Category: Konspirasi


J R TolkienJohn Ronald Reuel Tolkien (lahir di Afrika Selatan, 3 Januari 1892 – meninggal di Oxford, Inggris, 2 September 1973 pada umur 81 tahun) adalah penulis novel asal Britania Raya yang menulis The Hobbit (1937) dan lanjutannya The Lord of the Rings (1954—1955). Ia bekerja sebagai profesor dalam Bahasa Inggris di Universitas Leeds pada 1920-1925, sebagai profesor Bahasa Anglo-Saxon di Universitas Oxford pada 1925-1945, dan bahasa Inggris dan sastra, juga di Oxford, pada 1945-1959. Ia adalah seorang Katolik Roma yang sangat saleh.

Lord of The Rings

Lord of the RingsThe Lord of the Rings: The Return of the King adalah sebuah film epik fantasi yang disutradarai oleh Peter Jackson novel dari J.R.R. Tolkien. Dirilis pada tangal 17 Desember 2003, The Lord of the Rings: The Return of the King menjadi salah satu film yang menerima kritik terbanyak dan merupakan film tersukses di box office sepanjang masa. Film ini meraih sebelas Academy Award dari sebelas nominasi, yang kemudian menjadi tandingan dari Titanic dan Ben-Hur untuk peraih terbanyak Academy Awards. Film ini juga memenangkan Film Terbaik Oscar, menjadikan dia satu-satunya film fantasi dalam sejarah yang memenangkan penghargaan ini. Film ini juga menjadi film kedua terlaris di dunia setelah Titanic, tanpa memperhitungkan inflasi. Banyak hal yang menarik dari film ini. Penulis mencoba untuk menggali apa yang tersirat dari buah pikir JRR Tolkien ini. Boleh jadi salah atau boleh jadi benar, yang jelas film ini penuh dengan makna filosofi yang dalam.

Antikristus Dajjal Si Mata Satu

Eye of SauronJRR Tolkien boleh jadi seorang yg suka membaca tanda-tanda akhir jaman. Sosok Sauron dalam film ini sangat-sangat jelas memberi tampilan sosok Dajjal dalam hadits Nabi. Rasulullah Saw bersabda, “Aku memperingatkan kalian untuk melawannya (Dajjal)” dan tidak ada Nabi yang tidak memperingatkan umatnya untuk melawannya. Tapi aku akan mengatakan sesuatu yang belum pernah diungkapkan oleh para Nabi sebelumku. Kalian harus tahu bahwa dia bermata satu. Dan Allah tidak bermata satu.” (Shahih Bukhari)

Antikristus Dajjal dan Kekuatan Dunia saat ini

Cuplikan dari percakapan Gandalf dan Gurunya:
“Sauron telah mendapatkan kembali sebagian besar kekuatannya yang terdahulu. Dia belum dapat mengambil bentuk fisik, namun tak satu pun kehilangan roh potensinya. Tersembunyi dalam bentengnya, Mordor Tuhan melihat segalanya. Tatapannya menembus awan, bayangan, bumi dan daging. Kamu tau apa yang sedang saya bicarakan Gandalf. Mata besar, tanpa penutup, diliputi dalam api.” Gandalf:”The Eye of Sauron“. “Dia mengumpulkan semua kejahatan padanya. Segera dia telah mengumpulkan tentara yang besar untuk sebuah serangan atas Dunia Tengah.” Gandalf: “Kamu tau ini…. Bagaimana bisa?”

Dollar

Berbagai hadits menyatakan jika Dajjal memiliki satu mata. Simbol ini dengan jelas tertera di dalam lembaran satu dollar Amerika Serikat. Dollar adalah mata uang Dajjal. Dan sekelompok elit yang menguasai Amerika Serikat (dan juga seluruh Eropa dengan Uni Eropanya) merupakan pelayan dari Dajjal.

Tentara Antikristus Dajjal

Org ArmyAntikristus Dajjal yang ditampilkan oleh JRR Tolkien memiliki tentara-tentara yang bersosok “setan” dan “gelap”.

Wahyu 19:19 Dan aku melihat binatang itu dan raja-raja di bumi serta tentara-tentara mereka telah berkumpul untuk melakukan peperangan melawan Penunggang kuda itu dan tentara-Nya.

Hadits tentang pengikut dajjal
Pengikut Dajjal adalah orang-orang Yahudi dan orang-orang yang jahat. Diriwayatkan dari Aisyah radhiyallahu ‘anha: “Rasulullah masuk ke kamarku dalam keadaan aku sedang menangis. Beliau berkata kepadaku: ‘Apa yang membuatmu menangis?’ Aku menjawab: ‘Saya mengingat perkara Dajjal maka aku pun menangis.’ Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata: ‘Jika dia keluar sedang aku masih berada di antara kalian niscaya aku akan mencukupi (melindungi) kalian. Jika dia keluar setelah aku mati maka ketahuilah Rabb kalian tidak buta sebelah. ….”

Pasukan Antikristus Dajjal unggul dalam kekuatan dan teknologi, tetapi bukan dalam iman dan kebenaran.

Bagaimana mengalahkan pasukan Antikritus Dajjal?

Army of DeathDan yang unik adalah tentara “setan” ini hanya dapat dikalahkan oleh “setan” juga, yaitu ketika Aragorn meminta bantuan “makhluk yang terkutuk” di dalam gua setelah Aragorn mengendalikan mereka. Untuk mengalahkan Dajjal atau minimal tidak terpengaruh daya sihirnya, kita harus terbebaskan dari nafsu yang buruk. Dan ini disajikan oleh JRR Tolkien dalam The Lord of The Rings.

Cincin Sauron

Ring of SauronCincin yang digambarkan dalam film tersebut adalah dunia kita ini. Siapa saja yang tergoda oleh nafsunya untuk menguasai cincin (dunia) maka ia akan memegang kekuasaan di dunia, sekaligus dikuasai oleh Sauron (mjd budak Sauron). Ia mudah dikuasai oleh Sauron Si Raja kegelapan karena nafsu manusianya sendiri. Termasuk si Hobbit pembawa cincin, Frodo. Sosok Frodo yang innocent tampak tidak berdaya oleh nafsunya sendiri ketika akan menghancurkan cincin ke dalam api magma.

Dan Sauron memang ingin menjadi penguasa kegelapan yang tak terkalahkan.

Antikristus Dajjal Pembohong Besar

Eye of SauronKembali lagi ke sosok Dajjal dalam hadits, Sauron memiliki cahaya yang menyorot untuk memberi penerangan. Ini dapat dikatakan bahwa meski Sauron memiliki cahaya dan sejatinya cahaya adalah memberi penerangan dalam kegelapan, cahaya mata Sauron memberi penerangan untuk menuju kegelapan. Persis seperti dalam hadits Nabi, Dajjal akan memberi dua pilihan api dan air. Dalam hadits tersebut, apinya Dajjal adalah sejatinya adalah air (surga) dan airnya adalah api (kesesatan dan kegelapan / neraka).

Kota-kota yang tidak akan dimasuki Antikristus Dajjal

GondorSelanjutnya dalam hadits Nabi, semua kota di dunia ini takluk oleh Antikristus Dajjal, kecuali dua kota. Jika Anda menonton film ini, ada dua kota utama juga yaitu Gondor dan Rohan tetapi hanya kota Gondor yang tidak bisa ditaklukkan oleh tentara Sauron. Dan kota ini digambarkan dengan sosok warna putih yang mencolok. Putih memberi image suci. Maka Gondor adalah kota suci dengan dominasi bangunan putih di mana-mana. Abu Hurairah r.a. berkata, Rasulullah bersabda, “Pada pintu-pintu kota Madinah ada malaikat yang menyebabkan tha’un ‘wabah’ dan Dajjal tidak memasukinya.”

Sosok Elf

ElfKemudian jika Anda menonton film ini maka Anda akan dibuat takjub dengan sosok kaum Elf. Kaum Elf dalam film ini begitu “tidak berambisius untuk menjadi raja” dalam kehidupan manusia. Istana mereka yang bagaikan sebuah kayangan jelas-jelas memberi image bahwa kaum Elf adalah sosok Malaikat dalam konsep Agama samawi. Jika dikaitkan dengan sosok Dajjal maka kaum Elf praktis sebagai penolong kaum manusia untuk mengalahkan Dajjal dalam hal ini adalah Sauron. Coba cermati film tersebut.
1. Sosok Elf memiliki kesaktian yang tidak dimiliki oleh manusia pada umumnya.
2. Mereka hidup lebih lama (berumur panjang)
2. Mereka memiliki bahasa sendiri yang tidak dimengerti oleh manusia. Dan bahasa mereka adalah bahasa Elf itu sendiri.

Sosok Gandalf

Di film ini Elf bersama dengan manusia yg dipimpin Aragorn dan Gandalf. Sosok Gandalf dalam film ini digambarkan dengan manusia yg berjubah putih mencolok, melambangkan kesucian, sama persis dengan apa yang ada di kitab Wahyu.

Wahyu 19:14 Dan semua pasukan yang di sorga mengikuti Dia; mereka menunggang kuda putih dan memakai lenan halus yang putih bersih.

GandalfWahyu 19:15 Dan dari mulut-Nya keluarlah sebilah pedang tajam yang akan memukul segala bangsa. Dan Ia akan menggembalakan mereka dengan gada besi dan Ia akan memeras anggur dalam kilangan anggur, yaitu kegeraman murka Allah, Yang Mahakuasa.

Akhir cerita Lord of The Rings

Sauron MusnahMenara One Eye runtuh

Akhir dr film ini adalah Sauron hancur beserta pasukannya yg sebenarnya jumlahnya lebih banyak dengan monster2 yg besar (persenjataan yg kuat)

Wahyu 19:16-21
Dan pada jubah-Nya dan paha-Nya tertulis suatu nama, yaitu: “Raja segala raja dan Tuan di atas segala tuan.”
Lalu aku melihat seorang malaikat berdiri di dalam matahari dan ia berseru dengan suara nyaring kepada semua burung yang terbang di tengah langit, katanya: “Marilah ke sini dan berkumpullah untuk turut dalam perjamuan Allah, perjamuan yang besar, supaya kamu makan daging semua raja dan daging semua panglima dan daging semua pahlawan dan daging semua kuda dan daging semua penunggangnya dan daging semua orang, baik yang merdeka maupun hamba, baik yang kecil maupun yang besar.”

Dan aku melihat binatang itu dan raja-raja di bumi serta tentara-tentara mereka telah berkumpul untuk melakukan peperangan melawan Penunggang kuda itu dan tentara-Nya.
Maka tertangkaplah binatang itu dan bersama-sama dengan dia nabi palsu, yang telah mengadakan tanda-tanda di depan matanya, dan dengan demikian ia menyesatkan mereka yang telah menerima tanda dari binatang itu dan yang telah menyembah patungnya. Keduanya dilemparkan hidup-hidup ke dalam lautan api yang menyala-nyala oleh belerang.

Dan semua orang lain dibunuh dengan pedang, yang keluar dari mulut Penunggang kuda itu; dan semua burung kenyang oleh daging mereka.

Saksi Yehova


 

Saksi Yehova adalah sebuah organisasi internasional yang berdasarkan kepada prinsip merahasiakan organisasi, dan memunculkan ide ke permukaan, baik yang bersifat agamis ataupun politis.

Muncul di Amerika Serikat pada pertengahan kedua abad ke-19. Organisasi ini mengklaim sebagai organisasi Masehi. Tapi dalam kenyataannya adalah organisasi yang terang-terangan di bawah dominasi Yahudi, dan aktif atas biaya mereka. Organisasi ini lebih dikenal; sejak tahun 1931 M.

Dan secara resmi telah diakui di Amerika Serikat, sebelum kemunculannya dengan nama tersebut pada tahun 1844 M.

Sejarah Berdiri dan Tokoh-tokohnya
Saksi Yehova didirikan tahun 1874 M, oleh seorang pendeta, Charles Taze Rusell (1862 – 1916 M). Pada waktu itu dikenal dengan nama “Aliran Russselisme” dan “Pengkaji-pengkaji Baru Injil”.

Charles Taze Russel dilahirkan pada tanggal 16 Februari 1852 di Pennsylvania, Amerika Serikat. Pada tahun 1870, ia membentuk suatu Bible Class (= Kelas Alkitab), dan pada tahun 1876 ia diangkat menjadi pendeta oleh grup tersebut. Pada tahun 1879, ia mulai menerbitkan majalah kemudian menulis buku.

Pucuk pimpinan Saksi Yehova selanjutnya digantikan oleh Joseph Franklin Rutherford (1869-1942 M), yang pada tahun 1917 M, mengarang sebuah buku “Jatuhnya Babil“. Babil adalah sebuah lambang bagi semua organisasi yang ada di dunia. Di bawah pimpinannya, pada tahun 1931, nama Saksi Yehova mulai dipakai. Nama ini didasarkan atas Yes 43:10-12. Ia mati pada tanggal 8 Januari 1942, dan diganti oleh Natan Homer Knorr (1905 M).

Knorr mulai mengenal ajaran Saksi Yehovah pada waktu ia masih ada di Sekolah Menengah Atas. Pada tahun 1942 ia menggantikan Rutherford menjadi pemimpin Saksi Yehovah. Pada masa Knorr, sekte ini mampu menjadi sebuah negara di dalam negara. Ia mati pada bulan Juni 1977, dan digantikan oleh Frederick W. Franz.

Lembaga penerbitan mereka disebut ‘Perkumpulan Siswa-siswa Alkitab’; dulu letaknya di Batuceper no 47, Jakarta. Sekarang sudah tidak lagi di sana, karena sekarang di Indonesia mereka termasuk organisasi terlarang (1976).

Ajaran Saksi Yehovah kelihatannya lebih sederhana dan lebih mudah diterima oleh akal dibandingkan dengan ajaran kristen (khususnya tentang konsep Trinitas). Hal ini menyebabkan banyak orang Kristen yang dari dulu selalu bingung/tidak mengerti tentang doktrin Trinitas menjadi pengikut mereka.

Dari tahun 1942-1952 (hanya dalam 10 tahun!) jumlah orang-orang Saksi Yehovah meningkat secara luar biasa:

  1. di Amerika Serikat meningkat 2 x lipat.
  2. di Asia meningkat 5 x lipat.
  3. di Eropa meningkat 7 x lipat.
  4. di Amerika Selatan meningkat 15 x lipat.

Kalau ada yang bertanya, “Mengapa mereka bisa bertumbuh begitu pesat?“, maka salah satu jawabnya adalah karena orang Saksi Yehovah tidak membedakan antara Pendeta dengan orang awam. Hampir semua orang Saksi Yehova dilatih untuk memberitakan ‘Injil’ dan 65 % anggota-anggota Saksi Yehova aktif memberitakan ‘Injil’ (bandingkan dengan orang Kristen yang menurut statistik hanya 0,5 % yang memberitakan Injil).

