Tag Archive: israel


B’nai B’rith


B’nai B’rith adalah salah satu perkumpulan Fremasonry modern yang termaju. Perkumpulan ini merupakan sayap Freemasonry yang paling ekstrem. Prinsip dan tujuannya tidak banyak berbeda dengan organisasi induknya, Freemasonry. Pengabdiannya, pada dasarnya berupa dukungan penuh terhadap gerakan zionisme internasional. 

Tanggal 13 Oktober 1843, seorang Yahudi Jerman asal Hamburg, Henry Jones, memimpin sepuluh orang Yahudi berimigrasi ke New York. Mereka memperoleh izin mendirikan sebuah perkumpulan. Sejak tahun 1865 perkumpulannya tersebut berupaya keras agar dapat eksis di Palestina. Maka pada tahun 1888 didirikanlah perkumpulan Yahudi pertama, B’nai B’rith. Istilah B’nai B’rith sendiri berasal dari bahasa Ibrani. Di antara tokoh-tokohnya yang terkenal adalah Nahum Sococlov, Dasnicov, Cahim Nachman, David Yellin, Meir Berlin, Chaim Weizmann, dan Jad Framkin.

Mereka berjuang mendirikan semacam koloni kecil Yahudi di Palestina. Perkampungan Yahudi pertama yang mereka dirikan adalah perkampungan Mutsa di dekat al-Quds (Jerussalem) pada tahun 1894. Dengan demikian mereka telah membentuk cikal bakal negeri Israel yang eksis sekarang ini.

Tokoh dunia psikologi yang terkenal dengan teori psikoanalisisnya, Sigmund Freud (1856-1939), yang juga adalah seorang Yahudi, turut bergabung ke dalam B’nai B’rith. Bahkan ia dikenal sebagai orang yang aktif menghadiri berbagai pertemuan organisasi ini.

Pada tahun 1913 M, sebuah perkumpulan yang bertujuan memerangi gerakan pencemaran, penghinaan, dan perusakan terhadap nama baik. Yahudi pub didirikan. Philip Kluznick dipilih menjadi ketuanya yang pertama. Ia ditunjuk sebagai Utusan Amerika Serikat (AS) untuk Majelis Umum PBB pada masa pemerintahan Presiden AS, Dwight David “Ike” Eisenhower.

John Foster Dulles, Menteri Luar Negeri AS tahun 1958, adalah seorang Kristen prostestan yang turut hadir dalam pertemuan yang diselenggarakan oleh B’nai B’rith pada tanggal 8 Mei 1956. Dalam pertemuan tersebut ia mengatakan, “Peradaban Barat, pada dasarnya tegak di atas landasan keyakinan Yahudi mengenai tabiat rohani manusia. Karena itu negara-negara Barat harus mengerti tentang kewajiban membela peradaban yang berpusat di Israel ini dengan sungguh-sungguh.” Para Presiden AS sering terlihat memuji segala kegiatan dan aktivitas organisasi ini.

Pemikiran dan Doktrin

B’nai B’rith memiliki sejumlah slogan yang biasa diketengahkan, seperti:

  • Cinta, kebaikan, dan bekerja mewujudkan kesejahteraan umat manusia.
  • Menolong orang-orang yang lemah, lanjut usia, dan yang memerlukan pertolongan, serta membangun rumah-rumah sakit.
  • Membangun asrama-asrama di seluruh penjuru dunia.
  • Membela hak asasi manusia.
  • Mencegah penghinaan terhadap Yahudi.
  • Menumbuhkan rasa kasih sayang terhadap sesama Yahudi yang tertindas.
  • Mengembangkan tukar-menukar kebudayaan dan keagamaan bagi pelajar dan mahasiswa Yahudi melalui The Hillel Foundation.
  • Memberikan pengarahan di bidang pelatihan ketrampilan.
  • Membuka dialog dengan pejabat-pejabat peerintahan mengenai masalah hak sipil, imigrasi, dan penindasan.

Namun di balik slogan-slogan tersebut, sebenarnya ada agenda dan tujuan lain yang berusaha direalisasikan, yaitu :

  1. Mereka sadar bahwa diri mereka adalah orang Yahudi. Karenanya satu-satunya tugas mereka dalam gerakan ini adalah mengangkat bangsa Yahudi agar menguasai dunia.
  2. Mendukung gerakan Freemasonry internasional dalam seluruh rencana dan programnya.
  3. Mendukung eksistensi Israel di Palestina dan mendorong orang-orang Yahudi agar berimigrasi ke sana.
  4. Berusaha menghancurkan eksistensi moral para pemimpin agama dan pemimpin nasional selain Yahudi.
  5. Bekerjasama dengan Freemasonry dan Zionisme dalam menyulut api peperangan dan fitnah. Karena itu mereka telah memainkan peranan yang sangat besar dalam Perang Dunia I.
  6. Menyerang Hitler dan pemerintahannya ketika ia tampil memegang kendali kekuasaan.
  7. Peranan mereka sangat berbahaya dalam prolog Perang Dunia II.
  8. Menghimpun berita dan menduduki pusat-pusat kekuasaan yang sangat sensistif di beberapa negara. Di samping itu mereka juga memiliki organisasi bawah tanah dalam negeri dan jaringan kaki tangannya.
  9. Menembus jauh ke dalam struktur kehidupan Amerika dan Inggris. Bahkan mampu mengendalikan urusan sosial, politik, dan ekonomi kedua negara di atas.
  10. Menggunakan harta kekayaan, seks, dan propaganda terencana guna mencapai tujuan yang dikehendaki.
  11. Membendung setiap usaha menyaingi Yahudi dan menculik para penulis yang dianggap merusak citra mereka, sehingga semua orang tunduk terhadap “kehebatan” Yahudi.
  12. Dalam pertemuan yang diselenggarakan di kota Bassel, Swiss, pada tahun 1897, ketua delegasi B’nai B’rith mengatakan, “Pada suatu masa pasti akan datang di mana orang-orang Masehi sendiri akan segera meminta kepada Yahudi untuk menerima kendali kekuasaan.”
  13. B’nai B’rith mendapatkan kursi delegasi di PBB melalui keanggotaannya dalam Bidang Koordinasi Organisasi-organisasi Yahudi.
  14. Pimpinan puncak organisasi dipilih setiap tahun. Hal itu ditentukan oleh Dewan Tertinggi yang terdiri dari utusan daerah (lokal). Ada pula komisi organisasi dan administrasi, serta para direktur yang tururt dalam administrasi organisasi.

Akar Pemikiran dan Sifat Ideologinya
B’nai B’rith merupakan sebuah organisasi Yahudi yang poros akidah dan pemikirannya adalah Talmud. Sedangkan landasan pokok operasional untuk mencapai berbagai tujuannya adalah Protokolat Hakim-hakim Yahudi. Dan yang jelas, masalah asasi yang harus diwujudkan oleh organisasi ini ialah terwujudnya ambisi Freemasonry.

B’nai B’rith –sebagaimana sekte Yahudi lainnya– mungkin tidak menganut suatu paham geo-kultural, karena bangsa Yahudi secara umum tidak pernah berkuasa atas suatu negeri dan menguasai suatu wilayah geografis secara berarti dalam jangka waktu yang cukup lama. Tetapi mereka menganut paham kultural-keagamaan yang sangat dikotomis, yang membagi umat manusia atas diri mereka sendiri sebagai “Bangsa pengemban perjanjian (dengan Tuhan)” (B’nai B’rith – “The Children of the Covenant“), sedangkan semua manusia lain adalah “gentile” (pelayan), tidak saja dalam arti “bangsa” seperti makna menurut aslinya dalam bahasa Ibrani, tapi juga dalam isyaratnya yang bernada merendahkan bangsa-bangsa selain bangsa Yahudi. Mereka di masa Israel kuno memandang semua orang lain secara moral jahat dan kotor. Kaum Mormon mengoper pandangan itu untuk menyebut yang selain mereka sendiri sebagai “gentile”. (Lihat: Encyclopaedia Americana, CD Rom 1999, s.v. “Gentile”).

Di samping itu, usaha menguasai perekonomian merupakan plot lama yang terus dilaksanakan. Cara ini sebagaimana yang ditempuh oleh konspirasi Illuminati (Freemasonry). Amerika sendiri telah dipengaruhi oleh konspirasi Illuminati untuk plot “One World Government” atau yang diistilahkan juga “Tata Dunia Baru“.

Ada empat elemen utama yang diarahkan oleh House Of Rothchilds (elite Freemasonry dan B’nai B’rith) dalam usaha untuk menguasai Amerika, yaitu:

  1. Yang terpenting, pengendalian sistem moneter Amerika. Cara yang digunakan oleh Jacob Schiff –agen utama House of Rothschild yang mendapat mandat khusus– untuk menguasai ekonomi di Amerika mungkin agak “unik” karena mereka tidak menggunakan taktik menyerang mata uang, sebaliknya mengambil kesempatan dengan menguasai jawatan yang mengurusi kemudahan infrastruktur dan industri-industri berat yang melibatkan sirkulasi keuangan dalam jumlah besar. Kebetulan pada waktu itu AS sedang bergelut dengan Perang Sipil dan alokasi anggaran belanja negara terkonsentrasi untuk biaya perang. Maka hal ini menjadi salah satu peluang yang diambil oleh Jacob Schiff untuk menguasai ekonomi Amerika.
  2. Menemukan orang yang tepat, yang dengan membayar “sejumlah harga” ia mau menjadi pelayan bagi kepentingan konspirasi yang lebih besar. Selanjutnya orang tersebut didukung untuk menduduki posisi penting pada pemerintahan federal AS, Kongres, Mahkamah Agung, dan seluruh komponen birokrasi federal.
  3. Menciptakan kelompok minoritas dengan memanfaatkan sentimen kesukubangsaan, dengan memisahkan antara kelompok kulit putih dan kulit hitam.
  4. Mendukung sutu pergerakan yang bertujuan menghancurkan berbagai kepentingan keagamaan di A, terutama kepentingan Kristen.

Hal-hal di atas terutama berlangsung semenjak 1840-an dan sukses dijalankan semenjak akhir Perang Saudara AS hingga sekarang (sebagaimana yang dijelaskan oleh Myron Fagan).

Penyebaran dan Kawasan Pengaruhnya
B’nai B’rith didirikan di New York, kemudian tersebar ke hampir seluruh AS, Inggris, Jerman, dan Perancis. Pengaruh organisasi ini sangat kuat di negara-negara tersebut. Cabang-cabangnya hampir tersebar hingga Australia, Afrika, dan sebagian negara-negara Asia.

Di Mesir telah didirikan dua buah perkumpulan, yaitu Maghin David No. 436, yang Anggaran Dasarnya ditulis dalam bahasa Arab, dan Memont No. 365 yang Anggaran dasarnya ditulis dalam bahasa Jerman.

Wallahu a’lam.

Sumber:
  1. Lembaga Pengkajian dan Penelitian WAMY, Gerakan Keagamaan dan Pemikiran, Al-Ishlahy Press, Jakarta.
  2. William G. Carr, Yahudi Menggenggam Dunia, Al-Kautsar, Jakarta.
Iklan

 

Saksi Yehova adalah sebuah organisasi internasional yang berdasarkan kepada prinsip merahasiakan organisasi, dan memunculkan ide ke permukaan, baik yang bersifat agamis ataupun politis.

Muncul di Amerika Serikat pada pertengahan kedua abad ke-19. Organisasi ini mengklaim sebagai organisasi Masehi. Tapi dalam kenyataannya adalah organisasi yang terang-terangan di bawah dominasi Yahudi, dan aktif atas biaya mereka. Organisasi ini lebih dikenal; sejak tahun 1931 M.

Dan secara resmi telah diakui di Amerika Serikat, sebelum kemunculannya dengan nama tersebut pada tahun 1844 M.

Sejarah Berdiri dan Tokoh-tokohnya
Saksi Yehova didirikan tahun 1874 M, oleh seorang pendeta, Charles Taze Rusell (1862 – 1916 M). Pada waktu itu dikenal dengan nama “Aliran Russselisme” dan “Pengkaji-pengkaji Baru Injil”.

Charles Taze Russel dilahirkan pada tanggal 16 Februari 1852 di Pennsylvania, Amerika Serikat. Pada tahun 1870, ia membentuk suatu Bible Class (= Kelas Alkitab), dan pada tahun 1876 ia diangkat menjadi pendeta oleh grup tersebut. Pada tahun 1879, ia mulai menerbitkan majalah kemudian menulis buku.

Pucuk pimpinan Saksi Yehova selanjutnya digantikan oleh Joseph Franklin Rutherford (1869-1942 M), yang pada tahun 1917 M, mengarang sebuah buku “Jatuhnya Babil“. Babil adalah sebuah lambang bagi semua organisasi yang ada di dunia. Di bawah pimpinannya, pada tahun 1931, nama Saksi Yehova mulai dipakai. Nama ini didasarkan atas Yes 43:10-12. Ia mati pada tanggal 8 Januari 1942, dan diganti oleh Natan Homer Knorr (1905 M).

