversi lebih jauh masyarakatnya ke dalam agama Yahudi. Dengan demikian, walaupun ada sebagian masyarakat Khazar yang menganut Islam dan juga Kristen, sebagian besar bangsa Khazar kemudian menjadi penganut Yahudi. Sejak saat itu, terutama sejak abad ke-10, bangsa Khazar secara umum dikenal sebagai penganut Yahudi.6

Yehuda ha-Levi, yang telah kami sebutkan di atas, bukan tokoh Yahudi pertama di Andalusia yang mengetahui tentang keberadaan Yahudi Khazar. Pada tahun 950-an, seorang tokoh Yahudi lainnya di Andalusia, Hasdai ibn Shaprut, telah mendengar tentang keberadaan kerajaan Yahudi Khazar yang terletak jauh dari tempat tinggalnya itu. Ia berusaha mengirimkan sebuah surat kepada penguasa Khazar untuk mendapatkan informasi lebih dalam. Upayanya yang pertama gagal dan suratnya hanya mencapai Konstantinopel. Tapi sebagai gantinya ia mendapatkan informasi tentang sejarah Khazar dari seorang Yahudi Khazar di Konstantinopel melalui sebuah surat yang kini dikenal sebagaiSchechter Letter. Surat itu menjelaskan bahwa bangsa Khazar dan Yahudi yang bermigrasi dari Armenia saling menikah satu sama lain dan menjadi bangsa yang satu.7

Upaya Hasdai yang berikutnya pada tahun 954 berhasil dan suratnya diterima oleh Raja Joseph yang memimpin Kerajaan Khazar. Balasan surat Raja Joseph diterima oleh Hasdai pada tahun berikutnya. Surat itu menjelaskan tentang konversi penguasa Khazar serta masyarakatnya ke dalam agama Yahudi hingga ke masa itu. Sejak menganut Yahudi, nama-nama penguasa Khazar sebagian besar mengadopsi nama-nama semitik, seperti Yitzhak, Benjamin, Aaron, dan juga Joseph.8

Ironinya, hanya satu dekade setelah korspondensi Hasdai tersebut, Kerajaan Khazar mengalami keruntuhan. Bangsa Rus menginvasi kerajaan tersebut pada tahun 960-an dan memporak-porandakan ibukotanya, Atil, pada tahun 967/968. Kerajaan tersebut tampaknya masih bertahan setidaknya sampai setengah abad berikutnya, tetapi kekuatannya semakin kecil dan akhirnya menghilang dari sejarah. Kemunduran  kerajaan ini mendorong bangsa Khazar melakukan migrasi ke beberapa wilayah Eropa Timur, seperti Hunggaria, Polandia, di samping yang tetap bertahan di tempat asalnya di bawah pemerintahan bangsa lain. Mereka kemudian terasimilasi ke dalam masyarakat tempat mereka tinggal, terutama dalam komunitas Yahudi setempat. Sekarang ini, kita tidak mendengar lagi adanya negeri atau wilayah bernama Khazaria, bangsa bernama Khazar, atau bahkan sebutan Yahudi Khazar. Sebagian peneliti dan penulis kontemporer, seperti Arthur Koestler dalam bukunya The Thirteenth Tribe: Khazar Empire and Its Heritage, mengemukakan teori bahwa orang-orang Yahudi Eropa, atau yang dikenal sebagai Yahudi Askhenazi, sebetulnya merupakan keturunan Khazar, atau setidaknya banyak dipengaruhi oleh ras bangsa Khazar, dan bukan murni keturunan Israel. Dengan kata lain, kebanyakan orang-orang Yahudi sekarang ini dikatakan tidak berasal dari dua belas suku Israel, melainkan berasal dari ’suku yang ke-13,’ yaitu bangsa Khazar.