Orang Saksi Yehova menggunakan literatur dengan luar biasa hebatnya. Dimulai pada tahun 1879 (saat itu judulnya adalah The Herald of the Morning) dengan jumlah hanya 6000 exemplar / bulan. Pada tahun 1976 sudah mencapai 10 juta exemplar / bulan, dan sudah diterjemahkan ke dalam 79 bahasa. Pada tahun 1985 mencapai 17,8 juta exemplar / bulan, dan diterjemahkan ke dalam 106 bahasa. Majalah Awake! (= Sadarlah!) pada tahun 1976 mencapai 9 juta exemplar / bulan. Pada tahun 1985 mencapai 15,6 juta exemplar / bulan dan diterje-mahkan ke dalam 34 bahasa. Dari kategori majalah agama, kedua majalah ini pernah menduduki ranking I dan ranking II di seluruh dunia!

Pemikiran dan Doktrin-doktrinnya

Berikut ini adalah pokok-pokok pikiran dari Saksi Yehovah:

  1. Diyakini, bahwa Yahudi adalah Tuhan bagi mereka, dan Isa adalah “Presiden” bagi kerajaan Allah.
  2. Diyakininya kitab suci orang-orang Kristen, tetapi ditafsirkannya menurut kepentingan mereka sendiri.
  3. Taat buta kepada pemimpin-pemimpin mereka.
  4. Dieksploitasiikannya nama Al Masih dan kitab suci untuk mencapai tujuan mereka, yaitu menegakkan sebuah negara agama duniawi untuk menguasai dunia.
  5. Tidak dipercayainya akhirat dan neraka. Diyakininya, bahwa surga itu akan berada di dunia, dalam kerajaan mereka.
  6. Diyakininya, sudah dekatnya masa perang pembebasan yang dipimpin oleh Yesus Kristus, sementara mereka adalah prajurit-prajuritnya yang akan menghancurkan semua penguasa yang ada di bumi.
  7. Dipetiknya dari kitab suci, bagian-bagian yang menumbuhkan rasa cinta kepada Israel dan Yahudi, kemudian disebarkannya.
  8. Tidak dipercayainya ruh dan keabadiannya. Dan mereka mempunyai kuil khusus untuk mereka sendiri yang disebut “Aula Kerajaan” atau “Rumah Tuhan”.
  9. Persaudaraan umat manusia hanya terbatas pada mereka sendiri tanpa adanya manusia lain.
  10. Diperanginya sistem dan perundang-undangan buatan manusia, dan dikumandangkannya sikap membangkang. Dimusuhinya semua agama kecuali agama Yahudi. Dan ketua-ketua mereka semuanya adalah Yahudi.
  11. Diakuinya kesucian kitab-kitab yang dianggap suci oleh Yahudi, yaitu 19 buah kitab. Diyakininya trinitas, dan ditafsirkannya dengan: Yehova, Tuhan Anak, dan Ruhul Qudus.
  12. Seorang anggota dalam organisasi ini melewati beberapa tahapan yang sulit, dan untuk mencapainya harus memenuhi persyaratan-persyaratan yang kejam dan berat.

Di samping itu, Saksi Yehovah memiliki sejumlah ciri-ciri fisik sebagaimana di bawah ini:
Membangun sebuah menara, yakni sebuah kubah yang berpojok tujuh, yang menjadi lambang Yahudi, baik lambang agama maupun lambang nasional. Membangun bintang enam, yang juga merupakan lambang Yahudi.

Membangun nama “Yehova”, dan ditulisnya dengan bahasa Ibrani. Yehova adalah Tuhan menurut Yahudi. Diantara kitab-kitab Organisasi Saksi Yahova :

  1. Sebuah majalah yang terbit dengan nama “Monumen Pengawasan Zionis” berbicara atas nama mereka. Kemudian majalah itu dirubah namanya menjadi “Monumen Pengawasan” untuk menyembunyikan kata Zionis.
  2. Berita yang baik tentang kerajaan (masuknya adalah kerajaan mereka yang diimpikan).
  3. Dasar kepercayaan terhadap dunia baru.
  4. Telah dekat masanya pengobatan umat.
  5. Hidup dengan mengharapkan sistem yang adil dan baru.
  6. Akar Pemikiran dan Keyakinannya

Mereka bisa dikategorikan sebagai sekte Masehi yang menyendiri dalam sebuah faham yang spesifik. Tetapi dalam kenyataannya, mereka dalam dominasi Yahudi secara nyata, dan mengadopsi keyakinan-keyakinan Yahudisme sekeseluruhan, dan bekerja aktif untuk kepentingan Yahudi. Mereka terpengaruh dengan para filosof kuno, khususnya para filosof Yahudi. Mereka mempunyai hubungan yang erat dengan Israel, dan organisasi-organisasi Yahudi Internasional, seperti Massonisme. Mereka mempunyai hubungan kerja sama dengan organisasi-organisasi missionaris Kristen, organisasi-organisasi Komunis dan Sosialis Internasional. Mereka mempunyai hubungan yang erat dengan orang-orang yang berpengaruh dari Yahudi dan Amerika.

Penyebaran dan Kawasan Pengaruhnya
Hampir tak ada satu negara pun di dunia ini yang terlepas dari aktifitas organisasi bawah tanah yang berbahaya ini. Markas mereka berpusat di Amerika, distrik Broklyn-New York, dengan alamat :124 Columbia Heights, Brooklyn New York, USA. Negara-negara yang ada aktivitas mereka sampai tahun 1955 M, mencapai 158 negara, waktu itu anggotanya berjumlah 632.929 orang. Propagandisnya berjumlah 1.814 orang. Oleh karena itu, berapakah gerangn jumlah mereka sekarang ?

Sebagian negara yang tahu bahaya aktifitas mereka, maka aktifitas mereka dilarangnya. Negara-negara itu antara lain: Singapore, Libanon, Cote d’ Ivoire, Filipina, Iraq, Norwegia, Kamerun, Cina, Turki, Swiss, Rumania, dan Belanda. Namun mereka masih mempunyai aktivitas di negara-negara tersebut dengan cara khusus dan rahasia. Adapun di negara-negara Afrika dan dunia Islam, pada umumnya mereka bekerja sama dengan organisasi-organisasi missionaris Kristen.

Diterbitkannya beribu-ribu buku, brosur dan surat kabar dan dibagi-bagikannya dengan cuma-cuma. Sesuatu yang menunjukan kekuatan aset keuangan mereka. Mereka juga mempunyai sekolah khusus untuk mereka sendiri, perkebunan, penerbitan dan pers. Masing-masing biro tersebut memiliki manajemen sendiri-sendiri. Mereka mempunyai kantor-kantor penerjemah dan pengarang, dan mempunyai tim ahli keagamaan untuk menafsirkan kitab-kitab suci sesuai dengan kepentingan mereka. Mereka mempunyai kerja sama yang besar dengan organisasi kedutaan, yang bekerja aktif untuk kepentingan Yahudi.

Organisasi ini, bisa mengambil manfat dari anggotanya untuk aktif sebagai intel, mata-mata dan agen propaganda. Wallahu a’lam.

Sumber:
  1. Lembaga Kajian dan Penelitian WAMY, Ensiklopedi Mini tentang Gerakan Keagamaan dan Pemikiran, Al-I’tishom & Al-Ishlahy, Jakarta, 2002.
  2. Pusat Informasi dan Komunikasi Islam (Alislam.or.id).

Darimana Asal Saksi Yehova/Yehuwa?

Sejarah saksi Yehova berkisar pada 3 orang Amerika: Charles Taze Russell, Joseph Franklin Rutherford dan Nathan Homer Knorr.

1.Charles Taze Russell
Charles Taze Russell lahir di kota Pittsburgh, negara bagian Pennsylvania, pada tahun 1852. Ia di-didik di sekolah-sekolah umum dan oleh guru-guru pribadi. Charles dan orang tuanya adalah anggota gereja yang giat. Pada usia muda, ia mulai tertarik akan soal-soal theologia. Ia juga aktif dalam pekabaran Injil setempat.
Ketika Charles berumur belasan tahun, ia meninggalkan gereja dan mengaku sebagai orang yang tidak beragama. Hal yang membuat pikirannya susah adalah doktrin adanya neraka dan hukuman bagi orang-orang jahat. Jika Allah adalah kasih—demikian pemikiran Charles T Russell—pasti Ia (Allah) tidak akan menyuruh seseorang untuk masuk ke tempat penyiksaan abadi.

Charles T Russell lalu belajar macam-macam agama. Dalam tiap kepercayaan ia menemukan suatu kepuasan. Lalu ia menghadiri pertemuan di gereja Advent (meski ia tidak mau mengakui pengaruh doktrin gereja Advent pada ajaran-ajarannya). Pada umurnya yang masih dua puluhan, ia berkeyakinan kalau Tuhan telah menunjuk ia sebagai satu-satunya penafsir Alkitab yang benar. Semua aliran kristen adalah salah, begitu pendapatnya. Ketika ia mulai memimpin suatu kelas Alkitab, siswa-siswanya menamakan ia “Pdt Russell”, walau ia belum pernah ditahbiskan.

Pada tahun 1879 Russell mulai menerbitkan majalah Menara Pengawal, yang masih beredar hingga kini. Beberapa tahun kemudian ia mengorganisir gerakannya secara resmi. [perhatikan! bahwa nama saksi Yehovah belum terpikirkan pada masa permulaan itu]. Russell adalah seorang pendekar agama yang giat. Ia bepergian ke mana-mana, baik di Amerika serikat maupun negara-negara lain, sambil mendirikan pos-pos alirannya yang baru. Banyak buku dan surat selebaran yang ia karang. Ia mengirim penceramah-penceramah secara teratur untuk menyebarkan ajaran-ajarannya. Ia juga menulis di kolom-kolom surat kabar.

Sayang, kehidupannya tidak sesuai dengan ajarannya sendiri. Ny. Russell (istrinya) pernah menuntut suaminya untuk diceraikan. Karena hubungannya dengan seorang wanita bernama Rose Ball. Ia menyangkal tuduhan itu, dan baru mengaku ketika ia terjepit. Setelah peristiwa perceraian itu, Russell ditangkap karena ia memindahkan hak milik harta bendanya kepada perseroan-perseroan dan lembaga-lembaga yang dikuasainya secara mutlak. Hal itu dilakukannya supaya dapat menghindarkan diri dari membayar uang penyelesaian perceraian kepada istrinya.

Sebuah surat kabar di kota New York pernah menuduh bahwa Russell menjual “gandum ajaib” seharga kira-kira 4 kali lipat harga pasaran. Ketika di pengadilan, ia mengakui hal tersebut.

Pada tahun 1912, seorang pendeta gereja Baptis bangsa Kanada menerbitkan surat selebaran yang menyerang ajaran C.T. Russell. Russell lalu menuntut pendeta Baptis itu. Namun hakim akhirnya membenarkan isi dan makna terbitan itu.

Tak mengherankan bahwa ada saksi Yehova sendiri yang tidak mengakui hubungan mereka dengan Charles Taze Russell. Mereka menolak nama julukan yang dulunya diberikan kepada aliran mereka, yaitu: “Russellisme”. Walaupun demikian, pendeta dan sarjana Alkitab gadungan itu masih tetap dijunjung tinggi dalam tulisan-tulisan saksi Yehova.
Russell dan pengikut-pengikutnya berkali-kali meramalkan bahwa dunia akan berakhir pada tahun 1914. Ketika ramalan ini meleset, gerakan itu hampir punah. Jumlah peredaran terbitan-terbitan mereka berkurang dari 71 juta eksemplar dalam tahun 1914 menjadi 30 juta dalam tahun 1916.
Dalam tahun 1916 itu juga, Charles Taze Russell meninggal. Meski kecewa dan bingung atas kegagaln ramalannya, ia masih tetap bergiat. Ia meninggal pada waktu naik kereta api, sedang bepergian untuk menyebarkan doktrin-doktrinnya.

2.Joseph Franklin Rutherford
Joseph Franklin Rutherford dilahirkan di daerah pertanian, di negara bagian Missouri, pada tahun 1869. ayahnya membujuk ia untuk menjadi petani, tetapi pemuda itu ingin terus menuntut ilmu. Akhirnya ayahnya setuju, jika Joseph dapat menggaji seorang buruh sebagai gantinya, serta membayar sendiri uang kuliahnya. Dari seorang teman, ia meminjam uang yang dibutuhkan, dan ia mulai belajar mandiri pada umur 16 tahun.
Setelah tamat dari perguruan tinggi, J.P. Rutherford berguru pada seorang sarjana hukum yang tersohor. Kemudian ia menjadi seorang penulis pengadilan, lalu advokat, dan akhirnya seorang hakim. Karena jabatannya itu, ia tetap digelari orang: “Hakim Rutherford” sepanjang umurnya.

Pada tahun 1894, Rutherford membeli 3 buku karangan C.T. Russell. Beberapa tahun kemudian, ia sempat berkenalan secara pribadi dengan pengarang itu. Pada tahun 1906, baik Rutherford maupun istrinya membaktikan diri mereka kepada gerakan Russell. Tahun berikutnya, Russell menunjuk Rutherford sebagai salah seorang penceramah yang dikirimnya ke sana-ke mari. Dalam tahun-tahun itu juga, Rutherford sering diminta untuk membela langganannya di depan meja hijau. Ia berhasil baik sebagai pejuang bidatnya, yang dikenal pandai berpidato.
Hanya 2 bulan setelah kematian Russell, Rutherford ditunjuk sebagai penggantinya. Masa itu adalah masa yang gelap bagi gerakannya. Banyak anggota yang mundur setelah gagalnya ramalan hari kiamat pada tahun 1914, serta meninggalnya orang yang telah meramalkannya. Lagipula Rutherford menolak pemberian hormat kepada bendera negara atau kewajiban masuk militer. Dalam suasana tegang selama perang dunia I, ia dengan beberapa rekannya dipenjarakan.

Setelah dibebaskan pula (pada tahun 1919), Rutherford lebih giat lagi dalam menyebarkan doktrin-doktrin Russell, ditambahi dengan ajaran-ajarannya sendiri. Selama 25 tahun sebagai ketua gerakannya, ia menghasilkan rata-rata sebuah buku tiap tahun. Selain banyak surat selebaran dan artikel majalah. Ia pun mendirikan majalah populer Sedarlah! Sebagai pelengkap Menara Pengawal.
Ceramah-ceramah Rutherford disiarkan melalui jaringan radio yang paling luas yang pernah dipakai pada masa itu untuk siaran keagamaan. Piringan-piringan hitam khotbahnya diputar oleh pengikut-pengikutnya pada saat mereka berkunjung dari rumah ke rumah.
Dalam pertemuan antar bangsa dari aliran Rutherford yang diselenggarakan pada tahun 1931, untuk pertama kali bidat itu mulai memakai nama “Saksi Yehova/Yehuwa.” Nama itu berdasarkan nubuat dalam Yesaya 43:10-12, yang (menurut anggapan mereka) telah digenapi dengan adanya gerakan mereka. Nama “Yehuwa” untuk Tuhan Allah, mereka memetik dari terjemahan-terjemahan lama (seperti misalnya Kejadian 15:3 dalam terjemahan bahasa Indonesia karya Klinkert).
Pada saat J.F. Rutherford meninggal dalam tahun 1942, ia sudah terlebih dulu memilih penggantinya sebagai ketua saksi Yehova/Yehuwa.