Knorr mulai mengenal ajaran Saksi Yehovah pada waktu ia masih ada di Sekolah Menengah Atas. Pada tahun 1942 ia menggantikan Rutherford menjadi pemimpin Saksi Yehovah. Pada masa Knorr, sekte ini mampu menjadi sebuah negara di dalam negara. Ia mati pada bulan Juni 1977, dan digantikan oleh Frederick W. Franz.

Lembaga penerbitan mereka disebut ‘Perkumpulan Siswa-siswa Alkitab’; dulu letaknya di Batuceper no 47, Jakarta. Sekarang sudah tidak lagi di sana, karena sekarang di Indonesia mereka termasuk organisasi terlarang (1976).

Ajaran Saksi Yehovah kelihatannya lebih sederhana dan lebih mudah diterima oleh akal dibandingkan dengan ajaran kristen (khususnya tentang konsep Trinitas). Hal ini menyebabkan banyak orang Kristen yang dari dulu selalu bingung/tidak mengerti tentang doktrin Trinitas menjadi pengikut mereka.

Dari tahun 1942-1952 (hanya dalam 10 tahun!) jumlah orang-orang Saksi Yehovah meningkat secara luar biasa:

  1. di Amerika Serikat meningkat 2 x lipat.
  2. di Asia meningkat 5 x lipat.
  3. di Eropa meningkat 7 x lipat.
  4. di Amerika Selatan meningkat 15 x lipat.

Kalau ada yang bertanya, “Mengapa mereka bisa bertumbuh begitu pesat?“, maka salah satu jawabnya adalah karena orang Saksi Yehovah tidak membedakan antara Pendeta dengan orang awam. Hampir semua orang Saksi Yehova dilatih untuk memberitakan ‘Injil’ dan 65 % anggota-anggota Saksi Yehova aktif memberitakan ‘Injil’ (bandingkan dengan orang Kristen yang menurut statistik hanya 0,5 % yang memberitakan Injil).

Orang Saksi Yehova menggunakan literatur dengan luar biasa hebatnya. Dimulai pada tahun 1879 (saat itu judulnya adalah The Herald of the Morning) dengan jumlah hanya 6000 exemplar / bulan. Pada tahun 1976 sudah mencapai 10 juta exemplar / bulan, dan sudah diterjemahkan ke dalam 79 bahasa. Pada tahun 1985 mencapai 17,8 juta exemplar / bulan, dan diterjemahkan ke dalam 106 bahasa. Majalah Awake! (= Sadarlah!) pada tahun 1976 mencapai 9 juta exemplar / bulan. Pada tahun 1985 mencapai 15,6 juta exemplar / bulan dan diterje-mahkan ke dalam 34 bahasa. Dari kategori majalah agama, kedua majalah ini pernah menduduki ranking I dan ranking II di seluruh dunia!

Pemikiran dan Doktrin-doktrinnya

Berikut ini adalah pokok-pokok pikiran dari Saksi Yehovah:

  1. Diyakini, bahwa Yahudi adalah Tuhan bagi mereka, dan Isa adalah “Presiden” bagi kerajaan Allah.
  2. Diyakininya kitab suci orang-orang Kristen, tetapi ditafsirkannya menurut kepentingan mereka sendiri.
  3. Taat buta kepada pemimpin-pemimpin mereka.
  4. Dieksploitasiikannya nama Al Masih dan kitab suci untuk mencapai tujuan mereka, yaitu menegakkan sebuah negara agama duniawi untuk menguasai dunia.
  5. Tidak dipercayainya akhirat dan neraka. Diyakininya, bahwa surga itu akan berada di dunia, dalam kerajaan mereka.
  6. Diyakininya, sudah dekatnya masa perang pembebasan yang dipimpin oleh Yesus Kristus, sementara mereka adalah prajurit-prajuritnya yang akan menghancurkan semua penguasa yang ada di bumi.
  7. Dipetiknya dari kitab suci, bagian-bagian yang menumbuhkan rasa cinta kepada Israel dan Yahudi, kemudian disebarkannya.
  8. Tidak dipercayainya ruh dan keabadiannya. Dan mereka mempunyai kuil khusus untuk mereka sendiri yang disebut “Aula Kerajaan” atau “Rumah Tuhan”.
  9. Persaudaraan umat manusia hanya terbatas pada mereka sendiri tanpa adanya manusia lain.
  10. Diperanginya sistem dan perundang-undangan buatan manusia, dan dikumandangkannya sikap membangkang. Dimusuhinya semua agama kecuali agama Yahudi. Dan ketua-ketua mereka semuanya adalah Yahudi.
  11. Diakuinya kesucian kitab-kitab yang dianggap suci oleh Yahudi, yaitu 19 buah kitab. Diyakininya trinitas, dan ditafsirkannya dengan: Yehova, Tuhan Anak, dan Ruhul Qudus.
  12. Seorang anggota dalam organisasi ini melewati beberapa tahapan yang sulit, dan untuk mencapainya harus memenuhi persyaratan-persyaratan yang kejam dan berat.

Di samping itu, Saksi Yehovah memiliki sejumlah ciri-ciri fisik sebagaimana di bawah ini:
Membangun sebuah menara, yakni sebuah kubah yang berpojok tujuh, yang menjadi lambang Yahudi, baik lambang agama maupun lambang nasional. Membangun bintang enam, yang juga merupakan lambang Yahudi.

Membangun nama “Yehova”, dan ditulisnya dengan bahasa Ibrani. Yehova adalah Tuhan menurut Yahudi. Diantara kitab-kitab Organisasi Saksi Yahova :

  1. Sebuah majalah yang terbit dengan nama “Monumen Pengawasan Zionis” berbicara atas nama mereka. Kemudian majalah itu dirubah namanya menjadi “Monumen Pengawasan” untuk menyembunyikan kata Zionis.
  2. Berita yang baik tentang kerajaan (masuknya adalah kerajaan mereka yang diimpikan).
  3. Dasar kepercayaan terhadap dunia baru.
  4. Telah dekat masanya pengobatan umat.
  5. Hidup dengan mengharapkan sistem yang adil dan baru.
  6. Akar Pemikiran dan Keyakinannya

Mereka bisa dikategorikan sebagai sekte Masehi yang menyendiri dalam sebuah faham yang spesifik. Tetapi dalam kenyataannya, mereka dalam dominasi Yahudi secara nyata, dan mengadopsi keyakinan-keyakinan Yahudisme sekeseluruhan, dan bekerja aktif untuk kepentingan Yahudi. Mereka terpengaruh dengan para filosof kuno, khususnya para filosof Yahudi. Mereka mempunyai hubungan yang erat dengan Israel, dan organisasi-organisasi Yahudi Internasional, seperti Massonisme. Mereka mempunyai hubungan kerja sama dengan organisasi-organisasi missionaris Kristen, organisasi-organisasi Komunis dan Sosialis Internasional. Mereka mempunyai hubungan yang erat dengan orang-orang yang berpengaruh dari Yahudi dan Amerika.

Penyebaran dan Kawasan Pengaruhnya
Hampir tak ada satu negara pun di dunia ini yang terlepas dari aktifitas organisasi bawah tanah yang berbahaya ini. Markas mereka berpusat di Amerika, distrik Broklyn-New York, dengan alamat :124 Columbia Heights, Brooklyn New York, USA. Negara-negara yang ada aktivitas mereka sampai tahun 1955 M, mencapai 158 negara, waktu itu anggotanya berjumlah 632.929 orang. Propagandisnya berjumlah 1.814 orang. Oleh karena itu, berapakah gerangn jumlah mereka sekarang ?

Sebagian negara yang tahu bahaya aktifitas mereka, maka aktifitas mereka dilarangnya. Negara-negara itu antara lain: Singapore, Libanon, Cote d’ Ivoire, Filipina, Iraq, Norwegia, Kamerun, Cina, Turki, Swiss, Rumania, dan Belanda. Namun mereka masih mempunyai aktivitas di negara-negara tersebut dengan cara khusus dan rahasia. Adapun di negara-negara Afrika dan dunia Islam, pada umumnya mereka bekerja sama dengan organisasi-organisasi missionaris Kristen.

Diterbitkannya beribu-ribu buku, brosur dan surat kabar dan dibagi-bagikannya dengan cuma-cuma. Sesuatu yang menunjukan kekuatan aset keuangan mereka. Mereka juga mempunyai sekolah khusus untuk mereka sendiri, perkebunan, penerbitan dan pers. Masing-masing biro tersebut memiliki manajemen sendiri-sendiri. Mereka mempunyai kantor-kantor penerjemah dan pengarang, dan mempunyai tim ahli keagamaan untuk menafsirkan kitab-kitab suci sesuai dengan kepentingan mereka. Mereka mempunyai kerja sama yang besar dengan organisasi kedutaan, yang bekerja aktif untuk kepentingan Yahudi.

Organisasi ini, bisa mengambil manfat dari anggotanya untuk aktif sebagai intel, mata-mata dan agen propaganda. Wallahu a’lam.

Sumber:
  1. Lembaga Kajian dan Penelitian WAMY, Ensiklopedi Mini tentang Gerakan Keagamaan dan Pemikiran, Al-I’tishom & Al-Ishlahy, Jakarta, 2002.
  2. Pusat Informasi dan Komunikasi Islam (Alislam.or.id).

Darimana Asal Saksi Yehova/Yehuwa?

Sejarah saksi Yehova berkisar pada 3 orang Amerika: Charles Taze Russell, Joseph Franklin Rutherford dan Nathan Homer Knorr.

1.Charles Taze Russell
Charles Taze Russell lahir di kota Pittsburgh, negara bagian Pennsylvania, pada tahun 1852. Ia di-didik di sekolah-sekolah umum dan oleh guru-guru pribadi. Charles dan orang tuanya adalah anggota gereja yang giat. Pada usia muda, ia mulai tertarik akan soal-soal theologia. Ia juga aktif dalam pekabaran Injil setempat.
Ketika Charles berumur belasan tahun, ia meninggalkan gereja dan mengaku sebagai orang yang tidak beragama. Hal yang membuat pikirannya susah adalah doktrin adanya neraka dan hukuman bagi orang-orang jahat. Jika Allah adalah kasih—demikian pemikiran Charles T Russell—pasti Ia (Allah) tidak akan menyuruh seseorang untuk masuk ke tempat penyiksaan abadi.

Charles T Russell lalu belajar macam-macam agama. Dalam tiap kepercayaan ia menemukan suatu kepuasan. Lalu ia menghadiri pertemuan di gereja Advent (meski ia tidak mau mengakui pengaruh doktrin gereja Advent pada ajaran-ajarannya). Pada umurnya yang masih dua puluhan, ia berkeyakinan kalau Tuhan telah menunjuk ia sebagai satu-satunya penafsir Alkitab yang benar. Semua aliran kristen adalah salah, begitu pendapatnya. Ketika ia mulai memimpin suatu kelas Alkitab, siswa-siswanya menamakan ia “Pdt Russell”, walau ia belum pernah ditahbiskan.

Pada tahun 1879 Russell mulai menerbitkan majalah Menara Pengawal, yang masih beredar hingga kini. Beberapa tahun kemudian ia mengorganisir gerakannya secara resmi. [perhatikan! bahwa nama saksi Yehovah belum terpikirkan pada masa permulaan itu]. Russell adalah seorang pendekar agama yang giat. Ia bepergian ke mana-mana, baik di Amerika serikat maupun negara-negara lain, sambil mendirikan pos-pos alirannya yang baru. Banyak buku dan surat selebaran yang ia karang. Ia mengirim penceramah-penceramah secara teratur untuk menyebarkan ajaran-ajarannya. Ia juga menulis di kolom-kolom surat kabar.

Sayang, kehidupannya tidak sesuai dengan ajarannya sendiri. Ny. Russell (istrinya) pernah menuntut suaminya untuk diceraikan. Karena hubungannya dengan seorang wanita bernama Rose Ball. Ia menyangkal tuduhan itu, dan baru mengaku ketika ia terjepit. Setelah peristiwa perceraian itu, Russell ditangkap karena ia memindahkan hak milik harta bendanya kepada perseroan-perseroan dan lembaga-lembaga yang dikuasainya secara mutlak. Hal itu dilakukannya supaya dapat menghindarkan diri dari membayar uang penyelesaian perceraian kepada istrinya.

Sebuah surat kabar di kota New York pernah menuduh bahwa Russell menjual “gandum ajaib” seharga kira-kira 4 kali lipat harga pasaran. Ketika di pengadilan, ia mengakui hal tersebut.

Pada tahun 1912, seorang pendeta gereja Baptis bangsa Kanada menerbitkan surat selebaran yang menyerang ajaran C.T. Russell. Russell lalu menuntut pendeta Baptis itu. Namun hakim akhirnya membenarkan isi dan makna terbitan itu.

Tak mengherankan bahwa ada saksi Yehova sendiri yang tidak mengakui hubungan mereka dengan Charles Taze Russell. Mereka menolak nama julukan yang dulunya diberikan kepada aliran mereka, yaitu: “Russellisme”. Walaupun demikian, pendeta dan sarjana Alkitab gadungan itu masih tetap dijunjung tinggi dalam tulisan-tulisan saksi Yehova.
Russell dan pengikut-pengikutnya berkali-kali meramalkan bahwa dunia akan berakhir pada tahun 1914. Ketika ramalan ini meleset, gerakan itu hampir punah. Jumlah peredaran terbitan-terbitan mereka berkurang dari 71 juta eksemplar dalam tahun 1914 menjadi 30 juta dalam tahun 1916.
Dalam tahun 1916 itu juga, Charles Taze Russell meninggal. Meski kecewa dan bingung atas kegagaln ramalannya, ia masih tetap bergiat. Ia meninggal pada waktu naik kereta api, sedang bepergian untuk menyebarkan doktrin-doktrinnya.