Perdebatan tentang asal-usul Yahudi Askhenazi ini menjadi penting mengingat kelompok Askhenazi mewakili 80% komposisi Yahudi dunia pada hari ini  Teori asal-usul non-Yahudi pada kaum Askhenazi ini bukannya tanpa dasar sama sekali, terlebih lagi upaya dakwah dan konversi terhadap orang-orang non-Bani Israil di Eropa juga terjadi terhadap beberapa bangsa Eropa Timur selain Khazar.9 Teori ini telah menggugat klaim orang-orang Yahudi kontemporer terhadap tanah Palestina dan melemahkan legitimasi mereka untuk terus menguasai wilayah tersebut. Sebab sekiranya mereka bukan keturunan Bani Israil yang dulu pernah mendiami Palestina, maka atas alasan apa mereka mengklaim hak untuk kembali ke sana? Teori ini tentu saja menimbulkan rasa tidak suka di kalangan orang-orang Yahudi, khususnya para pendukung Zionisme, yang melabeli para pendukung teori tersebut sebagai penganut anti-semitisme.

Belum lama ini seorang Profesor Sejarah di Tel Aviv University, Shlomo Sand, menulis sebuah buku berjudulThe Invention of the Jewish People (terbit pertama kali dalam bahasa Ibrani pada tahun 2008 dan versi Inggrisnya terbit tahun 2009). Dalam buku tersebut ia juga mendukung pendapat yang menyatakan bahwa kebanyakan orang-orang Yahudi di Eropa Tengah dan Timur merupakan keturunan Khazar yang menganut yudaisme. Baginya tidak ada bangsa Yahudi (Jewish People), yang ada hanyalah komunitas-komunitas beragama Yahudi yang dikonversikan di sepanjang sejarah Yahudi. Lebih jauh ia menolak pendapat populer yang menyatakan bahwa orang-orang Yahudi telah diusir keluar dari Palestina dan karenanya wajib untuk kembali ke Palestina.

Menurutnya bangsa Romawi tidak pernah mengusir keluar orang-orang Yahudi dari Palestina dan orang-orang Yahudi sendiri tidak melakukan eksodus keluar dari wilayah itu. Kebanyakan orang-orang Yahudi tetap tinggal di Palestina, dan pada saat Islam masuk ke daerah itu kebanyakan mereka masuk Islam, berbaur dengan orang-orang Arab, dan menjadi nenek moyang orang-orang Arab-Palestina yang ada sekarang. Secara umum Shlomo Sand berpendapat bahwa ide tentang bangsa Yahudi merupakan kreasi (invention) para Sejarawan Yahudi abad ke-19 dan 20 yang menjadi sumbangan bagi Zionisme.10

Memang tidak mudah untuk memastikan apakah orang-orang Yahudi Askhenazi merupakan keturunan Khazar atau betul-betul berdarah semitik. Belakangan ini banyak dilakukan penelitian DNA oleh para ahli untuk melacak asal-usul biologis orang-orang Yahudi modern. Banyak dari studi ini menunjukkan bahwa secara paternal, orang-orang Yahudi yang ada sekarang memiliki asal usul genetis Timur Tengah. Kromosom Y (kromosom yang hanya diwarisi dari jalur bapak) yang ada pada mereka, mirip dengan yang dimiliki orang-orang Arab yang ada di Palestina, Lebanon, dan Syria.11Tapi hal ini tidak sepenuhnya menghapus kemungkinan adanya percampuran dengan ras non-Yahudi.

Penelitian DNA keturunan Yahudi Askhenazi yang dilakukan oleh Almut Nebel dan timnya menunjukkan bahwa walaupun secara genetik mereka lebih dekat dengan orang-orang Yahudi dan Arab di Timur Tengah, tetapi ada frekuensi R-M17 yang cukup tinggi (11,5%) pada kromosom Y mereka. R-M17 merupakan kromosom Y yang dominan di kalangan masyarakat Eropa Timur. Ini mungkin merepresentasikan adanya pengaruh genetik dari bangsa Khazar.12 Adapun dari jalur maternal, masih ada perbedaan pendapat di kalangan para ahli genetik apakah kaum lelaki Yahudi yang bermigrasi ke Eropa menikah dengan perempuan setempat atau membawa serta pasangan-pasangan Yahudi mereka dari Timur Tengah.13 Secara umum dapat dikatakan bahwa penelitian DNA atas kaum Yahudi yang dilakukan dalam satu dekade terakhir ini, dan kebanyakannya dipimpin oleh para ilmuwan yang berbasis di Israel, menguatkan klaim orisinalitas semitik kaum Yahudi modern, walaupun tidak dalam artian ras yang murni.