3.Nathan Homer Knorr
Sama seperti C.T. Russell dulu, Nathan Knorr dilahirkan di negara bagian Pennsylvania, di kota Bethlehem, pada tahun 1905. Ketika belajar di SMA, untuk pertama kalinya ia mengenal ajaran saksi Yehova.
Sama seperti kebanyakan saksi Yehova/Yehuwa, Nathan Knorr tidak meneruskan pendidikannya di sekolah tinggi. Ia diterima sebagai pekerja di penerbitan gerakannya (saksi Yehova) di kota New York, dan segera mulai naik pangkat.

Pada tahun 1932, ketika ia berumur 27 tahun, Knorr menjadi direktur penerbitan tersebut. Ia pun mulai berpengaruh sekali dalam usaha-usaha saksi Yehova di seluruh dunia. Ketika J.F Rutherford meninggal dunia pada tahun 1942, Knorr langsung menggantikannya.
Masa kepimpinan yang panjang dari Nathan Knorr, ditandai dengan pertumbuhan yang sangat pesat serta penataran organisasi secara kokoh. Utusan-utusan dikirim ke banyak tempat yang baru. Penyebar-penyebar ajaran saksi Yehova yang tadinya hanya sekedar memutarkan pelat-pelat perekaman suara pimpinan mereka, atas usul Knorr diberi indoktrinasi yang kuat. Dengan demikian mereka dapat menjawab pertanyaan dan keberatan yang diajukan pada mereka.

Ada 2 “prestasi” lagi dalam masa jabatan Nathan Knorr, yaitu:

1. mulai tahun 1945, Knorr mengajar bahwa transfusi darah tidak sesuai dengan Firman Tuhan. Hal ini dibuktikannya dengan beberapa ayat dalam Perjanjian Lama, yang dikutipnya di luar hubungan kalimat. Berkali-kali saksi Yehova telah dituntut ke pengadilan, karena mereka tidak mengizinkan transfusi darah untuk orang yang berada dalam pengasuhan mereka, seperti misalnya anak atau orang tua—meski menurut dokter transfusi itu diperlukan.

2. Pada tahun 1950, saksi Yehova menerbitkan Alkitab terjemahannya sendiri dari kitab Perjanjian Baru. Perjanjian Lama menyusul 10 tahun kemudian. Versi itu disebut New World Translation. Terjemahan itu sering dikutip (dengan singkatan NW) dalam terbitan-terbitan perkumpulan siswa-siswa Alkitab di Jakarta.

Indoktrinasi Saksi Yehova/Yehuwa

Saksi Yehova/ Yehuwa menggunakan 7 langkah indoktrinasi, atau rentetan pengajaran dan latihan-latihan yang bertujuan menjangkau dan meyakinkan penganut-penganut baru. Cara-cara mereka hendaknya dipelajari oleh orang Kristen, agar dapat memahami sepenuhnya metode “penginjilan” yang digunakan oleh aliran yang menyesatkan itu.

1] Menjual Bahan Cetakan
Mungkin belum pernah ada gerakan keagamaan yang lebih memanfaatkan bahan cetakan, daripada saksi Yehova. Kebanyakan buku dan majalah mereka tidak dihadiahkan, tetapi dijual; dengan demikian orang yang menerimanya merasa bahwa dia sendiri harus berikhtiar/ berusaha sedikit untuk barang yang bermutu itu. Harganya cukup pantas, karena saksi Yehova hendak menutup ongkos cetak, dan mereka biasa mencetak bahannya dalam jumlah yang cukup banyak.
Saksi-saksi Yehova bukan hanya sekedar menjual bahan cetakan; para penjual itu siap sedia untuk mengadakan diskusi dengan pembeli mengenai doktrin-doktrin mereka, dan untuk menyanggah ajaran-ajaran Kristen yang mereka anggap tidak sesuai.
Ada banyak buku dan terbitan-terbitan dari saksi Yehova. Majalah-majalah saksi Yehova/Yehuwa lebih dikenal, daripada buku atau traktat mereka. Diantaranya ialah: Menara pengawal dan Sedarlah!

2] Kunjungan Kepada Pembeli
Pemimpin-pemimpin daerah dari aliran saksi Yehova/Yehuwa membuat catatan yang teliti mengenai semua majalah dan buku yang telah dibeli orang. Lalu para pembeli itu dikunjungi, dengan harapan bahwa mereka akan membeli bahan cetakan yang lain.
Sementara itu, penjual selalu siap sedia untuk menjawab semua pertanyaan pembeli, dengan menggunakan ayat-ayat kitab suci sebagai bukti. Ayat-ayat itu ada banyak yang dikutip satu-satu serta dikutip di luar hubungan kalimat, dalam usaha untuk mengindoktrinasi pembeli agar masuk bidat itu.

3] Pelajaran di Rumah
Saksi Yehova menantikan kesempatan untuk datang ke rumah, demi menolong pembeli memahami bahan cetakan yang telah dibelinya. Mereka meyakinkan orang, bahwa mereka sudah terlatih, dan sanggup menolong untuk menjelaskan mengenai isi bacaan tersebut. Saksi Yehova bersedia untuk datang setiap saat. Dengan menggunakan buku pedoman “Karena Allah itu benar adanya”, mereka memberikan indoktrinasi sedikit demi sedikit tentang ajaran-ajaran mereka.
Biasanya pelajaran itu diberikan secara pribadi kepada calon anggota. Calon anggota tersebut harus mengalami “pencucian otak”; yaitu pikirannya harus dibersihkan dari semua paham Kristen dan ajaran Alkitab yang bertentangan dengan doktrin saksi Yehova.

4] Pelajaran Sedaerah
Sesudah pelajaran diberikan secara pribadi di rumah, maka calon itu dipimpin selangkah lebih maju, yakni: mengikuti pelajaran indoktrinasi sedaerah. Sampai disini masih belum ada tekanan terhadap calon anggota itu, agar ia hadir di sebuah “Balai Kerajaan” (nama gereja atau tempat pertemuan saksi Yehova). Dengan hati-hati, calon tersebut dipimpin setahap demi setahap, sampai ia mengalami pencucian otak dan indoktrinasi.
Kelompok belajar (studi grup) itu merupakan satu kumpulan dari semua calon anggota di daerah yang berdekatan, yaitu perhimpunan orang-orang yang sudah terlebih dahulu belajar di rumah masing-masing. Pelajaran-pelajaran diberikan oleh anggota saksi Yehova senior dan yang cukup pandai menjawab pertanyaan dan keberatan yang diajukan.

5] Undangan ke Balai Kerajaan
Calon tersebut siap untuk di-didik di Balai Kerajaan. Selain pelajaran Alkitab, disitu juga diberikan pelajaran tentang doktrin dan organisasi saksi Yehova. Dijelaskan kepada dia, tentang pekerjaan gerakan itu, serta tanggung jawabnya sendiri jika ia menjadi anggota.
Pelajaran-pelajaran di Balai Kerajaan tidak selesai-selesai. Belum pernah ada seorang pun yang tamat. Minimal seminggu sekali mereka menerima pengajaran. Ada juga pelajaran Alkitab, yang tentu saja—dengan cara saksi Yehova—yang seringkali menyimpangkan artinya.
Ada juga pelajaran berpidato, yang bermanfaat, baik dalam perkumpulan umum maupun dalam pelayanan kepada calon anggota secara pribadi. Ada juga semacam pertemuan kebaktian, dimana calon anggota itu dilatih dalam tiap segi pekerjaan saksi Yehova. Majalah Menara Pengawal merupakan bahan pelajaran yang utama.

6] Calon itu diutus sebagai Penjual
Sekarang calon itu siap untuk keluar sebagai penjual bahan cetakan. Dengan demikian ia akan mengulang kembali langkah-langkah indoktrinasi itu. Mula-mula ia diutus dengan didampingi oleh seorang anggota yang terlatih dan dapat dipercaya.
Saksi Yehova tidak membedakan antara kaum pendeta dengan kaum awam. Tiap penjual akan mengaku semacam “pendeta” atau “penginjil” yang telah ditetapkan. Memang ada anggota yang malas, sama seperti organisasi yang lain. Tapi kenyataannya, persentase anggota mereka yang keluar untuk bersaksi, mencapai rata-rata 65 persen! Di manakah kiranya ada gereja yang keanggotaannya serajin itu?

7] Calon itu dibaptiskan ke dalam Theokrasi
Saksi Yehova menggunakan istilah Theokrasi; artinya: wilayah kekuasaan ilahi. Mereka beranggapan, bahwa theokrasi atau Kerajaan Allah itu, tak lain dan tak bukan adalah organisasi mereka sendiri.
Sekarang calon itu siap dibaptiskan ke dalam theokrasi tersebut. Anehnya, saksi Yehova menyangkal Trinitas/Tritunggal, namun mereka tetap memakai rumusan pembaptisan dari Matius 28:19, yang jelas menyebutkan ketiga pribadi Tuhan Allah itu.
Sekarang calon anggota itu sudah menjadi seorang saksi Yehova yang lengkap. Ia juga siap untuk menjangkau dan meyakinkan orang-orang baru, supaya mereka mengikuti ajarannya yang sesat itu.

Saksi Yehova dan Firman Allah: Soal Terjemahan

Salah satu soal yang terbesar dalam pembahasan mengenai agama ialah, “Apakah patokan kita dalam menentukan azas-azas kepercayaan yang benar?”

Ada orang yang melandaskan kepada buku suci ini atau itu. Ada yang menjunjung tinggi perkataan-perkataan manusia, seperti misalnya titah Paus atau keputusan dewan pemimpin-pemimpin Gereja. Ada juga yang mengutamakan pimpinan Roh Kudus yang langsung diberikan-Nya kepada orang percaya.

Bila saksi Yehova ditanyai mengenai patokan kepercayaan mereka, mereka akan menjawab: “Firman Allah itulah patokan kami, yaitu Alkitab.”
Oleh karena itulah, ada banyak orang yang tertarik kepada aliran saksi Yehova. Mereka ingin mencari kebenaran dari sumber yang tepat, yaitu dari Kitab Suci yang diilhamkan oleh Tuhan Allah sendiri.

Mari kita soroti beberapa prinsip yang dipakai oleh saksi Yehova dalam menyelidiki Alkitab. Mungkin ada diantaranya yang disangkali oleh penganut saksi Yehova. Namun pada kenyataannya, telah terbukti berkali-kali bahwa prinsip-prinsip berikut ini diterapkan oleh saksi Yehova dalam memperalat Firman Allah.

1] Jika ada ayat yang kurang cocok dengan kepercayaan yang dianut, ayat itu diberi terjemahan yang dibuat sendiri, dengan alasan bahwa terjemahan itulah yang tepat menurut bahasa asli.

2] Mustahil Alkitab dibaca dengan pengertian atau ditafsirkan dengan tepat, kecuali dengan bimbingan terbitan-terbitan lainnya yang telah ditentukan.

3] Setiap ayat diberi penilaian yang sama, tidak perduli oleh siapa diucapkan mula-mula, kepada siapa, di mana, pada zaman yang mana, atau dalam keadaan bagaimana.

4] Setiap ayat biasanya ditafsirkan secara harfiah, tidak perduli apakah dalam bahasa aslinya memakai bentuk syair atau bahasa kiasan; atau, kadang-kadang sebaliknya, ayat yang mempunyai arti letterlijk yang terang justru diberi kiasan/ simbol, agar cocok dengan kepercayaan yang dianut.

5] Ayat-ayat dikutip satu-satu, lepas dari hubungan kalimat, lalu dipaksakan berderetan kembali secara kaku, menjadi bukti-bukti yang mendukung kepercayaan yang dianut.

6] Nubuat-nubuat dan bagian-bagian lain yang agak kabur artinya diutamakan—tentu saja dengan tafsiran yang dikehendaki. Sedangkan bagian-bagian Alkitab yang jelas dan mudah dipahami, kurang diperhatikan.

Mari kita paparkan cara-cara saksi Yehova.

# Terjemahan sendiri = Yang tepat
Bertahun-tahun, para penganut saksi Yehova menggunakan terjemahan-terjemahan Alkitab yang sama dengan orang lain. Tapi ada ayat-ayat yang sulit dicocokkan dengan ajaran bidat itu. Mungkin itu sebabnya pemimpin-pemimpin bidat ini, mulai memikirkan terjemahannya sendiri.

Sejak masa C.T. Russell, pendiri bidat itu, ada juga suatu terjemahan yang banyak mempengaruhi mereka, yaitu The Emphatic Diaglott, karya Benyamin Wilson. Kata Diaglott berarti dua bahasa; karangan itu terdiri dari kitab Perjanjian Baru dalam bahasa aslinya, yaitu bahasa Yunani, dengan terjemahan dalam bahasa Inggris kata demi kata yang dicetak diantara baris-baris bahasa aslinya.

Siapakah Benyamin Wilson itu? Anehnya, saksi Yehova tidak mau banyak membicarakan dia. Ternyata Benyamin Wilson bukanlah seorang sarjana Alkitab yang diakui, melainkan seorang penganut bidat lain lagi, yaitu aliran Kristadelphia, yang didirikan pada tahun 1848. Bidat Kristadelphia itu belum pernah menjadi besar dan terkenal seperti bidat saksi Yehova. Akan tetapi, terjemahan Perjanjian Baru dua bahasa tadi masih banyak dipakai oleh saksi Yehova.

Baru pada tahun 1950, keluarlah The New World Translation of the Holy Scriptures, bagian Perjanjian Baru; Perjanjian Lama menyusul pada tahun 1960, dan keseluruhannya direvisi dan diterbitkan lagi pada tahun 1961.
The New World Translation of the Holy Scriptures yang lengkap (PL+PB) diterbitkan tahun 1961 adalah revisi pertama dari edisi sebelumnya dan setelah direvisi kedua kali pada tahun 1970, direvisi kembali pada tahun 1971, dan akhirnya direvisi secara menyeluruh menjadi edisi yang diterbitkan pada tahun 1984.