2.Joseph Franklin Rutherford
Joseph Franklin Rutherford dilahirkan di daerah pertanian, di negara bagian Missouri, pada tahun 1869. ayahnya membujuk ia untuk menjadi petani, tetapi pemuda itu ingin terus menuntut ilmu. Akhirnya ayahnya setuju, jika Joseph dapat menggaji seorang buruh sebagai gantinya, serta membayar sendiri uang kuliahnya. Dari seorang teman, ia meminjam uang yang dibutuhkan, dan ia mulai belajar mandiri pada umur 16 tahun.
Setelah tamat dari perguruan tinggi, J.P. Rutherford berguru pada seorang sarjana hukum yang tersohor. Kemudian ia menjadi seorang penulis pengadilan, lalu advokat, dan akhirnya seorang hakim. Karena jabatannya itu, ia tetap digelari orang: “Hakim Rutherford” sepanjang umurnya.

Pada tahun 1894, Rutherford membeli 3 buku karangan C.T. Russell. Beberapa tahun kemudian, ia sempat berkenalan secara pribadi dengan pengarang itu. Pada tahun 1906, baik Rutherford maupun istrinya membaktikan diri mereka kepada gerakan Russell. Tahun berikutnya, Russell menunjuk Rutherford sebagai salah seorang penceramah yang dikirimnya ke sana-ke mari. Dalam tahun-tahun itu juga, Rutherford sering diminta untuk membela langganannya di depan meja hijau. Ia berhasil baik sebagai pejuang bidatnya, yang dikenal pandai berpidato.
Hanya 2 bulan setelah kematian Russell, Rutherford ditunjuk sebagai penggantinya. Masa itu adalah masa yang gelap bagi gerakannya. Banyak anggota yang mundur setelah gagalnya ramalan hari kiamat pada tahun 1914, serta meninggalnya orang yang telah meramalkannya. Lagipula Rutherford menolak pemberian hormat kepada bendera negara atau kewajiban masuk militer. Dalam suasana tegang selama perang dunia I, ia dengan beberapa rekannya dipenjarakan.

Setelah dibebaskan pula (pada tahun 1919), Rutherford lebih giat lagi dalam menyebarkan doktrin-doktrin Russell, ditambahi dengan ajaran-ajarannya sendiri. Selama 25 tahun sebagai ketua gerakannya, ia menghasilkan rata-rata sebuah buku tiap tahun. Selain banyak surat selebaran dan artikel majalah. Ia pun mendirikan majalah populer Sedarlah! Sebagai pelengkap Menara Pengawal.
Ceramah-ceramah Rutherford disiarkan melalui jaringan radio yang paling luas yang pernah dipakai pada masa itu untuk siaran keagamaan. Piringan-piringan hitam khotbahnya diputar oleh pengikut-pengikutnya pada saat mereka berkunjung dari rumah ke rumah.
Dalam pertemuan antar bangsa dari aliran Rutherford yang diselenggarakan pada tahun 1931, untuk pertama kali bidat itu mulai memakai nama “Saksi Yehova/Yehuwa.” Nama itu berdasarkan nubuat dalam Yesaya 43:10-12, yang (menurut anggapan mereka) telah digenapi dengan adanya gerakan mereka. Nama “Yehuwa” untuk Tuhan Allah, mereka memetik dari terjemahan-terjemahan lama (seperti misalnya Kejadian 15:3 dalam terjemahan bahasa Indonesia karya Klinkert).
Pada saat J.F. Rutherford meninggal dalam tahun 1942, ia sudah terlebih dulu memilih penggantinya sebagai ketua saksi Yehova/Yehuwa.

3.Nathan Homer Knorr
Sama seperti C.T. Russell dulu, Nathan Knorr dilahirkan di negara bagian Pennsylvania, di kota Bethlehem, pada tahun 1905. Ketika belajar di SMA, untuk pertama kalinya ia mengenal ajaran saksi Yehova.
Sama seperti kebanyakan saksi Yehova/Yehuwa, Nathan Knorr tidak meneruskan pendidikannya di sekolah tinggi. Ia diterima sebagai pekerja di penerbitan gerakannya (saksi Yehova) di kota New York, dan segera mulai naik pangkat.

Pada tahun 1932, ketika ia berumur 27 tahun, Knorr menjadi direktur penerbitan tersebut. Ia pun mulai berpengaruh sekali dalam usaha-usaha saksi Yehova di seluruh dunia. Ketika J.F Rutherford meninggal dunia pada tahun 1942, Knorr langsung menggantikannya.
Masa kepimpinan yang panjang dari Nathan Knorr, ditandai dengan pertumbuhan yang sangat pesat serta penataran organisasi secara kokoh. Utusan-utusan dikirim ke banyak tempat yang baru. Penyebar-penyebar ajaran saksi Yehova yang tadinya hanya sekedar memutarkan pelat-pelat perekaman suara pimpinan mereka, atas usul Knorr diberi indoktrinasi yang kuat. Dengan demikian mereka dapat menjawab pertanyaan dan keberatan yang diajukan pada mereka.

Ada 2 “prestasi” lagi dalam masa jabatan Nathan Knorr, yaitu:

1. mulai tahun 1945, Knorr mengajar bahwa transfusi darah tidak sesuai dengan Firman Tuhan. Hal ini dibuktikannya dengan beberapa ayat dalam Perjanjian Lama, yang dikutipnya di luar hubungan kalimat. Berkali-kali saksi Yehova telah dituntut ke pengadilan, karena mereka tidak mengizinkan transfusi darah untuk orang yang berada dalam pengasuhan mereka, seperti misalnya anak atau orang tua—meski menurut dokter transfusi itu diperlukan.

2. Pada tahun 1950, saksi Yehova menerbitkan Alkitab terjemahannya sendiri dari kitab Perjanjian Baru. Perjanjian Lama menyusul 10 tahun kemudian. Versi itu disebut New World Translation. Terjemahan itu sering dikutip (dengan singkatan NW) dalam terbitan-terbitan perkumpulan siswa-siswa Alkitab di Jakarta.

Indoktrinasi Saksi Yehova/Yehuwa

Saksi Yehova/ Yehuwa menggunakan 7 langkah indoktrinasi, atau rentetan pengajaran dan latihan-latihan yang bertujuan menjangkau dan meyakinkan penganut-penganut baru. Cara-cara mereka hendaknya dipelajari oleh orang Kristen, agar dapat memahami sepenuhnya metode “penginjilan” yang digunakan oleh aliran yang menyesatkan itu.

1] Menjual Bahan Cetakan
Mungkin belum pernah ada gerakan keagamaan yang lebih memanfaatkan bahan cetakan, daripada saksi Yehova. Kebanyakan buku dan majalah mereka tidak dihadiahkan, tetapi dijual; dengan demikian orang yang menerimanya merasa bahwa dia sendiri harus berikhtiar/ berusaha sedikit untuk barang yang bermutu itu. Harganya cukup pantas, karena saksi Yehova hendak menutup ongkos cetak, dan mereka biasa mencetak bahannya dalam jumlah yang cukup banyak.
Saksi-saksi Yehova bukan hanya sekedar menjual bahan cetakan; para penjual itu siap sedia untuk mengadakan diskusi dengan pembeli mengenai doktrin-doktrin mereka, dan untuk menyanggah ajaran-ajaran Kristen yang mereka anggap tidak sesuai.
Ada banyak buku dan terbitan-terbitan dari saksi Yehova. Majalah-majalah saksi Yehova/Yehuwa lebih dikenal, daripada buku atau traktat mereka. Diantaranya ialah: Menara pengawal dan Sedarlah!

2] Kunjungan Kepada Pembeli
Pemimpin-pemimpin daerah dari aliran saksi Yehova/Yehuwa membuat catatan yang teliti mengenai semua majalah dan buku yang telah dibeli orang. Lalu para pembeli itu dikunjungi, dengan harapan bahwa mereka akan membeli bahan cetakan yang lain.
Sementara itu, penjual selalu siap sedia untuk menjawab semua pertanyaan pembeli, dengan menggunakan ayat-ayat kitab suci sebagai bukti. Ayat-ayat itu ada banyak yang dikutip satu-satu serta dikutip di luar hubungan kalimat, dalam usaha untuk mengindoktrinasi pembeli agar masuk bidat itu.

3] Pelajaran di Rumah
Saksi Yehova menantikan kesempatan untuk datang ke rumah, demi menolong pembeli memahami bahan cetakan yang telah dibelinya. Mereka meyakinkan orang, bahwa mereka sudah terlatih, dan sanggup menolong untuk menjelaskan mengenai isi bacaan tersebut. Saksi Yehova bersedia untuk datang setiap saat. Dengan menggunakan buku pedoman “Karena Allah itu benar adanya”, mereka memberikan indoktrinasi sedikit demi sedikit tentang ajaran-ajaran mereka.
Biasanya pelajaran itu diberikan secara pribadi kepada calon anggota. Calon anggota tersebut harus mengalami “pencucian otak”; yaitu pikirannya harus dibersihkan dari semua paham Kristen dan ajaran Alkitab yang bertentangan dengan doktrin saksi Yehova.

4] Pelajaran Sedaerah
Sesudah pelajaran diberikan secara pribadi di rumah, maka calon itu dipimpin selangkah lebih maju, yakni: mengikuti pelajaran indoktrinasi sedaerah. Sampai disini masih belum ada tekanan terhadap calon anggota itu, agar ia hadir di sebuah “Balai Kerajaan” (nama gereja atau tempat pertemuan saksi Yehova). Dengan hati-hati, calon tersebut dipimpin setahap demi setahap, sampai ia mengalami pencucian otak dan indoktrinasi.
Kelompok belajar (studi grup) itu merupakan satu kumpulan dari semua calon anggota di daerah yang berdekatan, yaitu perhimpunan orang-orang yang sudah terlebih dahulu belajar di rumah masing-masing. Pelajaran-pelajaran diberikan oleh anggota saksi Yehova senior dan yang cukup pandai menjawab pertanyaan dan keberatan yang diajukan.

5] Undangan ke Balai Kerajaan
Calon tersebut siap untuk di-didik di Balai Kerajaan. Selain pelajaran Alkitab, disitu juga diberikan pelajaran tentang doktrin dan organisasi saksi Yehova. Dijelaskan kepada dia, tentang pekerjaan gerakan itu, serta tanggung jawabnya sendiri jika ia menjadi anggota.
Pelajaran-pelajaran di Balai Kerajaan tidak selesai-selesai. Belum pernah ada seorang pun yang tamat. Minimal seminggu sekali mereka menerima pengajaran. Ada juga pelajaran Alkitab, yang tentu saja—dengan cara saksi Yehova—yang seringkali menyimpangkan artinya.
Ada juga pelajaran berpidato, yang bermanfaat, baik dalam perkumpulan umum maupun dalam pelayanan kepada calon anggota secara pribadi. Ada juga semacam pertemuan kebaktian, dimana calon anggota itu dilatih dalam tiap segi pekerjaan saksi Yehova. Majalah Menara Pengawal merupakan bahan pelajaran yang utama.

6] Calon itu diutus sebagai Penjual
Sekarang calon itu siap untuk keluar sebagai penjual bahan cetakan. Dengan demikian ia akan mengulang kembali langkah-langkah indoktrinasi itu. Mula-mula ia diutus dengan didampingi oleh seorang anggota yang terlatih dan dapat dipercaya.
Saksi Yehova tidak membedakan antara kaum pendeta dengan kaum awam. Tiap penjual akan mengaku semacam “pendeta” atau “penginjil” yang telah ditetapkan. Memang ada anggota yang malas, sama seperti organisasi yang lain. Tapi kenyataannya, persentase anggota mereka yang keluar untuk bersaksi, mencapai rata-rata 65 persen! Di manakah kiranya ada gereja yang keanggotaannya serajin itu?

7] Calon itu dibaptiskan ke dalam Theokrasi
Saksi Yehova menggunakan istilah Theokrasi; artinya: wilayah kekuasaan ilahi. Mereka beranggapan, bahwa theokrasi atau Kerajaan Allah itu, tak lain dan tak bukan adalah organisasi mereka sendiri.
Sekarang calon itu siap dibaptiskan ke dalam theokrasi tersebut. Anehnya, saksi Yehova menyangkal Trinitas/Tritunggal, namun mereka tetap memakai rumusan pembaptisan dari Matius 28:19, yang jelas menyebutkan ketiga pribadi Tuhan Allah itu.
Sekarang calon anggota itu sudah menjadi seorang saksi Yehova yang lengkap. Ia juga siap untuk menjangkau dan meyakinkan orang-orang baru, supaya mereka mengikuti ajarannya yang sesat itu.