Apakah orang-orang Yahudi, termasuk Yahudi Askhenazi, yang ada sekarang memiliki ras yang murni atau tidak bukanlah sesuatu yang terlalu penting. Sekiranya mereka memang keturunan Israil (Ya’qub’alaihis salam), mereka tetap tidak berhak merampas tanah Palestina dan berlaku zalim terhadap penduduknya. Mereka justru seharusnya malu karena perilaku mereka sama sekali tidak menunjukkan kemuliaan nenek moyang mereka yang banyak melahirkan nabi-nabi dan orang-orang shalih. Dan sekiranya Yahudi Askhenazi ternyata memang kebanyakannya keturunan Khazar, dan bukan Bani Israil, seharusnya mereka lebih malu lagi, karena dusta yang telah mereka sebarluaskan demi merampas tanah orang lain. Tapi, apalah maknanya kalimat-kalimat ini bagi suatu bangsa yang memang tidak tahu malu. Wallahu a’lam bish showab.

Allahumma barik lana fi Rajab wa Sya’ban wa balighna Ramadhan. [Kuala Lumpur, 9 Rajab 1431/ 21 June 2010/hidayatullah.com]

Penulis adalah kolumnis hidayatullah.com, kini sedang mengambil program doktoral bidang sejarah  di Universiti Islam Antarabangsa, Malaysia