Siapakah para penterjemah versi New World itu? Lama sekali nama-nama mereka dirahasiakan. Akhirnya, dalam rangka suatu perkara hukum yang diadili di Skotlandia, diumumkan bahwa penterjemahnya ada 5 orang. Salah satu diantaranya adalah Nathan H Knorr, ketua aliran itu, yang riwayatnya telah diuraikan dalam pasal 2 diatas. Diantara mereka semua, tidak ada seorang pun yang sungguh ahli dalam bidang-bidang kesarjanaan yang mutlak diperlukan untuk tugas menterjemahkan Alkitab.

Terjemahan New World sudah berkali-kali dibuktikan salah—bukan hanya salah karena tidak tahu benarnya, melainkan juga salah karena sengaja memalsukan atau menyelewengkan arti yang benar. Namun demikian, saksi Yehova sering mengutip Alkitab versi ini (NW).

Mari kita lihat bagaimana Alkitab versi “Terjemahan Dunia Baru” (NW) tidak dapat dibenarkan. Sebagai bahan perbandingan, digunakan Alkitab Terjemahan Baru Lembaga Alkitab Indonesia (TB-LAI) dan Alkitab Terjemahan Lama (TL).

Adapun Alkitab “Kitab Suci Terjemahan Dunia Baru”(NW) versi Saksi Yehova ini berdasarkan edisi revisi bahasa Inggris tahun 1984, yang telah dialih bahasakan ke bahasa Indonesia, cetakan 2006.

Dalam kutipan-kutipan dari terjemahan saksi Yehova ini, redaksi telah memasukkan huruf-huruf miring untuk menunjukkan bagian-bagian yang telah dibuat menyimpang.

Salah satu soal terbesar yang harus dihadapi oleh saksi Yehova ialah: Perjanjian Baru jelas mengajarkan ke-ilahian Kristus, padahal mereka (saksi Yehova) jelas-jelas menolak hal itu.

Filipi 2
[NW]
2:5 Peliharalah sikap mental ini dalam dirimu, yang juga ada dalam Kristus Yesus,
2:6 yang, walaupun ada dalam wujud Allah, tidak pernah mempertimbangkan untuk merebut kedudukan, yakni agar ia setara dengan Allah.
2:7 Tidak, tetapi ia mengosongkan dirinya dan mengambil wujud seorang budak dan menjadi sama dengan manusia.
2:8 Lebih daripada itu, ketika ia berada dalam wujud sebagai manusia, ia merendahkan dirinya dan taat sampai mati, ya, mati pada tiang siksaan.
2:9 Untuk alasan ini juga Allah meninggikan dia kepada kedudukan yang lebih tinggi dan dengan baik hati memberinya nama di atas setiap nama lain,

[TB-LAI]
2:5 Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus,
2:6 yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan,
2:7 melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia.
2:8 Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib.
2:9 Itulah sebabnya Allah sangat meninggikan Dia dan mengaruniakan kepada-Nya nama di atas segala nama,

[TL]
2:5 Taruhlah di dalam hatimu ingatan ini yang sudah ada di dalam Kristus Yesus,
2:6 yang, walaupun Ia dengan keadaan Allah, tiada mengirakan hal itu sebagai suatu keuntungan menjadi setara dengan Allah,
2:7 melainkan menghampakan diri-Nya menjadi hamba di dalam keadaan sama dengan manusia, dan kelihatan di dalam sikap seperti manusia;
2:8 Ia sudah merendahkan diri-Nya dan taat sehingga sampai kepada maut, yaitu mati tersalib.
2:9 Sebab itulah juga Allah sangat meninggikan Dia dan menganugerahkan Dia suatu nama yang di atas segala nama,

Yohanes 1
[NW]
1:1 Pada mulanya Firman itu ada, dan Firman itu bersama Allah, dan Firman itu adalah suatu allah.
1:2 Pribadi ini pada mulanya bersama Allah.

[TB-LAI]
1:1 Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah.
1:2 Ia pada mulanya bersama-sama dengan Allah.

[TL]
1:1 Maka pada awal pertama adalah Firman, dan Firman itu bersama-sama dengan Allah, dan Firman itulah juga Allah.
1:2 Adalah Ia pada mulanya beserta dengan Allah.

Hal lain yang menyusahkan saksi Yehova dalam menyelidiki Alkitab ialah ayat-ayat mengenai kedatangan Kristus yang kedua kalinya. Menurut saksi Yehova, Kristus sudah datang kembali pada tahun 1914. Jadi, dalam banyak ayat mereka menggantikan kata “kedatangan” sebagaimana terdapat dalam terjemahan TB-LAI dan TL (Terjemahan Lama); dengan kata “kehadiran.”

Matius 24:3
[NW]
Pada waktu dia sedang duduk di atas Gunung Zaitun, murid-murid mendekati dia secara pribadi, dan mengatakan, “Beri tahu kami: Kapankah hal-hal ini akan terjadi, dan apa yang akan menjadi tanda kehadiranmu dan tanda penutup sistem ini? ”

[TB-LAI]
Ketika Yesus duduk di atas Bukit Zaitun, datanglah murid-murid-Nya kepada-Nya untuk bercakap-cakap sendirian dengan Dia. Kata mereka: “Katakanlah kepada kami, bilamanakah itu akan terjadi dan apakah tanda kedatangan-Mu dan tanda kesudahan dunia?”

[TL]
Tatkala Ia duduk di atas Bukit Zaitun, maka murid-murid itu datang kepada-Nya ketika sama sendiri, serta berkata, “Nyatakanlah kiranya kepada kami, masa manakah perkara ini berlaku kelak, dan apakah alamat kedatangan-Mu dan kesudahan alam ini?”

Matius 24:37
[NW]
Sebab sama seperti zaman Nuh, demikian pula kehadiran Putra manusia kelak.

[TB-LAI]
Sebab sebagaimana halnya pada zaman Nuh, demikian pula halnya kelak pada kedatangan Anak Manusia.

[TL]
Maka sebagaimana keadaan pada zaman Nuh itu, demikian juga hal kedatangan Anak manusia.

I Tesalonika 4:15
[NW]
Sebab inilah yang kami beri tahukan kepadamu melalui firman Yehuwa, bahwa kita yang hidup, yang masih akan hidup sampai kehadiran TUAN, tidak akan mendahului mereka yang telah tidur dalam kematian;

[TB-LAI]
Ini kami katakan kepadamu dengan firman Tuhan: kita yang hidup, yang masih tinggal sampai kedatangan Tuhan, sekali-kali tidak akan mendahului mereka yang telah meninggal.

[TL]
Karena kami mengatakan demikian ini kepadamu dengan firman Tuhan, bahwa kita yang sedang hidup ini dan yang tertinggal hingga kepada kedatangan Tuhan, tiada akan mendahului orang yang sudah mati.

Dikutip dengan beberapa perubahan dari:
Tim Redaksi LLB(Lembaga Literatur Baptis), Bagaimana Menghadapi Saksi Yehuwa, Lembaga Literatur Baptis, Bandung, 1998.

Referensi:
Kitab Suci Terjemahan Dunia Baru cetakan 2006
Artikel soal saksi Yehova/ Yehuwa http://www.yabina.org/artikel/A1_26.htm

sumber :http://www.sarapanpagi.org/saksi-yehova-yehuwa-vt2058.html

Orang-orang ini mendapat gelar “Black“ nobility karena ketidakpedulian mereka terhadap moral dan kepantasan perbuatannya. Mereka melakukan pembunuhan, pemerkosaan, penculikan, perampokan, dan semua kejahatan penipuan lain yang cakupannya lebih luas lagi, menghalalkan segala cara dalam mencapai tujuan-tujuannya. Mereka mempunyai segala kekayaan. Dan uang adalah kekuasaan.

Keluarga-keluarga yang paling kuat ada di Itali, Jerman, Swiss, Inggris, Belanda, dan Yunani. Akar mereka dapat dilihat dari penelusuran kembali pada oligarki Venesia, yang mana merupakan keturunan Khazars, dan menikah dengan sesama mereka kemudian menjadi keluarga kerajaan pada awal abad ke12.

(Setelah kemenangan besar Khazars terhadap Arab, Raja masa depan, Constantine V, menikahi anak perempuan raja Khazars dan anak mereka menjadi Emperor Leo IV, juga dikenal sebagai “Leo the Khazars”. Para Paus, seperti Medici, dan Pius XII (Eugenio Pacelli) adalah orang Khazars, seperti Paus yang sekarang, John Paul II. Tidak semua Black Nobility mempunyai royal houses, banyak keluarga royal sekarang tidak mempunyai kerajaan. Menurut peneliti dan penulis Dr. John Coleman, mereka membentuk “Committee of 300” pada awal abad ke 18, “meskipun tidak muncul sampai kira-kira tahun 1897”, (ketika perdagangan opium China dilegalkan)

Bukti dokumenter keberadaan Committee of 300 belum ada, dan hanya frase yang nyaman untuk menggambarkan pemain utama di dalamnya. Politisi sosialis dan penasihat keuangan the Rothschilds, Walter Rathenau, tulisannya dalam Wiener Press (24 Desember 1921) menyatakan,

“Hanya 300 orang, setiap orang mengetahui siapa saja yang harus memerintah dan menentukan nasib Eropa. Mereka memilih hanya orang-orang seperkumpulannya saja sebagai perwakilan dalam pemerintahan. Orang-orang ini mempunyai sarana untuk menghancurkan suatu bentuk negara yang mana tidak berpihak pada mereka”

Tepatnya setelah 6 bulan dipublikasikan, Rathenau dibunuh.

Tulisan Dr. Coleman membuka jalan untuk mempelajari lebih lanjut pada nama-nama anggota ruling elite yang telah disebutkannya, khususnya di Amerika. Di mana bangsa Inggris punya sejarah panjang dan sangat awas dalam hal keturunan, keluarga-keluarga berdarah biru tertentu di Amerika Serikat yang mempunyai keterkaitan sejarah dengan Inggris melalui darah dan uang.

Keluarga-keluarga “kerajaan” ini yang berada dibelakang gerakan-gerakan peduli lingkungan yang sebenarnya bertujuan untuk menghentikan pertumbuhan penduduk dunia. Pangeran Philip dan Pangeran Charles adalah simbol yang paling dapat dilihat dalam gerakan ini, dan merupakan bagaian yang nyata dari konspirasi ini untuk menghancurkan industri dan mengembalikan dunia ke jaman kegelapan baru.

Kebanyakan mereka, meskipun tidak semua, baik yang bertahta ataupun tidak dari dinasti ini menikmati pendapatan yang besar dari sewa tanah. Semua usaha Global 2000 Report kepada President yaitu untuk menghancurkan kemajuan industri, dengan kelaparan, penyakit dan perang, mengurangi kepadatan penduduk yang mana industri mendukungnya. Mereka semua menentang tenaga nuklir yang dapat menghasilkan energi listrik murah , kunci kemajuan ekonomi dan kesejahteraan di Dunia Ketiga. Mereka sangat berkeinginan untuk mengembalikan kepada sistem feodal di mana mereka sebagai kepala pemerintahannya.

Meskipun memeluk agama Kristen, keluarga-keluarga oligarki the black nobility ini, untuk bagian yang lebih besar dari agama ini, sebenarnya tidak mengakuinya secara rahasia. Masonry memenuhi kebutuhan mereka sebagai agama. Dan tanpa keimanan, mereka tidak mempercayai akan adanya akhirat dan adanya punishment and reward. Mereka hanya hidup untuk masa sekarang (dunia)

Banyak dari oligarki ini yang melakukan perdagangan senjata dan obat-obatan terlarang melalui perantara yang jauh (seperti banyaknya bank-bank besar).

Pada 1815 Jesuit dan Freemasonry saling bersekutu dengan para pemegang tahta Eropa lalu mengadakan Kongres Vienna, di mana netralitas Swiss (sudah diberikan sanksinya sebagai negara netral oleh the Peace of Westphalia pada tahun 1648) selamanya dijamin; dan biarpun banyaknya perang yang dilaksanakan di mana manusia harus berperang, uang para Nobility di Swiss selalu bebas dari penjarahan. Ini adalah bagian dari rancana jangka panjang yang hati-hati Rothschild, dan kenapa Swiss masih ada sampai saat ini. Tetapi ini tidak berarti uang anda akan aman. Sekitar 280 miliyar dollar per tahun in flight capital dan uang obat-obatan terlarang mengalir kedalam rekening Black Nobility.

Kedudukan Freemasonry dalam struktur kekuasaan para elit sangat jelas sebagaimana mereka menjalankannya melalui konspirasi Adam Weishaupt untuk membalas setelah para Jesuit dihancurkan pada tahun 1773 oleh Paus Clement XIV “mereka dianggap sebagai immoral dan jahat kepada gereja dan agama”. Dengan meluncurkan Revolusi Perancis dan mengatur petualangan Katholik Eropa Napoleon, dan pemberontakan atas gereja di Meksiko dan Amerika Latin, mereka memutus pendapatan Vatikan.

Pembiayaan Nathan Rothschild pada Inggris raya menghasilkan kekalahan Napoleon sebagai musuh Roma, (sebagaimana juga menjadi sumber kekayaan dan pengaruhnya). Semenjak Gregory XVI memberikan jabatan kepausan pada Kalman Rothschild karena telah meminjamkan Vatikan 5 juta pounds pada masa sura, Rothschilds telah menjadi agen fiskal Vatikan. Dengan penguasaan Vatikan ini, Rothschilds memperluas kekuasaan finansial dan politiknya di Amerika Serikat. Kepentingan-kepentingan Vatikan di AS secara jelas terkuak dalam Treaty of Verona yang rahasia tahun 1822 antara Austria, Perancis, Prussia, dan Russia dimana the Jesuit Order pledged itself as the price of reinstatement to destroy “the works of Satan” it had established in setting-up, by revolution, representative governments such as the republics and “democracies” of France and the USA, replacing them with the only form of government approved by the church, rule by “divine right”, as declared by the Vatican (Daniel 2:42-43; Revelation 17:12-13).

Sebagaimana yang dinyatakan Robert Owen kepada Senat AS pada tahun 1916, target utama yang mana Vatikan dan “Holy Alliance” mengatur aktivitas Society of Jesus yang destruktif dan subversif, adalah AS, dan negara-egara republik lain di Western Hemisphere. Rencana ini, dia menganggap, adalah target yang mana Doktrin Monroe dikeluarkan. Apa yang tidak disadari oleh Senator ialah bahwa Doktrine Monroe melindungi kepentingan-kepentingan Kota London”.

Usaha persekutuan Rothschild-Vatikan untuk menguasai perekonomian AS melalui Bank of United States kesatu dan kedua gagal. Bank tersebut dibentuk di bawah kekuasaan emergensi yang diberikan kepada Presiden oleh konstitusi, sebagaimana institusi sementara digunakan untuk membantu negara melalui periode krisis finansial yang disebabkan oleh Perang Revolusi 1812. Tetapi sasaran para konspirator untuk membentuk monopoli bank dihalangi oleh konstitusi. Sampai FED.