Saksi Yehova dan Firman Allah: Soal Terjemahan

Salah satu soal yang terbesar dalam pembahasan mengenai agama ialah, “Apakah patokan kita dalam menentukan azas-azas kepercayaan yang benar?”

Ada orang yang melandaskan kepada buku suci ini atau itu. Ada yang menjunjung tinggi perkataan-perkataan manusia, seperti misalnya titah Paus atau keputusan dewan pemimpin-pemimpin Gereja. Ada juga yang mengutamakan pimpinan Roh Kudus yang langsung diberikan-Nya kepada orang percaya.

Bila saksi Yehova ditanyai mengenai patokan kepercayaan mereka, mereka akan menjawab: “Firman Allah itulah patokan kami, yaitu Alkitab.”
Oleh karena itulah, ada banyak orang yang tertarik kepada aliran saksi Yehova. Mereka ingin mencari kebenaran dari sumber yang tepat, yaitu dari Kitab Suci yang diilhamkan oleh Tuhan Allah sendiri.

Mari kita soroti beberapa prinsip yang dipakai oleh saksi Yehova dalam menyelidiki Alkitab. Mungkin ada diantaranya yang disangkali oleh penganut saksi Yehova. Namun pada kenyataannya, telah terbukti berkali-kali bahwa prinsip-prinsip berikut ini diterapkan oleh saksi Yehova dalam memperalat Firman Allah.

1] Jika ada ayat yang kurang cocok dengan kepercayaan yang dianut, ayat itu diberi terjemahan yang dibuat sendiri, dengan alasan bahwa terjemahan itulah yang tepat menurut bahasa asli.

2] Mustahil Alkitab dibaca dengan pengertian atau ditafsirkan dengan tepat, kecuali dengan bimbingan terbitan-terbitan lainnya yang telah ditentukan.

3] Setiap ayat diberi penilaian yang sama, tidak perduli oleh siapa diucapkan mula-mula, kepada siapa, di mana, pada zaman yang mana, atau dalam keadaan bagaimana.

4] Setiap ayat biasanya ditafsirkan secara harfiah, tidak perduli apakah dalam bahasa aslinya memakai bentuk syair atau bahasa kiasan; atau, kadang-kadang sebaliknya, ayat yang mempunyai arti letterlijk yang terang justru diberi kiasan/ simbol, agar cocok dengan kepercayaan yang dianut.

5] Ayat-ayat dikutip satu-satu, lepas dari hubungan kalimat, lalu dipaksakan berderetan kembali secara kaku, menjadi bukti-bukti yang mendukung kepercayaan yang dianut.

6] Nubuat-nubuat dan bagian-bagian lain yang agak kabur artinya diutamakan—tentu saja dengan tafsiran yang dikehendaki. Sedangkan bagian-bagian Alkitab yang jelas dan mudah dipahami, kurang diperhatikan.

Mari kita paparkan cara-cara saksi Yehova.

# Terjemahan sendiri = Yang tepat
Bertahun-tahun, para penganut saksi Yehova menggunakan terjemahan-terjemahan Alkitab yang sama dengan orang lain. Tapi ada ayat-ayat yang sulit dicocokkan dengan ajaran bidat itu. Mungkin itu sebabnya pemimpin-pemimpin bidat ini, mulai memikirkan terjemahannya sendiri.

Sejak masa C.T. Russell, pendiri bidat itu, ada juga suatu terjemahan yang banyak mempengaruhi mereka, yaitu The Emphatic Diaglott, karya Benyamin Wilson. Kata Diaglott berarti dua bahasa; karangan itu terdiri dari kitab Perjanjian Baru dalam bahasa aslinya, yaitu bahasa Yunani, dengan terjemahan dalam bahasa Inggris kata demi kata yang dicetak diantara baris-baris bahasa aslinya.

Siapakah Benyamin Wilson itu? Anehnya, saksi Yehova tidak mau banyak membicarakan dia. Ternyata Benyamin Wilson bukanlah seorang sarjana Alkitab yang diakui, melainkan seorang penganut bidat lain lagi, yaitu aliran Kristadelphia, yang didirikan pada tahun 1848. Bidat Kristadelphia itu belum pernah menjadi besar dan terkenal seperti bidat saksi Yehova. Akan tetapi, terjemahan Perjanjian Baru dua bahasa tadi masih banyak dipakai oleh saksi Yehova.

Baru pada tahun 1950, keluarlah The New World Translation of the Holy Scriptures, bagian Perjanjian Baru; Perjanjian Lama menyusul pada tahun 1960, dan keseluruhannya direvisi dan diterbitkan lagi pada tahun 1961.
The New World Translation of the Holy Scriptures yang lengkap (PL+PB) diterbitkan tahun 1961 adalah revisi pertama dari edisi sebelumnya dan setelah direvisi kedua kali pada tahun 1970, direvisi kembali pada tahun 1971, dan akhirnya direvisi secara menyeluruh menjadi edisi yang diterbitkan pada tahun 1984.

Siapakah para penterjemah versi New World itu? Lama sekali nama-nama mereka dirahasiakan. Akhirnya, dalam rangka suatu perkara hukum yang diadili di Skotlandia, diumumkan bahwa penterjemahnya ada 5 orang. Salah satu diantaranya adalah Nathan H Knorr, ketua aliran itu, yang riwayatnya telah diuraikan dalam pasal 2 diatas. Diantara mereka semua, tidak ada seorang pun yang sungguh ahli dalam bidang-bidang kesarjanaan yang mutlak diperlukan untuk tugas menterjemahkan Alkitab.

Terjemahan New World sudah berkali-kali dibuktikan salah—bukan hanya salah karena tidak tahu benarnya, melainkan juga salah karena sengaja memalsukan atau menyelewengkan arti yang benar. Namun demikian, saksi Yehova sering mengutip Alkitab versi ini (NW).

Mari kita lihat bagaimana Alkitab versi “Terjemahan Dunia Baru” (NW) tidak dapat dibenarkan. Sebagai bahan perbandingan, digunakan Alkitab Terjemahan Baru Lembaga Alkitab Indonesia (TB-LAI) dan Alkitab Terjemahan Lama (TL).

Adapun Alkitab “Kitab Suci Terjemahan Dunia Baru”(NW) versi Saksi Yehova ini berdasarkan edisi revisi bahasa Inggris tahun 1984, yang telah dialih bahasakan ke bahasa Indonesia, cetakan 2006.

Dalam kutipan-kutipan dari terjemahan saksi Yehova ini, redaksi telah memasukkan huruf-huruf miring untuk menunjukkan bagian-bagian yang telah dibuat menyimpang.

Salah satu soal terbesar yang harus dihadapi oleh saksi Yehova ialah: Perjanjian Baru jelas mengajarkan ke-ilahian Kristus, padahal mereka (saksi Yehova) jelas-jelas menolak hal itu.

Filipi 2
[NW]
2:5 Peliharalah sikap mental ini dalam dirimu, yang juga ada dalam Kristus Yesus,
2:6 yang, walaupun ada dalam wujud Allah, tidak pernah mempertimbangkan untuk merebut kedudukan, yakni agar ia setara dengan Allah.
2:7 Tidak, tetapi ia mengosongkan dirinya dan mengambil wujud seorang budak dan menjadi sama dengan manusia.
2:8 Lebih daripada itu, ketika ia berada dalam wujud sebagai manusia, ia merendahkan dirinya dan taat sampai mati, ya, mati pada tiang siksaan.
2:9 Untuk alasan ini juga Allah meninggikan dia kepada kedudukan yang lebih tinggi dan dengan baik hati memberinya nama di atas setiap nama lain,

[TB-LAI]
2:5 Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus,
2:6 yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan,
2:7 melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia.
2:8 Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib.
2:9 Itulah sebabnya Allah sangat meninggikan Dia dan mengaruniakan kepada-Nya nama di atas segala nama,

[TL]
2:5 Taruhlah di dalam hatimu ingatan ini yang sudah ada di dalam Kristus Yesus,
2:6 yang, walaupun Ia dengan keadaan Allah, tiada mengirakan hal itu sebagai suatu keuntungan menjadi setara dengan Allah,
2:7 melainkan menghampakan diri-Nya menjadi hamba di dalam keadaan sama dengan manusia, dan kelihatan di dalam sikap seperti manusia;
2:8 Ia sudah merendahkan diri-Nya dan taat sehingga sampai kepada maut, yaitu mati tersalib.
2:9 Sebab itulah juga Allah sangat meninggikan Dia dan menganugerahkan Dia suatu nama yang di atas segala nama,

Yohanes 1
[NW]
1:1 Pada mulanya Firman itu ada, dan Firman itu bersama Allah, dan Firman itu adalah suatu allah.
1:2 Pribadi ini pada mulanya bersama Allah.

[TB-LAI]
1:1 Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah.
1:2 Ia pada mulanya bersama-sama dengan Allah.

[TL]
1:1 Maka pada awal pertama adalah Firman, dan Firman itu bersama-sama dengan Allah, dan Firman itulah juga Allah.
1:2 Adalah Ia pada mulanya beserta dengan Allah.

Hal lain yang menyusahkan saksi Yehova dalam menyelidiki Alkitab ialah ayat-ayat mengenai kedatangan Kristus yang kedua kalinya. Menurut saksi Yehova, Kristus sudah datang kembali pada tahun 1914. Jadi, dalam banyak ayat mereka menggantikan kata “kedatangan” sebagaimana terdapat dalam terjemahan TB-LAI dan TL (Terjemahan Lama); dengan kata “kehadiran.”

Matius 24:3
[NW]
Pada waktu dia sedang duduk di atas Gunung Zaitun, murid-murid mendekati dia secara pribadi, dan mengatakan, “Beri tahu kami: Kapankah hal-hal ini akan terjadi, dan apa yang akan menjadi tanda kehadiranmu dan tanda penutup sistem ini? ”

[TB-LAI]
Ketika Yesus duduk di atas Bukit Zaitun, datanglah murid-murid-Nya kepada-Nya untuk bercakap-cakap sendirian dengan Dia. Kata mereka: “Katakanlah kepada kami, bilamanakah itu akan terjadi dan apakah tanda kedatangan-Mu dan tanda kesudahan dunia?”

[TL]
Tatkala Ia duduk di atas Bukit Zaitun, maka murid-murid itu datang kepada-Nya ketika sama sendiri, serta berkata, “Nyatakanlah kiranya kepada kami, masa manakah perkara ini berlaku kelak, dan apakah alamat kedatangan-Mu dan kesudahan alam ini?”

Matius 24:37
[NW]
Sebab sama seperti zaman Nuh, demikian pula kehadiran Putra manusia kelak.

[TB-LAI]
Sebab sebagaimana halnya pada zaman Nuh, demikian pula halnya kelak pada kedatangan Anak Manusia.

[TL]
Maka sebagaimana keadaan pada zaman Nuh itu, demikian juga hal kedatangan Anak manusia.

I Tesalonika 4:15
[NW]
Sebab inilah yang kami beri tahukan kepadamu melalui firman Yehuwa, bahwa kita yang hidup, yang masih akan hidup sampai kehadiran TUAN, tidak akan mendahului mereka yang telah tidur dalam kematian;

[TB-LAI]
Ini kami katakan kepadamu dengan firman Tuhan: kita yang hidup, yang masih tinggal sampai kedatangan Tuhan, sekali-kali tidak akan mendahului mereka yang telah meninggal.

[TL]
Karena kami mengatakan demikian ini kepadamu dengan firman Tuhan, bahwa kita yang sedang hidup ini dan yang tertinggal hingga kepada kedatangan Tuhan, tiada akan mendahului orang yang sudah mati.

Dikutip dengan beberapa perubahan dari:
Tim Redaksi LLB(Lembaga Literatur Baptis), Bagaimana Menghadapi Saksi Yehuwa, Lembaga Literatur Baptis, Bandung, 1998.

Referensi:
Kitab Suci Terjemahan Dunia Baru cetakan 2006
Artikel soal saksi Yehova/ Yehuwa http://www.yabina.org/artikel/A1_26.htm

sumber :http://www.sarapanpagi.org/saksi-yehova-yehuwa-vt2058.html

Orang Yahudi Seperti Anjing

Oleh: Ahmad Salimin Dani

 

“Dan bacakanlah kepada mereka berita orang yang telah Kami berikan kepadanya ayat-ayat Kami (pengetahuan tentang isi Al Kitab), kemudian dia melepaskan diri daripada ayat-ayat itu lalu dia diikuti oleh syaitan (sampai dia tergoda), maka jadilah dia termasuk orang-orang yang sesat. (175) Dan kalau Kami menghendaki, sesungguhnya Kami tinggikan (derajat) nya dengan ayat-ayat itu, tetapi dia cenderung kepada dunia dan menurutkan hawa nafsunya yang rendah, maka perumpamaannya seperti anjing jika kamu menghalaunya diulurkannya lidahnya dan jika kamu membiarkannya dia mengulurkan lidahnya (juga). Demikian itulah perumpamaan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami. Maka ceritakanlah (kepada mereka) kisah-kisah itu agar mereka berfikir.(176) Amat buruklah perumpamaan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami dan kepada diri mereka sendirilah mereka berbuat zalim.(177)” (QS. Al A’raf 175-177)

Mufradat al Lughowiyah

\ واتل عليهم نبــأ Wat-lu ‘alaihim naba-a : Bacakanlah pada mereka, tentang orang-orang Yahudi yang telah diberikan Al Kitab (Taurat)

\ فانسلخ منها  Pan Salakho min-haa : Lalu mereka lari melepaskan diri dari hukum Taurat, seperti lepasnya kulit ular dari badanya. Memang ini kissa Bal’am bin Bauraa yang sangat dekat  dengan nabi Musa. Lalu karena kecintaanya pada dunia, Bal’am murtad karena dia mau diperalat Fir’aun memusuhi Musa, lalu kedekatannya kepada Musa berbalik seperti Air dan minyak. Sebagai mana dikatakan Abu Su’ud.