khazaria

Kerajaan Khazars lenyap dari peta dunia beberapa abad yang lalu. Dewasa ini banyak orang yang tidak pernah mendengar mengenai keberadaannya, namun pada waktu itu Kerajaan Khazars [Khazaria] merupakan kekuatan sangat penting, tentu saja melakukan perluasan kerajaannya dengan penaklukan. Kekuatan Khazaria waktu itu diperhitungkan oleh kedua negara adidaya tetangganya. Kearah Selatan dan Barat Khazaria berdiri Kekaisaran Byzantium yang maju dengan peradaban Timur Kristen Ortodoks. Kesebelah Tenggara, kerajaan Khazar berbatasan dengan Kekaisaran Islam Kekhalifahan Arab yang sedang mengembangkan kekuasaannya. Bangsa Khazar sejarahnya dipengaruhi oleh kedua kekaisaran ini, tetapi yang lebih penting bahwa kerajaan Khazar mendiami wilayah yang kemudian menjadi bagian selatan wilayah Rusia yang terletak antara Laut Hitam dan Laut Kaspia. Sebagai hasilnya, sejarah menentukan bangsa Rusia dan bangsa Khazars menjalin hubungan yang masih terjadi sampai dengan hari ini.
Bilamana Anda belum pernah mendengar mengenai bangsa Khazars, Saya kira Saya harus menyebutkan dimana Anda melihat dan mempelajari lebih lanjut mengenai mereka. Pada tahun 1976 sebuah buku mengenai bangsa Khazars diterbitkan oleh seorang penulis Inggris [seorang Yahudi Khazars) Arthur Koestler. Bukunya berjudul, The thirteenth tribe – The Khazar Empire And Its Heritage.- Suku Bangsa Ketiga Belas – Kekaisaran Bangsa Khazar dan Warisannya. Penerbit Amerika adalah Random House, New York. (menurut informasi, buku ini sudah tidak beredar di pasaran)
Sejarah mencatat bahwa bangsa Khazars terdiri dari campuran bangsa Mongols, Turki dan Finlandia. Dalam awal abad ke-3 M, mereka dapat dikenal dengan kesejahteraannya yang ajeg di wilayah Persia dan Armenia. Kemudian pada abad ke-5, bangsa Khazars berada diantara gerombolan perusak Attila, bangsa Hun. Sekitar tahun 550 M, bangsa Khazars yang nomadik, mereka mulai menetap di wilayah sebelah Utara Caucasus antara Laut Hitam dan Laut Kaspia. Ibukota kerajaan Khazars adalah Itil dibangun dihulu Sungai Volga yang mengalir ke Laut Kaspia, dalam rangka mengkontrol lalu lintas sungai. Bangsa Khazars kemudian memungut pajak 10% setiap muatan yang melintasi Itil di sungai Volga. Mereka yang menolak diserang dan di bantai.
Akhirnya kerajaan Khazars dibangun di Caucasus, bangsa Khazars secara perlahan memulai menciptakan sebuah kekaisaran rakyat yang ditaklukannya. Khazars terus melakukan perluasan wilayahnya termasuk menaklukan suku Slavonic, yang cinta damai dibandingkan dengan bangsa Khazars, diserang dan ditaklukan. Wilayahnya dijadikan bagian dari Kekaisaran bangsa Khazar, diminta untuk menghormati secara terus menerus kepada Kerajaan Khazar. Tentu saja penghormatan yang dilakukan oleh rakyat yang dikalahkan selalu merupakan keistimewaan, tetapi bukan gayanya Khazars. Apa yang disebutnya sebagai Kekaisaran Agung dunia selalu memberikan sesuatu sebagai imbalannya atas pajak yang diberikannya. Roma, misalnya, rakyat yang ditaklukan dijadikan warganegaranya; dan sebagai balasan atas pajak yang mereka bayarkan, mereka membawa serta peradaban, tata tertib perlindungan dari serangan musuh.
Namun tidak terjadi di kekaisaran bangsa Khazar. Rakyat yang menjadi subyek Khazars hanya menerima satu hal sebagai balasan atas pembayaran upetinya, dan itu adalah janji yang tidak jelas – bangsa Khazars akan menahan serangan dan penjarahan selama mereka membayarkan upeti. Namun penduduk Kekaisaran Khazar tidak lebih daripada korban the giant protection racket. Maharaja Khazar oleh sebab itu tidak disukai baik di dalam negeri maupun di luar negeri, tetapi mereka juga ditakuti karena kekejamannya terhadap siapa saja yang menentangnya. Dan kemudian Kekaisaran Khazar diperluas ke arah utara sampai ke Kiev [Kiev sekarang ibukota UKRAINA], di Sungai Dnieper. Kiev merupakan kota terbesar di Ukraina dan juga sebagai kota pelabuhan utama. Salah satu kota tertua Eropa, dan sebagai kota pusat perdagangan pada awal abad ke-5 dan menjadi ibukota KIEVAN RUSSIA pada abad ke-9 dan ke arah barat termasuk Magyars, nenek moyang orang Hongaria modern.
Kira-kira pada tahun 740M, terjadi sebuah peristiwa. Bangsa Khazars di bawah tekanan terus menerus kedua super power tetangganya, Byzantium dan Muslim, apakah menerima agama Kristen atau Islam, akan tetapi penguasa bangsa Khazar, yang disebut Khakan, mendengar ada agama ketiga yaitu JUDAISME atau YAHUDI. Nampaknya untuk alasan-alasan kemandirian politik, Khakan mengumumkan bahwa bangsa Khazars menerima Judaisme sebagai agama mereka Dalam waktu satu malam seluruh kelompok baru, bangsa Khazars yang suka berperang, tiba-tiba menyatakan dirinya sebagai YAHUDI – menerima YAHUDI. Kerajaan Khazar mulai dideskripsikan sebagai ‘Kerajaan Yahudi’ oleh sejarawan pada waktu itu. Penerus penguasa Khazar mengambil nama Yahudi, dan selama akhir abad ke-9 kerajaan Khazar menjadi tempat berlindung orang-orang Yahudi dari tempat lain.
Sementara itu kekejaman penguasa Khazar terhadap penduduk yang ditaklukannya tetap tidak berubah. Namun kemudian selama abad ke-8 muncul ke kancah pemain baru, berasal dari sungai besar Dnieper , Don dan Volga – bangsa Vikings dari sebelah timur. Mereka dikenal sebagai bangsa VARANCIANS, atau bangsa RUS. Seperti bangsa Vikings lainnya, bangsa Rus pengelana tulen dan pejuang yang gigih, namun ketika berhadapan dengan bangsa Khazars, bangsa Rus seringkali kalah dan membayar upeti seperti yang lainnya.
Pada tahun 862 seorang pemimpin bangsa Rus bernama Rurik membangun kota Novgorod, dan lahirlah bangsa Rusia. Bangsa Rus Vikings berdiam diantara suku bangsa Slavonic di bawah kekuasaan Khazar, dan perjuangan antara bangsa Vikings dan Khazars berubah dalam karakternya, dan menjadi perjuangan oleh bangsa Rusia yang sedang tumbuh untuk merdeka dari tekanan Khazar.
Lebih dari seabad kemudian setelah didirikannya kota pertama di Rusia, terjadi peristiwa penting lainnya. Pemimpin Rusia, Prince Vladimir of Kiev, memeluk agama Kristen pada tahun 989. Dia aktif mendakwahkan agama Kristen di Rusia, dan sebagai kenang-kenangan oleh bangsa Rusia dewasa ini ia disebutnya sebagai ‘Saint Vladimir;’ dan dengan demikian tradisi Rusia sebagai sebuah bangsa Kristen dimulai sejak seribu tahunan lalu.