Dikatakan the Black Nobility menjanjikan Jerman yang netral jika Soviet Rusia diijinkan. Persatuan antara Jerman Barat dan Timur. Dan bahwa Rusia berjanji untuk memberikan royal houses kepada pemiliknya jika mereka memisahkan Eropa dari Aliansi Amerika.

Imperial Nobility menikmati status yang ditinggikan lebih dari pada nobility negara berhasil Jerman dan negara Itali. Keturunan gelar Kekaisaran Roma Italia telah membentuk sebuah Asosiasi yang mana semua keturunan pria dari seseorang yang mempunyai gelar menurut Imperial Patent diberikan juga gelarnya. Dan kerajaan Liechtenstein juga sudah mengklaim kemampuan untuk membenarkan keberhasilan menjadi gelar Imperial, dan sudar membenarkan pula hak sebagai Spanish noble man untuk mendapatkan gelar tersebut sebagai tujuan hukum Spanyol membutuhkan negara succeessor untuk membenarkan bahwa klaim untuk gelar yang dimaksud menurut fakta adalah keturunannya. Maka ada jurisdiksi tersisa, meskipun tidak ada gelar Imperial yang diberikan semenjak 1806.

Keluarga Rothschild

Pada tahun 1963, the Holy Roman Empire Association (associazione dei Nobili del Sacro Romano Impero) dibentuk untuk menyatukan keturunan-keturunan laki-laki dalam keanggotaannya yang mana diberikan gelar nobility of the Holy Roman Empire. Ini juga termasuk anggota-anggota honorary.

Black Nobility termasuk dalam Committee of 300 yang mana mempunyai kontrol terhadap UN. Pangeran Belanda Bernhard mempunyai kekuasaan untuk memveto pilihan Vatikan terhadap siapapun Paus yang dipilih Vatikan. Ini dapat menjelaskan akhir yang cepat bagi masa jabatan Paus John Paul I yang pada waktu itu hanya 33 hari. Pangeran ini mempunyai kekuasaan veto karena keluarganya, the Habsburgs, adalah turunan langsung dari kaisar Roma yang terakhir. (The Habsburg Frederick III adalah kaisar terakhir di Roma; anak buyutnya Charles V adalah yang terakhir ditahtakan oleh Paus). Ini adalah kesetaraan sipil dari Klaim Paus “apostolic Succession” dari Saint Peter.

Pangeran Bernhard adalah pemimpin Black Families dan dia juga mengklaim keturunan dari House of David melalui dinasti Merovingian, sebuah klaim yang diakui validitasnya oleh dinasti Carolingian yang telah menggantikannya. Oleh monarki yang lain dan oleh gereja Roma pada saat itu. Maka dia bisa berkata bahwa dia adalah keturunan Yesus.

House of Orange-nya Pangeran Bernhard mempunyai asal dari Perancis. The Habsburgs terhubung dengan pernikahannya dengan the Merovingians, yang mana dikatakan sebagai keturunan dari Tribe of Benjamin diasingkan setelah perang dengan sebelas Tribes yang lain – lihat Judges bab 21. Pengasingan membawa mereka ke Arcadia di Peloponnese tengah, Yunani. Di sini mereka menyatukan diri dengan garis royal Arcadia dan menuju kedatangan era Kristen, bermigrasi ke Danube dan Rhine, melalui perkawinan menghasilkan the Sicambrian Franks – asal muasal dari the Merovingians, yang mempunyai asal semit, dan keturunan dari Raja Saul.

Mereka sangat dekat dengan Spartan, dan kedua buku Maccabee menghubungkan Spartan dengan Yahudi. I Maccabees 12 menceritakan bahwa Jonathan mengirim sebuah surat kepada Lacedemonians (Spartan Yunani) meminta bantuan, karena mereka bersaudara. Spartan membalas,

“Telah ditemukan di dalam tulisan, bahwa Lacedemonians dan Yahudi adalah saudara dan bahwa mereka adalah keturunan Ibrahim” (Verse 21).

Ini diasumsikan oleh sebagian penulis bahwa ini berarti Spartan adalah orang-orang Israel, tetapi Spartan bukan Israelites mereka adalah Edomites keturunan dari Bela anak Beor dan saudara Baalim, dan Raja Edom (Genesis 36:32; I Chronicles 1:43). Edom adalah anak dari Isak dan cucu Ibrahim yang telah menjual segala warisan dan beranak pinak keluar dari the Book of Life.

Awal abad ke 5 the Merovingians membentuk negara bagi mereka yang sekarang disebut Belgia dan Perancis bagian utara. Di sana mereka menganut the Cabalistic pseudo-Christianity of the Catharsm, agama dualistik yang mempercayai ada dua tuhan abadi, god of Good dan the god of Evil. Ini menunjukan bahwa kepercayaan Luciferian ini dianut pula oleh Masons tingkat derajat tinggi dan mereka yang akan menjadi Master dunia ini pada jaman sekarang, dan yang mengklaim bahwa Lucifer akan muncul menjadi pemenang .

Di bawah Clovis I, yang berkuasa dari 481-511, the Franks menganut Roman Catholicism. Melalui dia, Roma mulai membangun supremasi yang kuat di Eropa bagian barat. Sebagai imbalan karena telah menjadi pedang Roma di mana gereja dapat menjalankan kekuasaannya dan menerapkan dominasi spiritual, Clovis diberi gelar “New Constantine” dan untuk menjalankan kekuasaan di “Holy Roman Empire” berdasar pada gereja dan diperintah pada level sekular dalam kelanggengan oleh keturunan Merovingian. Seperti “pengampunan David”, ini adalah pakta yang bisa di modifikasi, tetapi tidak bisa dibatalkan, dihapus atau dikhianati.

Mereka percaya Yesus selamat dari penyaliban dan menikahi Mary Magdalene yang melahirkan putranya lalu hidup secara diam-diam di selatan Perancis. Selama abad ke 5 keturunan Yesus ini dikatakan telah menikah dengan keturunan royal the Franks menghasilkan dinasti Merovingian.

Ketika pada tahun 496 gereja mengabdikan dirinya secara langgeng kepada keturunan Merovingian ini bisa dikatakan karena identitas mereka. Ini dapat menjelaskan kenapa Clovis ditawarkan status Kekaisaran Suci Roma, dan kenapa dia hanya ditahtakan sebagai raja. Pada 754 gereja secara diam-diam menghianati paktanya.

The Prieure de Sion adalah nama komunitas rahasia yang telah membuat the Knight Templars sebagai sayap militer dan pemerintahan. (perlu diingat bahwa Knight Templars adalah dulunya yang menjalankan kekuasaan di Freemasonry). Prieure de Sion terus berfungsi melalui abad, bertindak secara rahasia, dan membelakangi kejadian-kejadian penting di sejarah Barat.

Ia masih ada sekarang dan masih beroperasi. Tujuan mereka yang dideklarasikan ialah restorasi dinasti Merovingian dan keturunannya – kepada tahta atas tidak hanya Perancis, tetapi semua negara Eropa juga – restorasi yang dibenarkan secara legal dan moral.

Ada bukti kuat untuk menyarankan bahwa komunitas ini adalah pembentuk Freemasonry, dan “The Protocols of the Learned Elder of Sion”, juga the Rosicrucians. Ada banyak bukti juga yang mengatakan bahwa Nostradamus adalah salah satu agen rahasianya, dan tidak disangsikan lagi bahwa banyak quatrains-nya yang merujuk pada kemunculan “ le Grand Monarch” mengindikasikan bahwa keinginan utama yang berdaulat ini berasal dari dinasti Merovingian. Menandai hegemoni dobel dari Papacy dan kekaisaran, dari Vatikan dan Habsburg. Nostradamus secara sering merujuk secara eksplisit pada Knights Templars dan pada house of Lorraine yang mana sekarang sinonim dengan the Habsburgs.

Walaupun didepak dari kekuasaannya pada abad ke 8, keturunan Merovingian tidak punah. Sebaliknya keturunannya memunculkan diri kembali dalam keturunan Dagobert II dan anaknya Sigisbert IV. Dengan alat persekutuan dinasti dan perkawinan, keturunan ini termasuk Godfrei de Bouillon, yang merebut Jerusalem pada tahun 1099, dan berbagai keluarga royal dan noble yang lain, dulu dan sekarang – Blanchefort, Gisors, Saint-Clair (Sinclair di Inggris), Montesquieu, Montpezat, Poher, Luisignan, Plantard dan Habsburg-Lorraine. Pada masa sekarang, keturunan Merovingian menikmati klaim sah terhadap peninggalannya.

Tahta Charlemagne – sebuah replika dari yang mana sekarang bagian dari tanda imperial Habsburg – dikatakan telah membawa prasasti “Rex Salomon” (encylopaedia Britannica, 14th Ed., 1972, Crown and Regalia, Fig 2). Dan the “Spear of Destiny”, yang dikatakan digunakan untuk menusuk Kristus, sekarang berada di Treasure House, Viena, menanti Holy Roman Emperor yang lain (The Rigby Joy of Knowledge Library. History and Culture I, 1977:160; The Holy Roman Empire, Friedrich Heer, halaman. 284). Ini jelas kenapa “Protocols of the Elders of Sion” berbicara tentang seorang raja baru “dari bibit Suci David”, (Holy Blood and Holy Grail, Baigent, Leigh and Lincoln). Otto von Habsburg sekarang bergelar Duke of Lorraine dan King of Jerusalem.

The Prieure de Sion mengklaim memegang harta yang hilang dari Kuil Jerusalem yang dirampok oleh Titus di tahun 70 AD yang akan dikembalikan ke Israel “pada waktu yang tepat”. Ini dapat menjelaskan kenapa Roma harus tunduk pada “raj-raja dunia” dan bagaimana Roma akan menandatangani kontrak dengan Yahudi yang telah lama bersembunyi di balik tameng baptisme.

Pangeran Bernhard sebenarnya terikat dengan Khazar, dan maka dari itu Gentile (orang bukan Yahudi). Revelation 2:9, “ Saya tahu pekerjaan mu, dan kesengsaraan, dan kelaparan, (tetapi kamu kaya) dan Saya tahu penyimpangan mereka yang mengatakan mereka Yahudi, dan ternyata tidak, namun adalah penyembahan terhadap Setan.”

Diantu oleh CIA, Pangeran Bernhard telah membawa badan Illuminati rahasia kepada pengetahuan publik sebagai The Bilderberge Group. (dibentuk pada tahun 1954, markasnya di Smidswater 1, Den Haag, Belanda). Di dalam Bilderberg Group adalah 39 anggota Illuminati yang dipilih dari 3 komite diambil dari anggota-anggota semua group rahasia yang terdiri dari Illuminati:

• The Freemasons

• The Vatican

• The Black Nobility

Kantor kerja komite ini ada di Swiss.

The Commitee of 300 sekarang menyebut diri mereka World Government Founders untuk NWO. Sebuah referensi yang tidak dapat disangkal lagi klaim secara turun temurun pada “Divine Right of Kings”. Ini penting sekali bagi kita untuk menyadarinya secara pribadi, the Black Nobility menolak untuk mengakui pemerintah mana pun kecuali yang merupakan keturunan mereka dan mempunyai hak divine untuk memerintah. Mereka percaya Amerika Serikat masih milik Inggris. Dan bekerja keras di belakang layar untuk mencapai kondisi dimana mereka dapat mendapatkan kembali tahtanya.

Setiap dinasti royal dan noble Eropa lalu dan sekarang mempunyai keanggotaan di Commitee of 300, seringnya oleh orang-orang yang dinominasikan. Ada banyak sekali keluarga-keluarga “royal” ini untuk mereka masing-masing untuk menjadi perwakilan di the Commitee of 300. Perintah ditentukan oleh kedudukan : pertama anggota-anggota keluarga royal, lalu dukes, earls, marquises dan lords, lalu terakhir “commoners”, yang biasanya mendapat gelar “Sir”.diterjemahkan oleh: akhirzaman

original source: http://www.illuminati-news.com/

Oleh : Al-Ustadz Hartono Ahmad Jaiz

Salah seorang terkemuka dari kalangan yang nyeleneh (aneh pendapatnya) dan bahkan orang-orang yang nyeleneh pun mengakuinya sebagai orang yang berperan penting dalam apa yang Dawam Rahardjo sebut liberalisme Islam (dalam menumbuhkan kenyelenehan?) adalah Mukti Ali guru besar IAIN Jogjakarta. Ini paling kurang adalah seperti yang diakui oleh Dawam Rahardjo di antaranya ditulis di Koran Republika. Cap buruk dari masyarakat belum sempat melekat di dalam nama Mukti Ali semasa hidupnya. Tetapi tokoh yang belum menerima gelar-gelar buruk itupun telah melakukan sebongkah pembelaan dan bahkan penumbuh kembangan perusakan Islam secara sistematis di Indonesia lewat pendidikan tinggi Islam dan karya tulis yang merusak Islam secara terang-terangan yaitu membela dan bahkan sebagai pemberi kata pengantar buku yang merusak aqidah Islam, berjudul Catatan Harian Ahmad Wahib, 1982. Apalagi mereka-mereka yang oleh masyarakat sudah diberi cap buruk atau paling kurang sebagai sosok nyeleneh (aneh pendapat-pendapatnya), bisa dijumpai di berbagai tempat di antaranya:

1. Nurcholish Madjid

Nurcholish Madjid, dosen di IAIN Jakarta, pendiri Yayasan Wakaf Paramadina dan rektor Universitas Paramadina Mulya Jakarta. Pada saat naskah ini ditulis, dia baru saja pulang dari perawatan di rumah sakit di Singapur ke rumah sakit pula di Pondok Indah Jakarta. Setelah hatinya dicangkok dengan hati orang Cina Komunis asli negeri Cina Tiongkok di Cina, dia harus dirawat di Singapura.

Pencangkokan hati itu mengharuskan Nurcholish disuntik untuk mengurangi daya tolak tubuh atas hati cangkokan baru itu. Namun akibatnya kekebalan tubuhnya harus dikurangi, maka ususnya terkena infeksi, dan harus dirawat di RS Singapur, selama 6 bulan. Kemudian pulang ke Indonesia bukan pulang ke rumah tetapi ke rumah sakit pula yaitu di Pondok Indah Jakarta, 17 Februari 2005, dengan harus selalu pakai masker, dan ditangani 6 dokter spesialis.

Nurcholish Madjid dulu (1970) mencoba mengemukakan gagasan “pembaharuan” dan mengecam dengan keras konsep negara Islam sebagai berikut:

Dari tinjauan yang lebih prinsipil, konsep “Negara Islam” adalah suatu distorsi hubungan proporsional antara agama dan negara. Negara adalah salah satu segi kehidupan duniawi yang dimensinya adalah rasional dan kolektif, sedangkan agama adalah aspek kehidupan yang dimensinya adalah spiritual dan pribadi.”