\ فأ تبعه الشيطان Fat-ba’ahusy-syaitoon : Lalu Syaiton menyertai Bal’am

\ فكان من الغاوينFakaana minal-ghoowiin : Lalu Bal’am bin Bauraa menjadi sesat, padahal sewaktu dekat dengan nabi Musa, ia termasuk orang yang soleh.

\ و لو شئنا لـرفعناه بها  Walau Syi’naa larafa’naahu Bihaa : Dan sekiranya Kami menghendaki, sesungguhnya Kami tinggikan derajatnya menjadi Ulama bani Israil

\ أخلد الى الآرض Akhlada ilal-ardli : Tetapi Bal’am cinta dunia, gila harta dan dia menuhankan jabatan.

\ واتبع هواهWat-taba’a hawaa-hu : Dan Bal’am salalu mengikuti kehendak nafsunya, dari itu ia termasuk orang yang hina.

\ فمثله  كمثل الكل Fa Masaluhu kamatsali kalbi : Maka Allah jadikan perumpamaan kehidupan tokoh Yahudi seperti Bal’am, Allah perumpamakan sipatnya seperti anjing.

\ ان تحمل عليه يلهثIn Tahmilu ‘alaihi yal-has :  jika kamu menghalaunya diulurkannya lidahnya dan jika kamu membiarkannya dia mengulurkan pula  lidahnya. yang di maksud seperti Anjing yang mengeluarkan lidahnya adalah ayat tasbih, artinya orang yahudi itu sipatnya seperti anjing yang sedang kelaparan, kita beri makan atau tidak, mereka tetap saja buas dan tidak simpatik.

 

\ ذالك مثل الذين كذّبوا بآياتنا Dzaalika  mitslul-ladziina kadz-dzabuu bi-aayaatinaa : yang demikian itu, perumpamaan seperti Anjing adalah perumpamaan bagi orang-orang yang hidupnya mendustakan atau menyelisih dari ayat-ayat Allah, setelah mereka mengambil janjinya kepada Allah dan juga kepada manusia.

\ فاقصصل قصص لعلهم يتفكّرونPaq-susil Qosos la’alahum Yatafak-karuun :  Maka ceritakanlah kepada mereka kisah-kisah kaum Yahudi yang durhaka kepada Allah itu,  agar mereka orang-orang yang sekarang berfikir

\ ســاء مثل القوم الذين كذّبوا بآياتنا  Saa-a matsalal-qaumilladzii-nakadz-dzabuu biayaatinaa : Amat buruklah perumpamaan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat kami

 

Bal’am Ulama yahudi

Ayat diatas menceritakan tentang Bal’am bin Bauraa, seorang ulama Yahudi yang sesat, dia adalah pembesar Bani Israil yang hidup semasa nabi Musa, bal’am orang yang terpandang, karena dia seorang ulama yang cerdik dan pandai. Kedudukannya sebagai rahib Yahudi yang menguasai isi kandungan kitab Taurat membuat bal’am disegani dikalangan bani Israil dan juga pengikut Fir’aun. Keberanian Musa menentang berbagai kejahatan dan kemusyrikan yang dilakukan Fir’aun dan para pengikutnya membuat bal’am popularitasnya tersisi, apalagi dia tahu hubungan Musa sebagai anak angkat fir’aun.

Musa semakin dikenal dikalangan bani israil. Dan keberpihakan musa yang membela bani Israil dari kedzoliman Fir’aun menjadi gondamkeretakan hubungan Musa dan keluarga Fir’aun, hingga ahirnya nabi Musa diburu dan lari mengembara, keberanian Musa menentang Firaun bagaikan petir disiang hari yang menyambar istana Fir’aun, dari itu Fir’aun mengumpulkan tukang-tukang sihirnya untuk membela diri atas kekalahannya. Dan dalam dialog ketuhanan dengan Musa. Fir’aun lagi-lagi kalah dan dipermalukan di muka umum, karena tukang-tukan g sihirnya menyatakan beriman kepda Allah dihadapan Musa. Fir’aum marah, lalu menghukum tukang-tukang sihir yang telah beriman dengan cara menyalibnya.

Firaun kehabisan akal menghadapi anak angkatnya, ahirnya dicarilah ahli kitab yang mau menghentikan da’wah nabi Musa. Hingga ahirnya Fir’aun menggunakan ketokohan Bal’am sebagai Rohib bani Israil untuk memerangi Musa. Bal’am bin Bauraa yang cinta dunia, gila harta dan jabatan, bersedia diajak Fir’aun menghadapi Musa. Bal’am diperalat untuk membungkam dan merebut keturunan bani israil dengan cara diberikan jabatan dan harta. Fir’aun sangat dekat dengan Bal’am, lebih-lebih lagi setelah nabi Musa secara terbuka menentangnya sebagai Tuhan, dengan menggunakan Bal’am berusaha memecah belah bani Israil, dan membunuh Musa. Bal’am mati dalam keadaan kufur, keimanannya kepada Allah dan kitab Taurat lepas tak berbekas, lepasnya iman dari Bal’am bagaikan kulit ular yang terlepas dari ular yang megganti kulitnya. Dari keturunan Bal’am inilah lahir keturunan bani israil yang terkutuk.

Pembangkangan bani Israel terhadap hukum-hukum Allah membuat kita ingin mengetahui lebih banyak mengenai bangsa Yahudi… Korak-korek ke sana ke mari terkumpullah bahan bahasan yang dapat kita renungkan.
Siapakah bangsa Yahudi ?
Menurut studi sejarah yang didasarkan penggalian arkeologi dan lembaran-lembaran kitab suci, awal bangsa Yahudi erat hubungannya dengan kisah nabi Ibrahim AS yang ditengarai terjadi kurang lebih 3800 tahun yang lalu atau 1800 tahun SM.

Tafsir Al-Qur’an menunjukkan bahwa Ibrahim (Abraham) alaihissalam, diperkirakan tinggal di daerah Palestina yang dikenal saat ini sebagai Al-Khalil (Hebron), tinggal di sana bersama Nabi Luth (Lot) (QS, 21:69-71). Putra nabi Ibrahim adalah nabi Ismail dan nabi Ishak kemudian putra nabi Ishak adalah nabi Jakub. 12 putra nabi Yakub ini yang kemudian dikenal sebagai 12 suku Israel.
Putra bungsu nabi Yakub alaihissalam adalah nabi Yusuf alaihissalam, setelah diceburkan dalam sumur di tengah padang pasir oleh kakak-kakaknya, lalu di selamatkan oleh para pedagang dan menjualnya kepada raja Mesir Abdul aziz kemudian diangkat anak dan mewarisi tahta menjadi kepala bendahara di Mesir. Karena itu ayahnya nabi Yakub, serta kakak-kakaknya menyusul nabi Yusuf alaihissalam ke Mesir dan hidup damai di sana sampai suatu hari Firaun yang berkuasa memperbudak keturunan mereka yang dikenal dengan bani Israel.

Karena kekejaman Firaun yang tak terkira terhadap bani Israel, Allah SWT telah mengirim nabi Musa (Moses) alaihissalam masa itu, dan memerintahkannya untuk membawa bani Israel keluar dari Mesir. Musa dan kaumnya meninggalkan Mesir, dengan pertolongan mukjizat Allah, sekitar tahun 1250 SM. Mereka tinggal di Semenanjung Sinai dan timur Kanaan. Dalam Al-Qur’an, Musa memerintahkan Bani Israel untuk memasuki Kanaan, (Qur’an, 5:21).

Setelah nabi Musa alaihissalam, bangsa Israel tetap berdiam di Kanaan (Palestina). Menurut ahli sejarah, Daud (David) menjadi raja Israel dan membangun sebuah kerajaan berpengaruh. Selama pemerintahan putranya Sulaiman (Solomon), batas-batas Israel diperluas dari Sungai Nil di Selatan hingga sungai Eufrat di negara Siria sekarang di utara.

Ini adalah sebuah masa gemilang bagi kerajaan Israel dalam banyak bidang, terutama arsitektur. Di Yerusalem, Sulaiman membangun sebuah istana yang luar biasa. Setelah wafatnya, Allah mengutus banyak lagi nabi kepada Bani Israel meskipun dalam banyak hal mereka tidak mendengarkan mereka dan mengkhianati Allah.

Setelah kematin Sulaiman, kerajaan yahudi terbelah di utara Israel dengan ibukota Samarria dan Di Selatan Juda dengan ibukota Yerrusalem. Dengan berlalunya waktu Suku yahudi jatuh di bawah Assyurriea dan Babilon atau pergi ke Mesir sebagai pelarian. Ketika raja Perrsia Kyros 539 SM mengizinkan orang Yahudi kembali dari pelarian mereka, banyak orang Yahudi yang tidak kembali, di sinilah mulainya Diaspora.  63 SM Juda dan Israel jatuh ke tangan orang Romawi dan tahun 70 berhasil menghancurkan pemberontakan Yerusalem dan menghancurkan tempat ibadah biara dan Juda.

Awal terbentuknya Israel

Setelah itu kehidupan orang Yahudi hanya ada dalam pelarian dan pengejaran, mereka umumnya hidup berasimilasi, baru di kekalifahan Usman, orang Yahudi dapat merasakan kehidupan yang damai dengan membayar pajak perlindungan. Akhir abad ke 19, ditunjang oleh Jewish Colonization Assocation Baron Hirsch, Yahudi dari Eropa Timur berreimigrasi ke Argentina dan membentuk Kolonialisme pertanian, untuk kembali ke Palestina. Ini dimulai tahun 1881.

Tanun 1798 Napoleon berpendapat bahwa bangsa Yahudi bisa diperalat bagi tujuan-tujuan Perancis di Timur Tengah. Wilayah itu secara resmi  di bawah Khilafah Usmaniyah.

Tahun 1831, untuk mendukung strategi “devide et impera” Perancis mendukung gerakan nasionalisme Arab, yakni Muhammad Ali di Mesir dan Pasya Basyir di Libanon. Khilafah mulai lemah dirongrong oleh semangat nasionalisme Arab yang menular begitu cepat di tanah Arab.

Tahun 1835 Sekelompok Yahudi membeli tanah di Palestina, lalu mendirikan sekolah Yahudi pertama di sana. Sponsornya adalah milyuder Yahudi di Inggris, Sir Moshe Monteveury, anggota Free Masonry. Ini adalah pertama kalinya sekolah berkurikulum asing di wilayah Khilafah Usmaniyah.

Tahun 1838 Inggris membuka konsulat di Yerusalem yang merupakan perwakilan Eropa pertama di Palestina. Tujuannya untuk mempermudah penempatan kaum yahudi yang yang akan berimigran secara bergerombol.

Tahun 1849 Kampanye mendorong imigrasi orang Yahudi ke Palestina. Pada masa itu tahun 1838 jumlah Yahudi di Palestina baru sekitar 12.000 orang. Pada tahun 1948 jumlahnya menjadi 716.700 dan pada tahun 1964 sudah hampir 3 juta orang. Dan Imigrasi besar-besaran orang Yahudi ke Palestina berselubung agama, simpatisan  dan alasan kemanusiaan bagi penderitaan Yahudi di Eropa saat itu.

Tahun 1891 Para penduduk Palestina mengirim petisi ke Khalifah, menuntut dilarangnya imigrasi besar-besaran ras Yahudi ke Palestina. Sayang saat itu khilafah sudah “sakit-sakitan” (dijuluki “the sick man at Bosporus). Dekadensi pemikiran meluas, walau Sultan Abdul Hamid sempat membuat terobosan dengan memodernisir infrastruktur, termasuk memasang jalur kereta api dari Damaskus ke Madinah via Palestina! Sayang, sebelum selesai, Sultan Abdul Hamid dipecat oleh Syaikhul Islam (Hakim Agung) yang telah dipegaruhi oleh Inggris. Perang Dunia I meletus, dan jalur kereta tersebut dihancurkan.

Tahun 1897 Theodore Herzl menggelar kongres Zionis sedunia di Basel Swiss. Peserta Kongres I Zionis mengeluarkan resolusi, yang isinya: Bahwa umat Yahudi tidaklah sekedar umat beragama, namun adalah bangsa dengan tekad bulat untuk hidup secara berbangsa dan bernegara. Dalam resolusi itu, kaum zionis menuntut tanah air bagi umat Yahudi – walaupun secara rahasia – pada “tanah yang bersejarah bagi mereka”. Sebelumnya Inggris hampir menjanjikan “tanah protektorat Uganda atau di Amerika Latin” ! Di kongres itu, Herzl menyebut, Zionisme adalah jawaban bagi “diskriminasi dan penindasan” atas umat Yahudi yang telah berlangsung ratusan tahun. Pergerakan ini mengenang kembali bahwa nasib umat Yahudi hanya bisa diselesaikan di tangan umat Yahudi sendiri. Di depan kongres, Herzl berkata, “Dalam 50 tahun akan ada negara Yahudi !” Apa yang direncanakan Herzl menjadi kenyataan pada tahun 1948.