Pindah agamanya Vladimir juga mengantarkan Rusia beraliansi dengan dengan Byzantium.

Penguasa Byzantium selalu takut terhadap bangsa Khazars, dan sementara bangsa Rusia masih berjuang untuk membebaskan dirinya dari tekanan bangsa Khazars. Dan kemudian pada tahun 1016, kekuatan gabungan bangsa Rusia dan Byzantium menyerang kerajaan Khazar. Kerajaan Khazar hancur-lebur dan kerajaan Khazars jatuh. Akhirnya kebanyakan Yahudi Khazar berimigrasi ke wilayah lain. Kebanyakan dari mereka berhenti dan tinggal di Europa Timur, dimana mereka berbaur dan menikah dengan Yahudi yang lainnya. Seperti Yahudi Semit 1000 tahun yang lalu, Yahudi Khazar kemudian menyebar ke berbagai wilayah. Kerajaan Khazars sudah tidak ada lagi.
Setelah bangsa Khazars pindah dan hidup bersama orang Yahudi, Yahudi Khazar meninggalkan warisan yang berbeda dari Yahudi yang lainnya dari generasi ke generasi. Satu unsur warisan Yahudi Khazar adalah sebuah bentuk militant dari ZIONISME. Dalam pandangan Yahudi Khazar, wilayah yang didiami oleh Israel kuno harus diambil kembali bukan dengan sebuah keajaiban akan tetapi dengan cara kekuatan senjata. Inilah yang dimaksudkan dengan Zionisme dewasa ini, dan kekuatan ini yang menciptakan bangsa yang menyebut dirinya sebagai Israel dewasa ini. Ramuan penting warisan Yahudi Khazar adalah kebencian terhadap agama Kristen, dan bangsa Rusia unggul dalam kepercayaan Kristen. Agama Kristen dipandang sebagai kekuatan yang meruntuhkan Kerajaan Yahudi pada masa lalu yang disebut Kerajaan [Khazarial].

Dewasa ini mereka banyak yang berkuasa di Rusia, Yahudi Khazar masih ingin mendirikan kembali kekuasaannya dan sudah satu milennium mereka berupaya secara terus-menerus untuk melakukan hal tersebut.
Pada tahun 1917 Yahudi Khazar melewati sebuah batu loncatan ke arah penciptaan negara mereka di Palestine. Dan pada tahun yang sama mereka juga menciptakan Revolusi Bolshewik di Rusia. Diikuti dengan holocaust terhadap orang-orang Kristen, kejadian seperti itu tidak pernah diketahui oleh dunia. Yahudi Khazar sekali lagi mengkontrol Rusia setelah lebih dari 900 tahun, dan kemudian mereka merancang untuk menghancurkan orang-orang Kristen Rusia lebih dari 100-juta orang Kristen dibunuh, pada waktu yang sama lebih dari 20-juta orang yang beragama Yahudi juga mati ditangan Yahudi Khazar.