Pada tahun 1970 Nurcholish Madjid melontarkan gagasan “Pembaharuan Pemikiran Islam”. Gagasannya itu memperoleh tanggapan dari Abdul Kadir Djaelani, Ismail Hasan Meutarreum dan Endang Saifuddin Anshari. Sebagai jawaban terhadap tanggapan itu Madjid mengulangi gagasannya itu dengan judul “Sekali lagi tentang Sekularisasi”.

Kemudian pada tanggal 30 Oktober 1972, Madjid memberikan ceramah di Taman Ismail Marzuki, Jakarta, dengan judul “Menyegarkan Faham Keagamaan di Kalangan Umat Islam Indonesia”. Salah satu kekeliruan yang sangat mendasar dari Nurcholish Madjid ialah pemahamannya tentang istilah “sekularisasi”. Ia menghubungkan sekularisasi dengan tauhid, sehingga timbul kesan “seolah-olah Islam memerintahkan sekularisasi dalam arti tauhid”.

Di samping itu Nurcholish mengemukakan bahwa Iblis kelak akan masuk surga. Ungkapannya yang sangat bertentangan dengan Islam itu ia katakan 23 Januari 1987 di pengajian Paramadina yang ia pimpin di Jakarta. Saat itu ada pertanyaan dari peserta pengajian, Lukman Hakim, berbunyi: “Salahkah Iblis, karena dia tidak mau sujud kepada Adam, ketika Allah menyuruhnya. Bukankah sujud hanya boleh kepada Allah?”

Dr. Nurcholish Madjid, yang memimpin pengajian itu, menjawab dengan satu kutipan dari pendapat Ibnu Arabi, dari salah satu majalah yang terbit di Damascus, Syria bahwa: “Iblis kelak akan masuk surga, bahkan di tempat yang tertinggi karena dia tidak mau sujud kecuali kepada Allah saja, dan inilah tauhid yang murni.”

Nurcholis juga mengatakan, “Kalau seandainya saudara membaca, dan lebih banyak membaca mungkin saudara menjadi Ibnu Arabi. Sebab apa? Sebab Ibnu Arabi antara lain yang mengatakan bahwa kalau ada makhluk Tuhan yang paling tinggi surganya, itu Iblis. Jadi sebetulnya pertanyaan anda itu permulaan dari satu tingkat iman yang paling tinggi sekali. Tapi harus membaca banyak.”

Itulah ungkapan pembela Iblis. Padahal Iblis jelas kafir, dan yang kafir itu menurut QS Al-Bayyinah ayat 6 tempatnya di dalam neraka jahannam selama-lamanya.

Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat: “Sujudlah kamu kepada Adam,” maka sujudlah mereka kecuali Iblis; ia enggan dan takabur dan adalah ia termasuk golongan orang-orang yang kafir. (QS Al-baqarah: 34).

Sesungguhnya orang-orang kafir yakni ahli Kitab dan orang-orang musyrik (akan masuk) ke neraka Jahannam; mereka kekal di dalamnya. Mereka itu adalah seburuk-buruk makhluk. (QS Al-Bayyinah/ 98: 6).

Masalah hati Nurcholish Madjid dicangkok dengan hati Cina di Negeri Cina, ada orang yang jadi mudah teringat lontaran-lontaran Nurcholish Madjid dalam beberapa hal, yang kaitannya dengan Cina ataupun komunis, atau tentang pencangkokan.

Pertama: Nurcholish Madjid mempidatokan di universitas-universitas terkemuka di Eropa, Ramadhan 2002, bahwa Islam adalah agama hibrida alias cangkokan. Pidatonya itupun dimuat di situs JIL, islamlib.com. Nurcholish Madjid hanya mengemukakan secuil bukti yang dia ada-adakan, yaitu katanya, di Al-Qur’an ada lafal qisthas dari bahasa Yunani Justis yang artinya adil. Dan di Al-Qur’an ada lafal kafuro, menurut Nurcholish, dari bahasa Melayu, kapur barus. Dengan dua potong kata yang tanpa bukti ilmiah itu kemudian Nurcholish simpulkan bahwa Islam adalah agama hibrida, maka bukan Islamnya yang hibrida, tapi hati dia yang dihibrida dengan hati Cina Komunis.

Kedua, di tahun 1980-an, Bambang Irawan Hafiluddin gembong Islam Jama’ah dan Hasyim Rifa’i da’i Islam Jama’a’ah (keduanya kemudian keluar dari Islam Jama’ah karena menyadari aliran yang kini bernama LDII itu benar-benar sesat jauh) berkunjung ke rumah Nurcholish Madjid di Tanah Kusir Jakarta Selatan. Kedua tamu ini kaget ketika Nurcholish Madjid mereka tanya, Negara mana yang di dunia ini pantas untuk ditiru sebagai teladan. Ternyata jawaban Nurcholish: Negara Cina Tiongkok, karena di sana tidak ada perzinaan, pencurian dan sebagainya. Kedua tamu ini terheran-heran. Sampai dua puluh tahun keheranannya itu tambah teringat lagi ketika mereka mendengar berita bahwa Nurcholish Madjid hatinya dicangkok dengan hati Cina Komunis di negeri Cina, pertengahan tahun 2004. Ini menurut pengakuan Ustadz Hasyim Rifa’i kepada penulis ketika bertemu di Cisarua Bogor, menjelang Iedul Adha 1425H, Selasa 19 Januari 2004. Jadi Nurcholish Madjid benar-benar mendapatkan hati teladan (impiannya?).

Ketiga, Nurcholish Madjid menuduh PKI (Partai Komunis Indonesia) terhadap anak-anak Ma’had Al-Qolam Pasar Rumput Jakarta yang memberikan brosur kepada Nurcholish Madjid berupa jawaban/ bantahan atas ungkapan Nurcholish Madjid bahwa Iblis kelak akan masuk surga. Peristiwa tuduhan PKI yang terlontar dari mulut Nurcholish Madjid terhadap santri-santri yang berlangsung di tahun 1987 itu ternyata berbalik ke diri Nurcholish Madjid bahwa hati dia dicangkok dengan hati orang Cina Tiongkok yang komunisnya asli, bukan assembling seperti PKI. Debat dan tuduhan Nurcholish Madjid terhadap santri-santri itu dimuat di buku saya, Menangkal Bahaya JIL dan FLA, 2004.

2. Abdul Munir Mulkhan

Abdul Munir Mulkhan, wakil rektor UIN Jogjakarta dan petinggi di Muhammadiyah berpendapat, kalau yang masuk surga orang tertentu (Islam) saja maka akan kesendirian dan tak kerasan di surga. Dalam hal bicara surga, yang sebenarnya menurut Islam termasuk hal ghaib yang hanya boleh bicara berdasarkan wahyu (Al-Qur’an dan As-Sunnah) karena yang tahu kunci-kunci hal ghaib itu hanya Allah dan para utusan yang Dia beritahu, namun Mulkhan sangat berani mereka-reka dengan mengatakan, Surga Tuhan itu nanti dimungkinkan terdiri dari banyak “kamar” yang bisa dimasuki dengan beragam jalan atau agama. Karena itu, semua manusia berpeluang masuk surga sesuai keagamaan dan kapasitasnya masing-masing, jika benar-benar memang percaya (iman) dan berminat.

Ungkapan-ungkapan Abdul Munir Mulkan ini adalah kebohongan yang dilandasi dengan duga-duga belaka, tidak lebih unggul dibanding dukun-dukun yang mengaku-ngaku dirinya tahu rahasia kegaiban atas bisikan Syetan sebagai walinya. Ungkapannya yang sangat berbahaya adalah: “Surga Tuhan itu nanti dimungkinkan terdiri dari banyak “kamar” yang bisa dimasuki dengan beragam jalan atau agama.” Kalimat Abdul Munir Mulkhan itu bertentangan dengan Al-Qur’an:

Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi. (QS Ali Imran: 85).

Di kesempatan lain Mulkhan mengatakan, “Dalam logika orang desa, kalau ada satu kelompok yang merasa benar sendiri dan yang lain dituding salah atau sesat, nanti saya khawatir kesepian di surga; tidak ada temannya. Klaim-klaim kebenaran absolut seperti itu sesungguhnya lebih menunjukkan, barangkali dalam bahasa yang agak sarkastik, kurang menyadari bahwa hidup sosial tidak bisa sendirian. Di hutan saja pun tidak bisa hidup sendirian, mesti bersama hewan-hewan, pohon-pohonan dan semak belukar.”

Ungkapan Abdul Munir Mulkan, “kesendirian, tidak kerasan di surga” dan sebagainya itu bertentangan dengan ayat:

Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan beramal saleh, bagi mereka adalah surga Firdaus menjadi tempat tinggal, mereka kekal di dalamnya, mereka tidak ingin berpindah daripadanya. (QS Al-Kahfi/ 18: 107-108).

Kalau orang Liberal masih berkilah bahwa mukmin di situ termasuk pula kini orang-orang Yahudi, Nasrani dan lainnya, maka kilah mereka itu sudah ada jawaban tuntasnya:

‘An Abii Hurairota ‘an Rasuulillahi  annahu qoola: “Walladzii nafsi Muhammadin biyadihi, laa yasma’u bii ahadun min haadzihil Ummati Yahuudiyyun walaa nashrooniyyun tsumma yamuutu walam yu’min billadzii ursiltu bihii illaa kaana min ash-haabin naari.” (Muslim).

Diriwayatkan dari Abu Hurairah dari Rasulullah  bahwa beliau bersabda:

“Demi Dzat yang jiwa Muhammad ada di tanganNya, tidaklah seseorang dari Ummat ini yang mendengar (agama)ku, baik dia itu seorang Yahudi maupun Nasrani, kemudian dia mati dan belum beriman dengan apa yang aku diutus dengannya, kecuali dia termasuk penghuni neraka.”

(Hadits Riwayat Muslim bab Wujubul Iimaan birisaalati nabiyyinaa  ilaa jamii’in naasi wa naskhul milal bimillatihi, wajibnya beriman kepada risalah nabi kita saw bagi seluruh manusia dan penghapusan agama-agama dengan agama beliau).

3. Djohan Effendi

Djohan EFfendi, anggota resmi aliran sesat Ahmadiyah, penyunting buku Catatan Harian Ahmad Wahib Pergolakan Pemikiran Islam. Isinya sangat menyesatkan, di samping mengkampanyekan faham pluralisme agama (menyamakan semua agama) masih pula ditambah dengan pernyataan-pernyataan yang menghina Nabi Muhammad, misalnya Wahib menginginkan nabi yang tingkat internasional.

4. Dawam Rahardjo

Dawam Rahardjo, petinggi Muhammadiyah pembela aliran-aliran sesat di antaranya Ahmadiyah, bahkan dirinya mengatasnamakan Muhammadiyah mengundang Tahir Ahmad yang dianggap Khalifah ke-4 bagi Ahmadiyah, tinggal di London, untuk datang ke Indonesia.

Dawam Rahardjo lah yang menyambut kehadiran Tahir Ahmad penerus nabi palsu Mirza Ghulam Ahmad di Bandara Cengkareng Jakarta dengan mengalungkan bunga padanya dan membawa-bawa penerus nabi palsu itu ke ketua MPR Amien Rais dan Presiden Gus Dur tahun 2000.

Padahal Ahmadiyah itu selain memalsu nabi, memalsu pula ayat-ayat Al-Qur’an dengan memiliki kitab suci Tadzkirah. Namun semua itu dianggap sama saja dengan Islam, dan hanya beda penafsiran, menurut Dawam Rahardjo yang suka membela lagi mengusung kesesatan ini.

Dawam Rahardjo ini pula yang membela Ulil Abshar Abdalla dalam kasus penghinaan Islam dengan tulisan Ulil di Kompas, 18 Nopember 2002, Menyegarkan Kembali Pemahaman Islam. Isinya, menegaskan bahwa Ulil tidak percaya adanya hukum Tuhan.

Ulil Abshar Abdalla menyatakan, bahwa: Semua agama sama. Semuanya menuju jalan kebenaran. Jadi, Islam bukan yang paling benar (GATRA, edisi 21 Desember 2002). Larangan kawin beda agama, dalam hal ini antara perempuan Islam dengan lelaki non-Islam, sudah tidak relevan lagi (Kompas, 18 November 2002). Namun pernyataan Ulil yang menurut aqidah Islam telah memurtadkan itu justru dibela oleh Dawam Rahardjo, baik lewat tulisan-tulisannya, misalnya lewat Majalah Tempo pimpinan Gunawan Mohamad (orang yang dikagumi Ulil dan dipercaya oleh The Asia Foundation dan semacamnya untuk memelihara JIL dan sebangsanya).

Majalah Panjimas –yang sempat terbit sementara waktu hangat-hangatnya protes terhadap puncak kengawuran Ulil tahun 2002-2003, maupun lewat televisi misalnya Metro TV, sampai-sampai Dawam Rahardjo mengatakan bahwa Al-Qur’an itu filsafat, namun ketika ditanya oleh KH Athi’an Ali Da’i lewat telepon dari Bandung, Dawam Rahardjo hanya manyun belaka sebagaimana biasanya.

5. Muslim Abdurrahman

Muslim Abdurrahman penolak keras diterapkannya syari’ah Islam, pengurus Muhammadiyah pula. Dia mengatakan, kalau syari’at Islam diterapkan maka yang jadi korban pertama adalah perempuan. Perkataan ini sama dengan menuduh Allah  itu dhalim. Na’udzubillahi min dzalik. Sebegitu beraninya, seorang makhluq membantah aturan Tuhannya, hanya karena untuk menyenangkan hati bossnya yang diyakini sebagai penentang Allah , sekaligus mengajak manusia kepada penentangan yang nyata.

6. Gus Dur atau Abdurrahman Wahid

Abdurrahman Wahid pencetus gagasan assalamu’alaikum diganti dengan selamat pagi. Dalam tragedy Tsunami di Aceh 26 Desember 2004 yang menewaskan 150.000an jiwa lebih dan menghancurkan hampir seluruh bangunan, Gus Dur menyuara di Radio Jakarta News FM, agar mayat-mayat di Aceh itu dibakar saja ditempat. Alasannya, karena dia dibilangi adiknya, dr. Umar, katanya sarung tangan tidak cukup aman untuk mengevakuasi mayat-mayat. Ketika Gus Dur ditanya, apakah tidak melanggar agama, kalau mayat-mayat itu dibakar, Gus Dur malah mengemukakan bahwa yang menolak dibakarnya mayat-mayat itu hanya orang yang tak tahu agama (Islam).