Tahun 1896 Theodor Herzl kelahiran Budapest membuat Negara Yahudi. Tujuannya untuk membuat negara untuk orang Yahudi di Palestina, didukung oleh uang hasil sumbangan dari seluruh orang Yahudi di dunia. Herzl ini juga dikenal pendiri zionisme, yang juga tidak disetujui oleh orang Yahudinya sendiri.

Tahun 1916 Perjanjian rahasia Sykes – Picot oleh sekutu (Inggris, Perancis, Rusia) dibuat saat meletusnya Perang Dunia (PD) I, untuk mencengkeram wilayah-wilayah Arab dan Khalifah Utsmaniyah dan membagi-bagi di antara mereka. PD I berakhir dengan kemenangan sekutu, dan Inggris mendapat tugas mengontrol wilayah Palestina. Dan di Perang Dunia I ini, Yahudi Jerman berkomplot dengan Sekutu untuk tujuan mereka sendiri (memiliki pengaruh atau kekuasaan yang lebih besar). Sehingga Jerman dan ustmaniayah kalah perang.

Tahun 1917 Menlu Inggris keturunan Yahudi, Arthur James Balfour, dalam deklarasi Balfour memberitahu pemimpin Zionis Inggris, Lord Rothschild, bahwa Inggris akan memperkokoh pemukiman Yahudi di Palestina dalam membantu pembentukan tanah air Yahudi. Lima tahun kemudian Liga Bangsa-bangsa (cikal bakal PBB) memberi mandat kepada Inggris untuk menguasai Palestina.

Tahun 1938 Nazi Jerman menganggap bahwa pengkhianatan Yahudi Jerman adalah biang keladi kekalahan mereka pada PD I yang telah menghancurkan ekonomi Jerman. Maka mereka perlu “penyelesaian terakhir” (endivsung). Ratusan ribu keturunan Yahudi dikirim ke kamp konsentrasi atau lari ke luar negeri (terutama ke AS). Sebenarnya ada etnis lain serta kaum intelektual yang berbeda politik dengan Nazi yang bernasib sama, namun setelah PD II Yahudi lebih berhasil menjual ceritanya karena menguasai banyak surat kabar atau kantor-kantor berita di dunia.

Tahun 1914 Di Palestina hidup 1200 orang Yahudi. Setelah kekalahan kekalifahan Usman di perang dunia ke-1, Palestina menjadi bola permainan para penguasa. Para Zionis ada di sisi Inggris dan Amerika.

Tahun 1917 Tanggal 2 November mentri luar negri Inggris Lord Balfour menandatangani Deklarasi Balfour untuk membangun negara yahudi. Sebulan kemudian masuklah tentara Inggris ke Yerusalem.

Tahun 1920 Gabungan Negara-negara menyerahkan mandat Palestina ke Inggris. Akibatnya datanglah 75.000 lagi orang Yahudi ke Palestina. Negara-negara Arab tidak menyetujui didirikannya negar Yahudi di Palestina.

Tahun 1922 Transjordania dipisahkan dari daerah mandat. Sebagai perwakilan orang Yahudi dibuatlah Jewish Agency. Di tahun ini hidup kurang lebih 80.000 orang Yahudi di Palestina

Tahun 1933 Di Jerman dimulailah pengejaran secara sistematis orang Yahudi.

Tahun 1936 Masyarakat Arab menentang politik masuknya orang Yahudi ke Palestina, tapi orang Yahudi dibantu oleh tentara Inggris.

Tahun 1937 Sesudah pemerintah Mandat membatasi imigrasi dan pembelian tanah oleh orang Yahudi, timbullah ketegangan yang dilakukan oleh organisasi bawah tanah Yahudi terhadap orang Inggris.

Tahun 1939 Pendidikan sebuah brigade Yahudi untuk memasukkan orang Yahudi ke Palestina

Tahun 1945 Komisi Inggris Amerika menganjurkan penerimaan 100.000 orang Yahudi di Palestina, tapi kemudian ditolak oleh Inggris sehingga menyebabkan kerusuhan di antara Yahudi – Palestina.

Tahun 1947 UNO menganjurkan pemisahan Palestina dan pembentukan negara Yahudi dan Arab. Perang antara Yahudi dan Arab menghindarkan dilanjutkannya rencana itu.

Tahun 1948 Inggris mengakhiri Mandatnya atas Palestina dan tanggal 14 Mei meninggalkan Palestina. Dan pada waktu yang sama berdiri Negara Israel. Tentara Yahudi dari berbagai negara yang hidup berasimilasi berkumpul untuk memasuki Palestina dan mengusir orang Palestina yang didukung oleh negara-negara Arab. Di hari yang sama Ben Gurion menyerukan kemerdekaan Israel di kota yang dibentuk mereka, Tel Aviv, dan dalam hitungan jam pendirian Negara Zionis Israel ini mendapat pengakuan dari AS dan Uni soviet, sehingga kemudian menyebabkan meletus perang hari pertama Timur Tengah.

Kelahiran Israel pada 14 Mei 1948 telah menginisiasi konflik berkepanjangan antara Arab dengan Israel. Konflik bersenjata pertama antara Arab dengan Israel terjadi beberapa hari sesudah diproklamasikannya kemerdekaan Israel. Pada saat itu, Israel belum memiliki angkatan bersenjata yang resmi, dan hanya mengandalkan organisasi paramiliter seperti Haganah, Irgun, Palmach yang berjuang tanpa komando dari berbagai penjuru negara. Sementara bangsa Arab di Palestina juga mengandalkan organisasi paramiliter Futuwa dan Najjada. Namun setelah itu, bangsa Arab didukung oleh negara-negara Arab disekitar Israel seperti Irak, Yordania dan Mesir untuk mendukung perlawanan Arab terhadap Israel.

Di tengah-tengah peperangan, organisasi paramiliter Israel dilebur menjadi sebuah angkatan bersenjata yang disebut dengan Israeli Defense Forces, sehingga mereka memiliki kekuatan militer yang lebih terkomando dan rapi. Peperangan 1948 atau yang dikenal dengan nama Al Nakba dimenangkan oleh Israel, setelah selama lebih dari satu tahun bertempur. Berakhirnya perang Al Nakba ini ditandai dengan dibuatnya perjanjian perdamaian antara Israel dengan negara-negara Arab disekitarnya pada bulan Juli 1949. Dan pada tahun itu pula, eksistensi Israel sebagai negara ditegaskan dengan diterimanya Israel sebagai anggota PBB. Perang 1948 telah memunculkan persoalan pengungsi Palestina yang terusir dari kediamannya di Palestina. Sekitar 750.000 warga Palestina terpaksa menjadi pengungsi dan mencari perlindungan di negara-negara Arab.

Konflik bersenjata Arab dan Israel tidak berhenti di tahun 1949. Selama 17 tahun, ketegangan antara negara-negara Arab dan Israel masih terus terjadi, khususnya dari Presiden Mesir pada saat itu, yaitu Gamal Abdul Nasser. Dirinya seringkali mengeluarkan pernyataan-pernyataan yang berisikan tentang keinginannya untuk menghancurkan Israel. Pada tahun 1967, terjadi konflik berikutnya antara Arab dan Israel. Israel yang telah mengerahkan kekuatan intelijennya ke seluruh wilayah negara-negara Arab, telah berhasil menghimpun informasi berkaitan dengan rencana negara-negara Arab untuk menyerang Israel. Tepatnya pada tanggal 5 Juni 1957, Israel melancarkan serangan pertamanya ke Mesir, yang dikhususkan ke pangkalan udara militer yang menjadi basis kekuatan Mesir dan selama 5 (lima) hari kemudian, Israel terus melancarkan serangan-serangannya ke negara-negara Arab yang berbatasan langsung dengan Israel seperti Yordania, Suriah, dan Lebanon. Perang yang dikenal juga dengan Six-Days War ini kembali dimenangkan oleh Israel, dan tidak hanya itu, Israel berhasil merebut wilayah Gaza dan Semenanjung Sinai dari Mesir, Jerusalem Timur dan Tepi Barat dari Yordania, dan Dataran Tinggi Golan (Golan Heights) dari Suriah. Secara faktual, aliansi kekuatan militer negara-negara Arab jauh lebih besar dibandingkan dengan Israel. Namun Israel berhasil memenangkan peperangan dan berhasil mengubah peta geopolitik di kawasan Timur Tengah. Perang 1967 lagi-lagi menghasilkan problem pengungsi. Sekitar 250.000 penduduk Palestina menjadi bagian dari gelombang kedua pengungsi Palestina, dan bergabung bersama penduduk Palestina lain yang telah berada di pengungsian.

Kekalahan negara-negara Arab dalam Six-Days War tidak membuat konflik antara Arab dengan Israel berakhir. Pada tahun 1973, tepat sebelum peringatan hari Yom Kippur oleh Yahudi, kembali terjadi konflik bersenjata antara Arab dengan Israel. Yom Kippur War menjadi puncak konflik bersenjata antara Arab dan Israel. Dalam perang ini, Bangsa Arab berhasil membalas kekalahannya dari Israel. Serbuan negara-negara Arab berhasil melumpuhkan Israel, meski Israel tidak dikalahkan secara telak. Perang ini berhasil memaksa Israel untuk mengembalikan Semenanjung Sinai dan Gaza kepada Mesir melalui sebuah perjanjian perdamaian pada tahun 1979. Sampai pada titik ini, belum ada entitas Palestina yang menjadi representasi perlawanan bangsa Arab yang berada di Palestina. Palestine Liberation Organization (PLO) memang telah dibentuk pada tahun 1964 oleh Liga Arab, tetapi statusnya sebagai representasi masyarakat Palestina baru ditegaskan pada tahun 1974.

Kehadiran PLO sebagai representasi resmi bagi rakyat Palestina telah membuat perjuangan Palestina semakin terkontrol, dan memudahkan Palestina untuk ikut serta dalam konferensi-konferensi internasional, karena status PLO sebagai gerakan pembebasan nasional yang diakui sebagai salah satu subyek hukum internasional. Meski telah memiliki organisasi yang resmi, masyarakat Palestina di tataran akar rumput tetap melancarkan perjuangannya secara otonom. Salah satu buktinya, rakyat Palestina melakukan perlawanan terhadap Israel atau yang dikenal dengan “Intifada”. Perlawanan ini dilatarbelakangi oleh kekecewaan rakyat Palestina terhadap bangsa Arab yang tidak lagi berjuang bersama-sama mereka, lalu PLO yang belum bisa menunjukkan posisinya sebagai representasi dari rakyat Palestina, dan juga tindakan represif dari Israel melalui pembunuhan-pembunuhan terhadap tokoh Palestina, penghancuran properti milik warga Palestina, dan juga pemindahan penduduk secara paksa (deportasi). Salah satu ciri khas Intifada di Palestina adalah pelemparan batu yang dilakukan oleh rakyat Palestina terhadap angkatan bersenjata Israel. Lahirnya Intifada pertama di Palestina, dan juga kematian Abu Jihad, telah menginspirasi beberapa pemimpin Palestina untuk memproklamasikan berdirinya negara Palestina pada tahun 1988. Semenjak tahun 1988, istilah “Palestina” untuk menggambarkan sebuah negara mulai dikenal. Meski pada tahun-tahun selanjutnya, PLO tetap menjadi representasi Palestina untuk berjuang di forum internasional, karena status Palestina sebagai negara belum diakui secara internasional.

Setelah terbentuknya PLO dan dideklarasikannya negara Palestina, sejumlah konferensi perdamaian antara Palestina dan Israel mulai marak dilakukan oleh negara-negara besar, seperti AS dan Russia. Konferensi perdamaian paling awal adalah Madrid Conference yang dilaksanakan pada tahun 1991, yang kemudian dilanjutkan dengan Oslo Accords pada tahun 1993. Oslo Accords menjadi salah satu tahapan penting dalam kronik perdamaian Palestina-Israel, karena memuat rencana-rencana perdamaian dan pembentukan negara Palestina. Bahkan dengan adanya Oslo Accords, Intifada yang telah berlangsung selama 5 tahun dapat dihentikan. Namun seiring terbunuhnya Yitzhak Rabin yang berperan penting dalam Oslo Accords, kesepatakan tersebut kembali mentah dan tidak dapat diimplementasikan. Setelah Oslo Accords, masih ada Hebron Agreement dan juga Wye River Memorandum yang tidak menghasilkan apapun bagi proses perdamaian Palestina dan Israel.