Ini adalah apa yang ditentang oleh orang-orang Kristen Rusia dalam perjuangannya selama 60-tahunan untuk menggulingkan rezim atheis Bolshewik, namun pada akhirnya mereka berhasil merobohkan programnya, dan sekarang sudah berusia 1000-tahun usia peperangan antara orang Kristen Rusia dengan Yahudi Khazar dan sedang mencapai klimaksnya.
Pada tanggal 19 Agustus 1979, Rabbi Joel Teitelbaum mati di New York. Dia mati pada pagi hari dan dikuburkan sore hari pada hari yang sama. Pemberitahuan yang sangat mendadak, namun 100.000 orang pria Yahudi datang pada saat penguburan. Sulit untuk dibayangkan, karena pemberitahuan yang mendadak itu lebih dari seratus ribuan orang lagi yang tidak dapat datang. Satu bulan kemudian, pada tanggal 18 September, pengikutnya menaburkan bunga di tugu peringatan, dan dengan jalan memasang iklan dalam surat kabar “New York Times,” yang jelas persannya di katakan untuk orang Yahudi. Iklan itu memuat pernyataan yang diantaranya dikutip, mengatakan:
“Dia adalah seorang pemimpin semua orang Yahudi dimana saja yang tidak perlu dipersoalkan lagi, yang tidak terjangkiti faham Zionis;” dan juga, dikutip:
“Dengan keberaniannya yang sangat jarang pada masa kini, dia menyebut negara Zionist ‘sebuah karya Setan’, sebuah penghujatan dan penghinaan kepada Tuhan.’ Menurutnya, menumpahkan darah untuk kepentingan negara Zionis adalah menjijikan.”


Kata-kata ini diucapkan oleh Yahudi Orthodox pada saat bela sungkawa kematian pemimpinnya. Dan penguasa baru Kristen Rusia akan setuju, bagi mereka juga negara Zionis Israel dianggapnya sebagai palsu, jahat dan berbahaya serta memperdayakan sama-sama baik Kristen maupun Yahudi. Negara Khazar yang disebut “Kerajaan Yahudi” [Khazaria] seribu tahunan yang lalu adalah parasit, hidup dari hasil upeti dari rakyat yang ditaklukannya. Demikian juga dewasa ini, kelangsungan hidup Israel tergantung atas aliran bantuan yang tidak pernah berhenti dari luar. Left unchecked, bangsa Rusia percaya bahwa Yahudi Khazar akan menghancurkan agama Kristen dengan bantuan Zionisme ; jadi penguasa Kristen Rusia sedang melakukan perlawanan terhadap musuh seribu tahunnya bangsa Khazars.
Kami orang Amerika yang menyebut diri kami sebagai orang Kristen tidak cukup peduli untuk membuka mata mencoba menyelematkan negeri kita sendiri, atau mempertahankan keyakinan kita. Dengan demikian wilayah kita menjadi ajang pertempuran antara orang Kristen Rusia dan musuhnya yang mematikan Bolshewiks dan Zionis. Dan suka atau tidak kita dikejar dalam perang habis-habisan ini.
(Source: Dr Peter David Beter’s Audio Letter #50. Transcribed by Amber Clark and published in the Wisconsin Report, October 25, 1979).
(Saya kira Rusia masih dikuasai Yahudi Khazars)
Sumber

Nah bangsa inilah Gog Magog sebenarnya keturunan dari Yafet dan Orang terkaya di dunia Rothschild yang mempunyai World Bank dan menguasai 90% Bank Dunia adalah Yahudi Khazar atau Gog Magog.