Namun “fatwa” nyeleneh Gus Dur ini sebagaimana biasa sudah tidak digubris orang. Sebagaimana dia ketika kalah dalam pemilihan ketua umum PBNU di Muktamar NU di Boyolali Jawa Tengah 2004 lalu dia mengancam mau membuat NU tandingan pun orang banyak yang tidak menggubrisnya, kecuali sekadar sebagai ramai-ramai berita saja. Tetapi ini bukan berarti menutup kemungkinan adanya NU tandingan yang dia ancamkan.

7. Zainun Kamal

Zainun Kamal penghalal nikah antara Muslimah dengan lelaki Nasrani, pada Hari Ahad tanggal 28 November 2004 Zainun Kamal menikahkan wanita Muslimah. Suri Anggreni alias Fithri, dengan lelaki Kristen, Alfin Siagian, di Hotel Kristal Pondok Indah Jakarta Selatan. Lalu pengantin diberkati pendeta di situ. Ijab Qabul cara Islam, dibimbing oleh Dr Zainun Kamal, dosen UIN Jakarta, dari Yayasan Wakaf Madani, Kompleks Perumahan Dosen UIN Ciputat Jakarta Selatan. Ini telah menghalalkan yang haram, karena muslimah itu dengan tegas diharamkan menikah dengan lelaki kafir, dalam Surat:

Hai orang-orang yang beriman, apabila datang berhijrah kepadamu perempuan-perempuan yang beriman, maka hendaklah kamu uji (keimanan) mereka. Allah lebih mengetahui tentang keimanan mereka; maka jika kamu telah mengetahui bahwa mereka (benar-benar) beriman maka janganlah kamu kembalikan mereka kepada (suami-suami mereka) orang-orang kafir. Mereka tiada halal bagi orang-orang kafir itu dan orang-orang kafir itu tiada halal pula bagi mereka. (QS Al-Mumtahanah/ 60: 10).

Orang Kristen itu jelas kafir, maka termasuk dalam larangan nikah dengan muslimah. Kekafiran orang Kristen itu ditegaskan dalam Surat Al-Bayyinah ayat 6:

Sesungguhnya orang-orang kafir yakni ahli Kitab dan orang-orang musyrik (akan masuk) ke neraka Jahannam; mereka kekal di dalamnya. Mereka itu adalah seburuk-buruk makhluk.(QS Al-Bayyinah: 6.)

8. Munawir Sjadzali

Munawir Sjadzali – mendiang — penggagas penyamaan bagian waris antara laki-laki dan perempuan. Padahal dalam Al-Qur’an ditegaskan:

Allah mensyari`atkan bagimu tentang (pembagian pusaka untuk) anak-anakmu. Yaitu: bahagian seorang anak lelaki sama dengan bahagian dua orang anak perempuan; (QS An-Nisaa’: 11).

Munawir juga berani menganggap beberapa ayat Al-Qur’an kini tidak relevan lagi. Dalam 10 tahun atau dua periode dia jadi menteri agama RI telah mengirimkan dosen-dosen IAIN ke Barat untuk apa yang disebut studi Islam, lebih dari 200 orang untuk meraih gelar doctor dan master di bidang agama. Aneh, belajar ilmu Islam kok kepada orang-orang kafir atau paling kurang orang sekuler di Barat. Padahal Al-Qur’an Surat Al-Baqarah ayat 120 dan QS Al-Baqoroh ayat 109 telah memperingatkan tentang bahaya orang-orang kafir Ahli Kitab, Yahudi dan Nasrani, yang sangat ingin mengembalikan Muslimin kepada kekafiran.

Pengiriman dosen-dosen IAIN ke Barat untuk belajar Islam kepada orang kafir yang sudah digalakkan sejak Menteri Agama Mukti Ali 1975 ini jelas tidak sesuai dengan petunjuk Allah , maka bila akibatnya rusak, itu sudah pasti. Bahasa Jawanya, kutuk marani sunduk atau ulo marani gebuk (Ikan mendatangi pancing atau ular mendatangi pukulan. Maknanya, usaha yang salah, payah-payah hanya mencari celaka). Dan itulah yang akibatnya kini alumninya banyak yang nyeleneh sebagaimana dalam uraian ini.

9. Harun Nasution

Harun Nasution tokoh di IAIN Jakarta yang menggemakan istilah pembaruan Islam dialihkan maknanya menjadi: memperbaharui dengan model modern/ Barat, sampai yang menghalalkan dansa-dansa campur aduk laki perempuan seperti Rifa’at At-Thahthawi (Mesir) pun dikategorikan dalam satu nama yaitu kaum Modernis.

Mendiang Prof Dr Harun Nasution alumni McGill Canada yang bertugas di IAIN Jakarta itu pun memuji Rifa’at Thahthawi (orang Mesir alumni Prancis) sebagai pembaharu dan pembuka pintu ijtihad (Harun Nasution, Pembaharuan dalam Islam Sejarah Pemikiran dan Gerakan, hal 49).

Padahal, menurut Ali Muhammad Juraisyah dosen Syari’ah di Jami’ah Islam Madinah, Rifa’at Thahthawi itu alumni Barat yang paling berbahaya. Rifa’at Thahthawi tinggal di Paris 1826-1831M yang kemudian kembali ke Mesir dengan bicara tentang dansa yang ia lihat di Paris bahwa hanya sejenis keindahan dan kegairahan muda (syalbanah), tidaklah fasik berdansa itu dan tidaklah fasik (tidak melanggar agama) berdempetan badan (dalam berdansa laki-perempuan itu, pen).

Ali Juraisyah berkomentar: Sedangkan Rasulullah  bersabda:

“Likulli banii aadama haddhun minaz zinaa: fal ‘ainaani tazniyaani wa zinaahuman nadhru, walyadaani tazniyaani wazinaahumal bathsyu, warrijlaani tazniyaani wazinaahumal masy-yu, walfamu yaznii wazinaahul qublu, walqolbu yahwii wa yatamannaa, walfarju yushoddiqu dzaalika au yukaddzibuhu.”

Artinya: “Setiap bani Adam ada potensi berzina: maka dua mata berzina dan zinanya melihat, dua tangan berzina dan zinanya memegang, dua kaki berzina dan zinanya berjalan, mulut berzina dan berzinanya mencium, hati berzina dan berzinanya cenderung dan mengangan-angan, sedang farji/ kemaluan membenarkan yang demikian itu atau membohongkannya.”

(Hadits Musnad Ahmad juz 2 hal 243, sanadnya shohih, dan hadits-hadits lain banyak, dengan kata-kata yang berbeda namun maknanya sama).

Benarlah Rasulullah , dan bohonglah Syekh Thahthawi.

10. Kautsar Azhari Noer

Kautsar Azhari Noer, seorang dosen UIN Jakarta, penggema ajaran Ibnu Arabi dan pluralisme agama. Dr Kautsar Azhari Nur orang liberal dari Paramadina Jakarta ini dalam pidato Debat Fiqih Lintas Agama di UIN (Universitas Islam Negeri) Jakarta, 15 Januari 2004, berkata: “Akidah itu memang tidak sama. Akidah itu buatan manusia bukan buatan Tuhan.”

Komentar saya: Kalau aqidah itu buatan manusia, padahal fondasi dalam agama itu justru aqidah, dapatkah agama Allah yaitu Islam itu fondasinya hanya buatan manusia? Barangkali perkatan Dr Kautsar itu betul apabila yang dimaksud hanyalah agama buatan manusia, misalnya agama model Gatoloco dan Darmogandul, suatu kepercayaan di Jawa yang sangat menghina Islam dengan perkataan-perkataan porno dan jorok.

Tentang aqidah, penjelasan ini bisa disimak: Wakil Sultan (di Suriah tempat Ibnu Taimiyah bermukim, pen) bertanya tentang iktikad (Aqidah), maka Ibnu Taimiyah ra berkata: Aqidah bukan datang dariku, juga bukan datang dari orang yang lebih dahulu dariku tapi dari Allah  dan Rasul-Nya, dan apa yang diijma’i oleh para salaf umat ini diambil dari kitabullah dan hadits-hadits Bukhari dan Muslim serta hadits-hadits lainnya yang cukup dikenal dan riwayat-riwayat shahih dari generasi salaf umat ini.

Anggapan pihak Paramadina bahwa aqidah mereka memang beda, yaitu pluralisme agama –menyamakan semua agama– adalah berbeda dengan orang Muslim yang aqidahnya tegas bahwa hanya Islam lah yang benar. Al-Qur’an menyatakan sesembahan orang non Islam/kafir itu bukan sesembahan orang Muslim dalam surat Al-Kafirun secara diulang-ulang. Tetapi dosen UIN Jakarta dan Paramadina ini berani mengatakan bahwa muslim tapi aqidahnya berbeda, yaitu pluralisme agama.

Bagaimanapun, keyakinan orang pluralis bertentangan dengan Islam, di antaranya bertentangan dengan Al-Qur’an Surat Al-Kafirun.

Katakanlah: “Hai orang-orang yang kafir, aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah. Dan kamu bukan penyembah Tuhan yang aku sembah. Dan aku tidak pernah menjadi penyembah apa yang kamu sembah. Dan kamu tidak pernah (pula) menjadi penyembah Tuhan yang aku sembah. Untukmulah agamamu, dan untukkulah, agamaku”. (QS Al-Kafirun: 1-6).

11. Zuhairi Misrawi

Zuhairi Misrawi (alumni filsafat Al-Azhar Mesir yang pernah diadili dan diharap istitab (bertaubat) kepada Allah SWT oleh teman-temannya di Mesir karena dianggap mengatakan bahwa shalat 5 waktu tidak wajib, kata Zainul Majdi MA alumni Al-Azhar dari Lombok, di dalam pertemuan para Ulama dan tokoh Islam di As-Syafi’iyah Jakarta, Rabu 6 Ramadhan 1425H/ 20 Oktober 2004.

Zuhairi Misrawi ini bertekad, seandainya dia jadi ketua MUI (Majelis Ulama Indonesia), maka akan dia fatwakan, bahwa arti musyrik adalah politikus busuk. Lihat buku penulis, Mengkritisi Debat Fikih Lintas Agama, Al-kautsar, Jakarta, 2004).

12. Masdar F. Mas’udi

Masdar F. Mas’udi alumni IAIN Jogjakarta, orang NU yang menyuarakan kalau lelaki nekad berzina maka hendaknya pakai kondom, dan menyerukan musim haji wuqufnya bukan hanya di bulan Dzulhijjah tapi bisa di Bulan Syawwal dan Dzulqo’dah. Dosen Ilmu Fiqh, Dr. Khuzaimah T. Yango, alumni Mesir, menjelaskan dalam perkuliahan yang saya ikuti di MUI DKI Jakarta 1997 bahwa pendapat Masdar F. Mas’udi yang menyamakan pajak dengan zakat adalah jelas pendapat yang tidak benar dan tak punya landasan. Karena zakat jelas beda sekali dengan pajak. Dalam seminar pun sudah banyak yang membantah Masdar, kata Dr. Khuzaimah.

Rupanya setelah bermain-main dengan tema pajak dan zakat, Masdar masih punya “mainan” lagi yaitu tentang waktu pelaksanaan ibadah haji.

Waktu pun berjalan terus, sedang kedudukan seseorang bisa menanjak. Di tahun 2000, Masdar Farid Mas’udi yang tadinya disebut intelektual muda itu telah menjadi Katib Syuriyah PBNU (Pengurus Besar Nahdlatul Ulama) dan Anggota Dewan Fatwa MUI (Majelis Ulama Indonesia). Dia dengan menulis embel-embel kedudukannya itu membuat artikel yang dimuat secara bersambung di Harian Republika, Jum’at tanggal 6 dan tanggal 13 Oktober 2000, berjudul Keharusan Meninjau Kembali Waktu Pelaksanaan Ibadah Haji.

Tulisan itu menyodorkan pendapat bahwa pelaksanaan ibadah haji hendaknya bukan hanya sekitar tanggal 8, 9, 10, 11, 12, 13 Dzulhijjah, tetapi kapan saja asal selama 3 bulan (Syawal, Dzulqa’dah, dan Dzulhijjah). Alasan Masdar, karena jelas di dalam Al-Qur’an Al-Hajju asyhurun ma’lumat. Haji itu di bulan-bulan yang sudah diketahui (3 bulan tersebut). Jadi, menurut Masdar, janganlah Al-Qur’an dikorbankan oleh hadits Al-Hajju ‘arafah, haji itu adalah Arafah. (Istilah Al-Qur’an dikorbankan oleh hadits itu tidak pernah dipakai oleh ulama manapun. Saya baru dengar dari pernyataan Masdar itu).

Landasan pikiran Masdar, ia kemukakan bahwa ibadah haji itu ‘napak tilas’. Maka dimensi ruang itu lebih penting ketimbang dimensi lainnya termasuk waktu. Oleh karena itu, saran Masdar, agar pelaksanaan ibadah haji itu ya kapan saja, asal 3 bulan tersebut. Faham sesat dan melecehkan Islam ini dimuat di Kompas, Republika dan media lainnya.

13. Ulil Abshar Abdalla

Ulil Abshar Abdalla (generasi NU yang menulis bahwa hukum Tuhan itu tidak ada, dan vodca –minuman beralkohol lebih dari 16% bisa jadi di Rusia halal karena udaranya dingin sekali.

Ungkapan yang merusak Islam dan menghalalkan yang haram ini ditulis di Kompas 18 November 2002/ Ramadhan 1423H dan dalam wawancara dengan majalah di Jakarta. Orang ini mulai sengak perkataannya, misalnya dia mengecam Saudi dengan ungkapan bahwa duit petro dolar dari Arab itu paling hanya untuk mencetak Al-Qur’an dan buku-buku wahabi yang norak, anti intelektual… dst.

Gaya bicara semacam itu bisa mengindikasikan adanya kesombongan tersendiri, yang dalam Al-Qur’an justru disandang oleh orang-orang yang anti orang beriman:

Apabila dikatakan kepada mereka: “Berimanlah kamu sebagaimana orang-orang lain telah beriman”, mereka menjawab: “Akan berimankah kami sebagaimana orang-orang yang bodoh itu telah beriman?” Ingatlah, sesungguhnya merekalah orang-orang yang bodoh, tetapi mereka tidak tahu. Dan bila mereka berjumpa dengan orang-orang yang beriman, mereka mengatakan: “Kami telah beriman.” Dan bila mereka kembali kepada syaitan-syaitan mereka, mereka mengatakan: “Sesungguhnya kami sependirian dengan kamu, kami hanyalah berolok-olok”. Allah akan (membalas) olok-olokan mereka dan membiarkan mereka terombang-ambing dalam kesesatan mereka. Mereka itulah orang yang membeli kesesatan dengan petunjuk, maka tidaklah beruntung perniagaan mereka dan tidaklah mereka mendapat petunjuk. QS Al-Baqarah: 13-16).