Pada tahun 2000, AS kembali berusaha untuk membuka jalan bagi kemungkinan perdamaian antara Palestina dan Israel. Pertemuan antara Bill Clinton, Ehud Barak, dan Yasser Arafat di Camp David, AS, kembali tidak menghasilkan kesepakatan apapun. Pada tahun ini pula, Intifada jilid ke-2 kembali muncul di masyarakat Palestina. Pasca Camp David Summit, masih ada upaya perdamaian melalui Beirut Summit yang diprakarsai oleh Arab Peace Initiative, dan juga proposal Peta Jalan atau Road Map for Peace yang diusulkan oleh Quartet on Middle East yang terdiri dari AS, Rusia, PBB, dan Uni Eropa (UE). Dan sama seperti upaya-upaya perdamaian sebelumnya, kedua pertemuan itu tidak berhasil mendamaikan Palestina dan Israel.

Pada tahun 2007, di masa-masa akhir pemerintahan George W. Bush, Quartet on Middle East ditambah dengan partisipasi dari Mesir, mengadakan konferensi untuk kembali membicarakan perdamaian antara Palestina dan Israel di Annapolis. Untuk pertama kalinya dalam kronik sejarah proses perdamaian Palestina dan Israel, solusi dua negara disebutkan secara eksplisit dalam proses konferensi. Dengan diterimanya solusi dua negara dalam Annapolis Conference, maka telah terjadi perubahan dalam platform politik yang telah lama dianut oleh Palestina dan Israel. Meski demikian, hasil dari Annapolis Conference masih belum bisa diimplementasikan karena semakin rumitnya konflik yang terjadi di wilayah Palestina-Israel.

Setelah memahami permasalahan watak tabiat yahudi dan kondisi umat islam Palestina, maka kita harus mensosialisasikan pemahaman ini kepada seluruh umat Islam. Masih banyak umat Islam yang belum memahami kondisi dan permasalahan Palestina. Hal ini terjadi karena banyak sebab, di antaranya faktor lemahnya keimanan dan problematika yang dihadapi oleh umat Islam itu sendiri di seluruh dunia, sehingga yang unggul propaganda Zionis yang selalu menyudutkan um at Islam. Oleh karena itu setiap individu yang mengaku muslim harus memberikan pengertian pada umat Islam yang lain di seluruh dunia bahwa masalah Palestina adalah masalah utama umat Islam, dan masa depan umat akan sangat terkait dengan perjuangannya melawan kedzoliman bangsa Yahudi, teruitama terhadap umat Islam Palestina. Di Palestina ada Al-Masjid Al-Aqsa kiblat pertama umat Islam yang sedang terancam. Bahwa Rasulullah saw. memimpin shalat berjama’ah yang diikuti oleh para nabi dan rasul pada peristiwa Isra’ yang merupakan pewarisan tanah Palestina pada umat Islam. Bahwa Umar bin Khattab r.a. menerima penyerahan kunci langsung Kota Palestina (Al-Quds).

(av/voa-islam)

http://voa-islam.com

Voa-islam.com Michel Collon, seorang wartawan Belgia dan penulis, dalam bukunya “Israel, let’s talk about it,” telah mengecam media Eropa selama beberapa dekade karena “berbohong” kepada orang-orang untuk mendukung Israel.

Collon, dalam bukunya, telah menceritakan “10 kebohongan besar” yang disebarkan oleh media Barat untuk “membenarkan keberadaan dan tindakan Israel”, yang ringkas disajikan di bawah ini:

1. Kebohongan pertama adalah bahwa Israel didirikan sebagai reaksi terhadap pembantaian orang Yahudi selama Perang Dunia II.

  • Anggapan ini salah sama sekali. Israel sebenarnya menguasai proyek yang telah disetujui dalam Kongres Pertama Zionis di Basel, Swiss, pada tahun 1897, ketika orang-orang Yahudi nasionalis memutuskan untuk menduduki Palestina.

2. Pembenaran kedua untuk membuat dan melegitimasi Israel adalah bahwa orang Yahudi akan kembali ke tanah nenek moyang mereka, dimana mereka telah diusir pergi pada tahun 70 AD

  • Ini adalah dongeng, Aku telah berbicara kepada sejarawan Israel terkenal Shlomo Sand dan sejarawan lainnya dan mereka semua percaya bahwa tidak ada “eksodus” dari Yahudi, jadi “kembali” tidak ada artinya. Orang-orang yang meniggalkan di Palestina tidak meninggalkan tanah mereka di era kuno.
  • Bahkan keturunan Yahudi yang berada di Palestina adalah orang-orang yang saat ini tinggal di Palestina. Mereka yang mengklaim bahwa mereka ingin kembali ke tanah mereka justru Yahudi yang berasal dari Barat, Eropa Timur dan Afrika Utara.
  • Sand mengatakan tidak ada bangsa Yahudi. Orang-orang Yahudi tidak memiliki sejarah umum, bahasa atau budaya. Satu-satunya hal yang umum di antara mereka adalah agama mereka, dan agama tidak membuat suatu bangsa.

3. Kebohongan ketiga adalah bahwa ketika Palestina diduduki imigran Yahudi, wilayah itu tidak berpenduduk dan tanpa batas negara.

  • Namun, ada dokumen dan fakta-fakta yang membuktikan bahwa pada abad ke-19 produk pertanian Palestina yang diekspor ke berbagai negara, termasuk Prancis.

4. Keempat, beberapa orang mengatakan orang-orang Palestina meninggalkan negara mereka pada mereka ingin bebas sendiri.

  • Ini adalah satu lagi kebohongan yang banyak orang percaya, termasuk saya sendiri. Sampai sejarawan Israel seperti Benny Morris dan Ilan Pappe mengatakan bahwa orang Palestina diusir dan dibuang dari tanah mereka dengan menggunakan kekerasan dan teror.

5. Dikatakan bahwa saat ini Israel adalah satu-satunya demokrasi di Timur Tengah dan itu harus dilindungi, ini adalah “hukum dari pemerintah.”

  • Tetapi menurut saya tidak hanya itu bukan hukum dari pemerintah, melainkan hanya rezim yang hukumnya tidak mendefinisikan wilayah dan batas-batas. Semua negara-negara di dunia memiliki konstitusi yang mendefinisikan batas-batas negara mereka, tetapi hal seperti itu berlaku bagi Israel. Israel adalah proyek perluasan wilayah yang tidak tahu batas, dan hukum yang benar-benar rasis, menurut hukum ini Israel adalah negara bagi orang Yahudi, dan warga non-Yahudi tidak dianggap sebagai manusia. hukum seperti ini merupakan kontradiksi terhadap demokrasi.

6. Dikatakan bahwa AS berusaha untuk melindungi demokrasi di Timur Tengah dengan melindungi Israel. Dan kita tahu bahwa jumlah bantuan keuangan tahunan AS ke Israel sebesar 3 miliar dolar. Dan uang ini digunakan untuk membombardir negara-negara tetangga Israel.

  • Tapi Amerika tidak sedang membangun demokrasi di Timur Tengah, melainkan hanya menginginkan arus minyak mereka tidak terganggu.

7. Mereka berpura-pura bahwa AS mencari kesepakatan damai antara Israel dan Palestina.

  • Hal ini juga sepenuhnya salah dan dusta. Mantan Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa Javier Solana mengatakan kepada Israel bahwa “Anda adalah negara Uni Eropa ke-21.” Industri senjata Eropa bekerja sama dengan industri militer Israel dan mendukung mereka secara finansial. Tapi ketika orang-orang Palestina memilih pemerintahan mereka, Eropa tidak mengakui itu dan memberi lampu hijau kepada Israel untuk menyerang Jalur Gaza.

8. Ketika seseorang berbicara tentang fakta-fakta dan sejarah Israel dan Palestina, ketika seseorang mengungkapkan kepentingan AS dalam situasi ini, mereka menyebut Anda sebagai anti-Semit untuk membuat Anda diam.

  • Tapi kita harus mengatakan bahwa ketika kita mengkritik Israel, itu bukan rasisme atau anti-Semitisme. Kita mengkritik pemerintah yang tidak percaya pada kesetaraan antara Yahudi, Kristen dan Muslim, dan menghancurkan perdamaian antara pengikut agama yang berbeda.

9. Media massa mengatakan bahwa orang-orang Palestina penyebab kekerasan dan terorisme.

  • Kita mengatakan tentara pendudukan Israel adalah kejam, kebijakan mereka yang telah mencuri tanah dan rumah milik orang-orang Palestina adalah kejam.

10. Suatu hal yang sering diajukan adalah bahwa tidak ada cara untuk mengatasi situasi ini, dan tidak ada solusi untuk kebencian dan dendam yang disebabkan oleh Israel dan kaki tangannya.

  • Tapi ada solusi. Satu-satunya hal yang dapat menghentikan proses ini adalah tekanan publik kepada Antek Israel di AS dan Eropa dan bagian lain dari dunia; tekanan publik di media massa yang menahan diri dari mengatakan kebenaran tentang Israel, dan menggunakan Internet atau dari media lain membiarkan untuk mempublikasikan berita nyata tentang Palestina. (pt)

 

Sumber: http://www.voa-islam.com

 

 

Munculnya wacana tentang Zionisme telah lama mendapat perhatian khusus dari masyarakat internasional. Terutama, ketika keyakinan tersebut menginginkan untuk membentuk Negara independen (Negara Israel) sebagai perwujud dan “perasaan” dipilih oleh Tuhan.

Untuk mengetahui lebih jelasnya tentang setiap kejahatan yang didalangi oleh Yahudi, selayaknya kita perlu menelaah ulang pernyataan D’Esraeli dalam bukunya Coningsby (p.25), “Dunia sekarang diperintah oleh orang-orang dengan cara yang berbeda dari apa yang ada dalam pikiran orang-orang yang tidak mengerti hakekat persoalan”.
Begitu juga dengan Otto Von Bismarck yang menggambarkan adanya sebuah kekuatan yang tidak terlihat, namun keberadaannya bisa dirasakan, hal ini yang biasa dinamakan dengan Imponderabilia, yang artinya “Tidak Bisa Dibayangkan”.
George Dallon dalam “The War Of Anti-Christ With The Chwirtian Civilization” menyimpulkan, bahwa para anggota Freemasonry tidak menyadari adanya persekutuan rahasia dibalik organisasi tersebut, bahkan pemimpin serta anggotanya, dibalik ini semua tidak lain adalah adanya “Tangan Tersembunyi” Yahudi yang mendalangi seluruh persekutuan tersebut.
Dari beberapa pendapat yang dikemukakan oleh tokoh-tokoh Yahudi di atas dapat diketahui bahwasannya “gerakan terselubung” yang dilakukan oleh sesepuh Zionis akan lebih mudah dalam menguasai dunia. Sebab semua agenda telah tersusun rapi dalam dokumen-dokumen yang dicantumkan dalam protokol Yahudi. Karena gerakan Zionisme yang diciptakan oleh mayoritas kaum Yahudi merupakan rancangan besar yang mensyaratkan terciptanya Negara Yahudi yang nantinya tidak menutup kemungkinan mampu menguasai dunia internasional.
Maka untuk mengetahui rancangan besar tersebut akan diuraikan oleh penulis khususnya yang berhubungan dengan ideology konspirasi Yahudi sebagai usaha menguasai dunia dan menjadikan Negara non-Yahudi sebagai budak yang akan melayani para Zionis Israel.
Zionisme Sebagai Gerakan Politik
Untuk menentukan siapa sebenarnya kaum Yahudi pada hakekatnya tidak ada patokan khusus didalamnya. kaum Yahudi seringkali mengklaim bahwa mereka adalah keturunan Abraham dari garis Abraham-Isaaq-Jacob. Namun pada kenyataannya mereka sendiri kesulitan dalam menentukan siapa yang patut disebut sebagai Yahudi. Istilah “Yahudi” (Inggris: Jews, Prancis: Juif) sebagai bangsa dan agama diambil dari kata Latin “Judaeus” yang seringkali menunjuk bangsa Yahudi atau Israel (Jacob).
Dalam perjanjian lama, istilah ini menunjuk pada rakyat kerajaan Judah yang dikontraskan dengan gentelis (non Yahudi), sedangkan dalam perjanjian baru, istilah jew diterapkan untuk orang yang secara etnis atau agama adalah Yahudi, namun lebih menekankan unsur etnis. [Baca: “Tinjauan Historis, Konflik Yahudi, Kristen, Islam” Adian Husaini, Jakarta: GIP, 2004, p.19]
Sebagian sejarahwan berpendapat, bangsa Yahudi merupakan bangsa campuran (mixed race) yang dipersatukan oleh satu nasib dan watak. Mereka mengembara sebagaimana kaum Gypsy pada masa jahiliyah, atau Syatharien dan Iyarien (vaga bonds) pada masa Abbasiyah. Dalam pengembaraanya kaum Yahudi telah menyerbu dan merampok harta penduduknya, kemudian membentuk komunitas yang memiliki karakteristik tersendiri dan bahasa campuran antara bahasa klasik seperti Syiriak, Akidan dan Bahasa Phisian. Dasar yang melandasi pola pikir dan tingkah laku Yahudi tidak lain adalah ajaran Talmud yang masih mereka pegang sebagai kunci rahasia karena hanya mereka sajalah yang lebih mengetahui akan isinya. Sampai sini dapat kita katakan, agama Yahudi yang cenderung sebagai agama samawi sekarang telah menjadi “Organisasi Rahasia” yang menginginkan berdirinya 1000 negara Yahudi di seluruh pelosok dunia.
Tentang Zionisme telah banyak dijabarkan oleh Nathan Birnbaun dalam jurnal Selbstermanzipation tahun 1890 dan telah diadopsi oleh Theodor Herzl dan pengikutnya pada kongres pertama tahun 1897. Theodor Herzl (1860-1904) adalah tokoh utama Zionis modern, ia lahir pada 2 mei 1860 di Pesta (tahun 1872, berubah nama menjadi Budapeit). Hungaria dan meningal 3 Juli 1904 di Austria, ia dijuluki sebagai “The Father of Modern Zionism”, ayahnya bernama Jacob, seorang bankir dan bisnisman yang sukses, ia berinisiatif bahwasannya permasalahan kaum Yahudi akan mampu terselesaikan dengan menggunakan teori “Asimilasi”, untuk mendirikan suatu Negara Yahudi.
Sebagai bukti dari keseriusannya, ia berhasil mengadakan kongres Zionis pertama, dalam catatan hariannya yang terkenal setelah kongres Zionis 1 berbunyi: “…saya telah mendirikan Negara Yahudi, jika aku mengatakannya hari ini, aku akan ditertawakan oleh seluruh alam semesta, dalam waktu lima tahun, mungkin. Dan dalam waktu lima puluh tahun pasti, setiap orang akan menyaksikannya”. Hal itupun terbukti setelah berdirinya Negara Israel pada 14 mei 1984, tepatnya 50 tahun 3 bulan.
Sebagaimana contoh lainnya telah dikatakan oleh Ben Gurion (nama aslinya David Gruen), pemimpin Zionis Israel, pada tanggal 31 Agustus 1949.
“Walaupun kami merealisasikaan mimpi kami untuk menciptakaan sebuah Negara Yahudi, kami masih berada dalam tahap permulaan. Tugas masa depan kami adalah membawa seluruh orang Yahudi ke Israel. “ [“Armageddon, Peperangan Akhir Zaman Menurut Al-Qur’an, Hadits, Taurat Dan Injil, “ Ir. Wisnu Sasongko, M.I, GIP, 2003]
Dari sini dapat diketahui bahwa agenda-agenda yang direncanakan bukan hanya wacana yang bersifat sementara, namun agenda tersebut bagaikan ular berbisa yang siap memangsa Negara manapun yang berusaha untuk menghalangi usahanya. Meskipun butuh waktu bertahun-tahun untuk merealisasikannya.
Menurut Roger Geraudy, Zionisme menganut Rasisme sebagai sebuah gerakan politik. Paham ini berpautan secara sempurna yang mengilhami segala undang-undang serta tindakan Israel. Rasisme ini merupakan prinsip utama yang mengorganisasikan rencana yang telah disusun oleh Theodor Herzl sebagaimana telah diungkapkan dalam bukunya “The Jewish State”. Berbagai bentuk rasisme ini juga banyak diungkap dalam dokumen-dokumen rahasia sesepuh Zionis sebagaimana dalam diary catatan-catatan hariannya yang dipaparkan secara mendetail mengenai program Zionis Yahudi dalam upaya menguasai dunia dengan jalan menghalalkan berbagai cara..
Setelah berhasil mendirikan Negara Yahudi (Israel) pada tahun 1984 dan menyatukan pikiran untuk segera mengumpulkan seluruh kaum Yahudi disatu Negara (tanah palestina yang dijanjikan), mereka membentuk satu peradaban baru hingga saat ini masih dipertahankan. Peradaban tersebut adalah sekularisasi agama. Israel modern yang merupakan produk dari sekularisme dan kecenderungan beragama masih memiliki hubungannya dengan Zionis. Terkecuali dengan kelompok anti Zionis dari kaum Yahudi di dunia, adapun karakter yang dimiliki Negara Yahudi yaitu beragama dan sekuler, bahkan mereka meyatupadukan antara keduanya. Hal inilah yang saat itu dan nantinya akan dijadikan doktrin utama untuk menguasai kebijakan-kebijakan Negara lainnya seperti, melumpuhkan perekonomian, agama, budaya, bahkan ilmu pengetahuan pun akan mereka sekulerkan dengan cara mereka.
Dari penggunaan istilah Zionisme untuk memberi nama gerakan politik sekuler pragmatis kaum Yahudi, telah tampak betapa cerdas kaum Yahudi dalam menyusun ideology mereka.
Karen Armstrong menulis dalam bukunya “A History of Jerussalem”, meskipun banyak aktivis sesepuh Zionis adalah orang sekuler yang tidak lagi percaya teologi tradisional judaisme, mereka telah menyebut gerakan mereka dengan salah satu nama kota suci, tempat untuk masa yang panjang memiliki persepsi sebagai penyelamatan. Mereka juga mengekspresikan tujuan-tujuan mereka dalam perumpamaan Yahudi konvensional,” demikian tulisnya.
Rencana yang tertanam dalam ideology Zionis bukan hanya permainan politik semata melainkan rencana setan yang akan menjebak dunia internasional kedalam lubang hasil konspirasi.
Propaganda yang lama dilakukan oleh Zionisme terhadap Negara lain hanyalah sebagai gerakan politik yang direncanakan untuk memperlancar jalan menguasai dunia.
Sebagaimana diungkapkan oleh R. Garaudy, ada tiga serangkai penjahat Zionis yang selalu mencari jalan untuk memprofokasi terjadinya bentrokan antar Negara maupun manusia demi kepentingan politik Yahudi.
Pertama: Begin yang oleh Ben Gurion digambarkan sebagai “tipe manusia Hitler yang paling lengkap”. Ia berhasil melakukan serangan terhadap orang Palestina pada 14-15 oktober 1953.
Kedua: Ariel Sharon. Ia orang kedua Zionis yang membantai Bani Suheila di Khan Yunis pada malam 31 agustus 1955.
Terakhir, Itzhak Shamir. Ia dikatakan manusia yang paling getol berbuat rasisme demi terbentuknya Negara Yahudi di Palestina, di sinilah letak politik yang berpedoman pada pragmatis serta rasisme, Adapun gerakan politik yang mulus bahkan hampir tidak diketahui oleh khalayak ramai tersebut terjadi karena adanya konspirasi yang berasaskan Ideologi Zionis.
Ideologi Konspirasi: Penghancur Dunia
Sejak berabad-abad silam, Israel tak pernah berhenti melakukan kekejaman kepada rakyat palestina, sejak sebelum pemerintahan Turki Ustmani (Ottoman dibawah pimpinan sultan Abdul Hamid II (1876-1909 M), Perang Salib, hingga kini. Baik di Palestina, Inggris, Spanyol hingga Negara lain, Israel terus memerangi umat islam. Sifat kejam dan angkuh memang sudah menjadi sifat kaum Yahudi. Mereka ingin menampakkan bahwa Israel adalah Negara Yahudi yang dipilih tuhan sebagai tuan di dunia ini dan Negara lainnya merupakan pembantunya.
Negara Israel merupakan wilayah kecil tidak lebih dari 8000 mil atau 28.000 km persegi. [Baca: Lihat Tulisan Don Peretz & Glideon Doron, Dalam “The Government And Politics Of Israel”, 1997, P.].
Yahudi, dengan penduduk sedikit tidak pernah merasa canggung untuk menyerang Negara yang lebih luas dan lebih banyak penduduknya sebab mereka memiliki kekuatan militer serta mendapat dukungan penuh dari Negara yang berhasil mereka lobie demi tercapainya rencana untuk menghancurkan islam. Sebagai misal,
Penyerangan Israel terhadap palestina yang mendapatkan dukungan dari kalangan Kristen fundamentalis dengan menggunakan hak historis Israel atas palestina, dengan merujuk pada kitab kejadian 12:3 “aku akan memberkati orang-orang yang memberkati engkau dan mengutuk orang-orang yang mengutuk engkau dan olehmu semua kaum dimuka bumi akan mendapat berkat”. Dengan ini Zionis merasa ada kewajiban untuk memerangi siapapun yang mereka anggap sebagai musuh penghalang tujuan.
Gerakan Zionis yang disebut dengan Fremansory merupakan organisasi rahasia yang menegaskan nilai humanisme daripada keagamaan. Gerakan ini didirikan di London pada 1717, pengaruh fremansori terhadap gerakan revolusioner Jeunes Turcs (orang turki muda), yang pada tahun 1908 menggulingkan pemerintahan otoriter Sultan Abdul Hamid II. Gerakan ini terdiri dari perwira muda dan cendekiawan yang dipengaruhi pemikiran revolusi Perancis. Basis utamanya adalah kota Selanik (Thessaloniki, sekarang di Yunani), kota Ustmani yang paling modern dengan penduduk Yahudi yang paling banyak.
Di Indonesia, gerakan ini pernah mempengaruhi organisasi Budi Oetomo, dalam organisasi ini terdapat anggota Fremasonry yaitu Tirtokoesoemo), gerakan tersebut dikepalai oleh Weiz Howight yang kemudian diberi nama samaran “perkumpulan cendekiawan Zion” yang oleh Yahudi disebut dengan perkumpulan nurani Yahudi.
Menurut Don Peretz & Glideon Doron, rahasia Zionisme terletak pada adanya persekongkolan (konspirasi) antara Zionis dengan “kemanusiaan”. Adanya singgungan kebenaran dengan kejahatan menjadi satu sumber utama yang mana kebenaran diwakili oleh keberadaan agama samawi sedang yang lain lebih bersifat membinasakan. Konspirasi tersebut telah menjadi latar belakang berbagai sejarah, prinsip kemanusiaan digunakan sebagai senjata yang akan meletakkan paham atheisme dan menghancurkan Negara islam.
Jendral Pyke penerus pimpinan tertinggi kekuatan setan dan juga pimpinan konspirasi internasional sebagai pewaris Freemasonry, pernah menulis surat yang ditujukan kepada Freemasonry pusat (Amerika, 14 Juli 1889) yang menginginkan pembentukan formasi baru sebagai penentang kebenaran. Surat tersebut berisikan ideologi konspirasi mereka yang selama ini terselubung dan dijadikan pedoman bagi Zionisme internasional. Adapun tujuan pembentukan organisasi rahasia dan terselubungnya rahasia konspirasi serta idelogi konspirasi yang didasarkan pada jabatan dan golongan inilah yang menjadikan para pengamat sejarah sulit untuk mengungkap rahasia konspirasi dan hakekat Freemasonry.
Di antara isinya adalah sebegai berikut: “kita harus mengatakan kepada umum, bahwa kita menyembah tuhan. Namun tuhan kita tidak lebih dari sekedar ungkapan ketakutan manusia kepada hal-hal yang tidak diketahui dengan pasti. Kita telah sampai pada tingkat pengetahuan tinggi harus mempertahankan keberhasilan iman sejati kepada ketuhanan setan. Benar, setan adalah “tuhan” kami. Hanya karena nasib buruk semata, tuhan allah juga disebut tuhan. Karena keberadaan dua tuhan yang saling bertentangan merupakan keharusan, maka tidak ada tuhan kecuali allah dan setan. Oleh karena itu, kita yakin bahwa hanya menyembah setan saja termasuk kekufuran nyata. Sebab. Kebenaran filsafar menunjukkan bahwa allah dan setan adalah dua tuhan dan punya kedudukan sejajar, dan setan adalah tuhan cahaya dan kebaikan. Tuhan setanlah yang sejak dulu hingga sekarang masih tetap menentang allah, tuhan kegelapan dan kejahatan.”
Dari sini dapat diketahui bahwasannya konspirasi yang dilakukan Zionis bersama sistem politik Negara yang mendukung kejahatan Yahudi memiliki tujuan yang satu. Mereka bersama menginginkan hancurnya dunia atau terhapusnya Islam dari muka bumi sehingga mereka leluasa untuk mendirikan Negara Yahudi di Palestina sebagai bentuk janji Tuhan. Untuk itu mereka melakukan berbagai konspirasi besama Negara yang telah berhasil dihasut. Sementara itu, kepandaian kaum Yahudi telah dimanfaatkan sebagai penggerak gerakan rahasia (Freemasonry) demi terwujudnya keinginan menguasai dunia.
Rasisme sebagai gerakan
Berdasarkan paparan di atas dapat disimpulkan bahwa Zionis merupakan gerakan yang menjadikan rasisme sebagai asas gerakan politiknya. Mereka melakukan berbagai konspirasi berdasarkan kitab Talmud. Dengan keyakinan sebagai umat yang terpilih dan berhak atas kota suci (Palestina) maka kaum Zionis yakin akan keharusan melakukan segalanya (termasuk kekejaman dan penindasan), pernyataan Talmud inilah yang dijadikan sebagai ideology konspirasi mereka.
Untuk itu, solusi yang tepat adalah dengan memperluas pengetahuan tentang keberadaan agen Zionis yang lebih bersifat tertutup. Di samping itu sikap analisis kritis terhadap setiap kondisi sangatlah mendominasi terbentuknya kekuatan ideologi sehingga nantinya mampu menumbuhkan pribadi yang tangguh dalam menyikapi permasalahan yang ada. Wallahu A’lam[hidayatullah.com]