14. Luthfi Assyaukanie

Luthfi Assyaukani (orang Paramadina Mulia Jakarta yang menganggap teks Al-Qur’an mengalami copy editing oleh para sahabat. Ungkapan untuk meragukan kemurnian Al-Qur’an ini disiarkan lewat internet JIL, islamlib.com: “Saya cenderung meyakini bahwa Alquran pada dasarnya adalah kalamullah yang diwahyukan kepada Nabi tapi kemudian mengalami berbagai proses copy-editing oleh para sahabat, tabi’in, ahli bacaan, qurra, otografi, mesin cetak, dan kekuasaan.” (Islamlib.com –Merenungkan Sejarah Alquran, Oleh: Luthfi AssyaukanieTanggal dimuat: 17/11/2003).

Bagaimana liciknya orang liberal dari Paramadina ini, memasukkan berbagai unsur termasuk kekuasaan sebagai pelaku copy-editing terhadap wahyu Allah. Di masa sekarang perpolitikan yang sangat jauh dari Islam dan penguasanya tidak takut kepada Allah, lalu digambarkan bahwa Al-Qur’an pun mengalami copy-editing oleh kekuasaan, maka bisa dibayangkan betapa tajamnya untuk menyuntikkan pemahaman yang keliru mengenai kemurnian Al-Qur’an.

Betapa tega orang itu dalam menyuntikkan benih-benih untuk meragukan kemurnian Al-Qur’an. Tangan penguasa dengan bermodal kekuasaannya dianggap telah mengedit Al-Qur’an. Meskipun ada celoteh semacam itu, namun umat Islam tetap yakin terhadap penegasan Allah.

Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al Qur’an, dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya. (QS Al-Hijr: 9).

Pertanyaan yang perlu diajukan kepada Luthfi AsSyaukani, kenapa musuh Utsman bin Affan ra yang sampai membunuhnya, kemudian tidak membuat Al-Qur’an tandingan, kalau memang benar bahwa Utsman menggunakan kekuasaannya untuk mengedit Al-Qur’an?

15. Prof. Dr. M. Amin Abdullah

Prof. Dr. M. Amin Abdullah, Ketua Majlis Tarjih Muhammadiyah, Rektor IAIN Jogjakarta: “Tafsir-tafsir klasik Al-Quran tidak lagi memberi makna dan fungsi yang jelas dalam kehidupan umat.”

Komentar: Ini mengingkari ilmu. Sebab tafsir-tafsir klasik itu menyampaikan warisan ilmu dari Nabi Muhammad  yang disampaikan kepada para sahabat, diwarisi tabi’in, lalu tabi’it tabi’in, yang kemudian diwairisi para ulama. Dengan cara menafikan makna dan fungsi tafsir-tafsir klasik Al-Qur’an, maka sebenarnya yang akan dibabat justru Al-Qur’annya itu sendiri. Karena kalau umat Islam sudah menafikan tafsir-tafsir klasik Al-Qur’an, maka tidak tahu lagi mana makna yang rajih (kuat) dan yang marjuh (lemah) dalam mengetahui isi Al-Qur’an. Di samping itu, masih mengingkari keadaan manusia. Seakan-akan manusia sekarang ini bukanlah manusia model dulu, tetapi makhluq yang baru sama sekali, tidak ada sifat-sifat kesamaan dengan manusia dulu. Padahal, dari dulu sampai sekarang, dan insya Allah sampai nanti, ciri-ciri dan sifat-sifat manusia itu sama. Yang munafiq ya ciri-ciri dan sifat-sifatnya sama dengan munafiq zaman dulu. Yang kafir pun demikian. Sedang yang mu’min sama juga ciri dan sifatnya dengan mu’min zaman dulu. Maka Allah telah mencukupkan Islam sebagai agama yang Dia ridhai, dan Al-Qur’an menjadi pedoman sepanjang masa, karena manusia zaman diturunkannya Al-Qur’an itu sifatnya sama dengan zaman sekarang ataupun nanti. Tinggal tergolong yang mana? Mu’min, munafiq atau kafir. Hanya itu.

Apalagi hanya tafsirnya, sedang Al-Qur’annya itu sendiri tidak menambah apa-apa kecuali menambah kerugian bagi orang-orang dhalim, dan menambah larinya orang-orang kafir dari kebenaran, memang.

Allah berfirman:

Dan Kami turunkan dari Al Qur’an suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman dan Al Qur’an itu tidaklah menambah kepada orang-orang yang zalim selain kerugian. (QS Al-Israa’: 82).

Dan sesungguhnya dalam Al Qur’an ini Kami telah ulang-ulangi (peringatan-peringatan), agar mereka selalu ingat. Dan ulangan peringatan itu tidak lain hanyalah menambah mereka lari (dari kebenaran). (QS Al-Israa’: 41).

Itulah komentar yang perlu disampaikan untuk Amien Abdullah (Rektor UIN Jogjakarta, penyeru diterapkannya metode hermeneutik untuk menafsiri Al-Qur’an, padahal hermeneutik itu metode untuk Injil yang memang teksnya penuh problem).

16. Taufik Adnan Amal

Taufik Adnan Amal (dosen ulumul Qur’an IAIN Makassar, mengemukakan bahwa ayat innaddiena indallohil Islam itu ada yang lebih tepat untuk sekarang innad diena indallohil hanifiyyah. Ungkapan Taufiq Adnan Amal dan Ulil Abshar Abdalla yang disebarkan lewat Majalah Syir’ah itu mengandung kampanye untuk meragukan kemurnian Al-Qur’an dan sekaligus meragukan masih relevannya ayat-ayat Al-Qur’an dengan masa sekarang. Tentang buku Taufiq Adnan Amal berjudul Rekonstruksi Sejarah Al-qur’an, insya Allah dibahas di bagian bawah dari judul ini.

17. Abdul Moqsith Ghazali

Abdul Moqsith Ghazali, tadinya belajar di pascasarjana UIN Jakarta, termasuk tim penyusun draf counter legal Kompilasi Hukum Islam. Di antara isinya, Pasal yang tidak kalah kontroversial adalah pembolehan perkawinan beda agama. Tim Pengarusutamaan Gender bentukan Depag, sebagai penyusun draf, menilai pelarangan perkawinan beda agama melanggar prinsip pluralisme dalam Islam.

Abdul Moqsith Ghazali, anggota tim penyusun, mengaku sejak semula sudah memperkirakan akan mendapatkan kritikan tajam. Timnya pun secara internal menjalani perdebatan yang panjang dan alot untuk membuahkan draf itu. Menurut dia, banyak sekali ketidakadilan dalam susunan KHI lama. ”Kami menyusun ini dengan mengacu pada dalil-dalil yang ada. Karena itu, jika memang tidak ada dalil yang melarang untuk mengubah sesuatu hal, berarti itu merupakan dalil untuk mengubah,” kata Moqsith (Republika, Selasa, 5 Oktober 2004).

Dia tak sadar, ucapannya bisa dipertanyakan, tak ada larangan nikah dengan buaya, babi dsb, apakah boleh nikah dengan babi, buaya dan sebagainya? Pertanyaan ini dilontarkan oleh Ustadz Agus Hasan Bashori dari Malang, ketika ada kajian di Masjid Universitas Muhammadiyah Sidoarjo Jawa Timur, 9 Januari 2004).

18. Dr. Siti Musdah Mulia

Dr. Siti Musdah Mulia (wanita, dosen pascasarjana UIN Jakarta, menyuarakan kesetaraan gender dengan membuat LSM di Departemen Agama, menyuarakan pembatalan syari’at Islam di antaranya melarang poligami, tapi membolehkan nikah beda agama. Ini jelas-jelas mengharamkan yang halal dan menghalalkan yang haram, dilakukan bersama timnya 11 orang plus kontributornya 16 orang. Tim pengharaman yang halal dan penghalalan yang haram itu adalah:

a. Dr Siti Musdah Mulia, MA, Apu;
b. Drs Marzuki Wahid, MA;
c. Drs Abd Moqsith Ghazali, MA;
d. Dra Anik Farida, MA;
e. Saleh Partaonan, MA, M.Hum;
f. Drs Ahmad Suaedy,
g. Drs H Marzani Anwar, APU alumni IAIN Jogjakarta;
h. H Abdurrahman Abdullah, MA,
i. Dr KH Ahmad Mubarok, MA;
j. Drs Asep Taufik Akbar, MA. Kontributor aktif 16 orang:
k. KH Drs Husen Muhammad pengasuh PP Arjawinangun Cirebon Jabar;
l. KH Drs Afifuddin Muhajir, MA pengasuh PP Sukorejo Asembagus Situbondo Jawa Timur;
m. Drs Lies Marcoes-Natsir, MA feminis Muslim;
n. Dr H Zainun Kamal, MA dosen Pascasarjana UIN Jakarta;
o. Dr H Ahmad Luthfi dosen pascasarjana UIN Jakarta;
p. Drs Syafiq Hasyim, MA deputi direktur ICIP Jakarta;
q. Faqihuddin Abdul Qadir, MA direktur Fahmina Institute Cirebon;
r. Drs M Jadul Maula, MA direktur LkiS Jogjakarta;
s. Drs Imam Nakhai, MHI dosen Ma’had Aly Situbondo;
t. Dr Hamim Ilyas, MA dosen UIN Jogjakarta;
u. Dra Badriyah Fayumi, Lc, MA peneliti Puan Amal Hayati pimpinan Sinta Nuriyah isteri Gus Dur di Ciganjur Jakarta;
v. Drs Noer Yamin Aini, MA peneliti PPSDM UIN Jakarta;
w. Drs Umi Khusnul Khatimah, MA PP Fatayat NU;
x. Dra Mesraini MA staf pengajar UIN Jakarta;
y. Dra Ny Hindun Anisa, MA PP Krapyak Jogjakarta;
z. dan Drs Fatmah Amelia, MA dosen UIN Jogjakarta.

Mereka ini di bawah kordinator Siti Musdah Mulia mengeluarkan buku Counter Legal Draft Kompilasi Hukum Islam (KHI) dengan label Pokja Pengarusutamaan Gender Departemen Agama RI, Jakarta 2004. Isinya meresahkan umat Islam karena menghalalkan yang haram dan mengharamkan yang halal, hingga MUI berkirim surat teguran keras ke Menteri Agama Said Agil Al-Munawwar, akhirnya draf itu dicabut oleh Menag, Oktober 2004.).

19. Faqihuddin

Faqihuddin (alumni Suriah yang temannya sendiri seperti Adnin Armas heran, kenapa setelah jadi dosen STAIN Cirebon jadi nyeleneh dan menulis di Majalah Syir’ah yang isi majalah itu banyak menyesatkan)

20. Hussein Muhammad

Pengasuh Pondok Pesantren Darut Tauhid, Cirebon, memberikan pengantar untuk buku In The Name Of Sex karya Soffa Ihsan yang tak sungkan membeberkan sederet pengalaman menghirup kenikmatan sesaat bersama perempuan lain –dari yang muda hingga yang tua. Soffa Ihsan bertutur ihwal petualangannya di dunia prostitusi di kota besar hingga tempat-tempat terpencil di Sumatra. Soffa menyangsikan aturan agama dapat menyelesaikan masalah faktual, seperti pelacuran, hubungan sejenis, seks bebas, yang tak memandang kelas di masyarakat itu. Ia memandang doktrin agama tafsiran ulama klasik yang pernah dilahapnya di pesantren tidak relevan lagi dengan kenyataan yang berkembang di masyarakat. (Lihat Majalah Gatra Nomor 13 Beredar 4 Februari 2005).

Buku yang jelas-jelas membeberkan bejatnya moral diri sendiri sebagai seorang gigolo (?), masih pula menghujat Islam itu, malah diberi kata pengantar oleh Hussein Muhammad. Di samping itu rupanya orang Cirebon ini dipercaya teman-teman sepenyelenehan untuk bicara gender sampai di Malaysia.

Sekalipun Hussein Muhammad ini sudah dipercaya oleh orang JIL sampai jadi utusan ke Malaysia, namun ternyata keok di kandang sendiri di Cirebon, ketika melabrak seorang ustadz muda, Muhammad Toharo. Singkat peristiwanya, Hussein Muhammad dan Faqihuddin beserta dua rekannya datang ke seorang ustadz muda, Muhammad Toharo, di Yayasan As-Sunnah Cirebon Jawa Barat. Empat orang berpaham model JIL itu berbantah dengan Ust Toharo di rumah Toharo.

Disepakati, mereka mempercayai Kitab Tafsir Ibnu Katsir, dan akan dibaca saat itu juga. Hussein Muhammad disuruh membacanya, tafsiran Surat Al-Baqarah ayat 62 yang sering dijadikan landasan faham pluralisme agama, menyamakan semua agama. Baru membaca beberapa baris, Hussein Muhammad dicecar, Yahudi dan Nasrani yang diterima agamanya oleh Allah swt itu yang saalifah, yang telah lalu (bukan setelah datangnya Nabi Muhammad ).

Pembacaan tafsir ini tidak diteruskan sampai hadits-hadits yang menjelaskan bahwa Yahudi dan Nasrani yang sudah mendengar seruan Nabi Muhammad  dan tidak mau masuk Islam, lalu mati, maka menjadi penghuni-penghuni neraka. Akibatnya, empat orang JIL ini tidak bisa mengelak, akhirnya mengakui bahwa Yahudi dan Nasrani sekarang statusnya kafir.

Hanya saja mereka berempat masih mengelak tentang Yahudi dan Nasrani yang statusnya kafir itu masuk neraka atau tidak. Lalu Ust Toharo menegaskan, menurut Al-Qur’an, orang kafir itu masuk neraka selamanya. Percaya Al-Qur’an tidak? Bila tidak percaya maka kamu kafir, tegas Ust Toharo, awal 2005. Demikian menurut penuturan Ust Toharo ketika penulis bertemu dengannya di Bogor, menjelang Iedul Adha 1425H/ 19 Januari 2005.

21. Nasaruddin Umar

Nasaruddin Umar (orang UIN Jakarta yang menyebarkan feminisme dan dipercaya oleh orang JIL –Jaringan Islam Liberal untuk bicara Islam model mereka ke Amerika). Dia diangkat jadi pengurus structural PBNU setelah Muktamar di Donoudan Boyolali Jawa Tengah, Syawal 1425H/ November 2004, yang saat itu pesawat Lion Air tergelincir di Bandara Panasan/Adisumarmo Solo hingga di antara tokoh NU, yang duduk di DPR dan akan menghadiri muktamar itu ternyata meninggal.

Gus Dur dan Masdar Farid Mas’udi kalah telak oleh pasangan Hasyim Muzadi dan KH Sahal Mhfudz, maka Gus Dur mengancam akan membuat NU tandingan. Akibatnya, Hasyim Muzadi mengakomodasi pihak liberal model Gus Dur dan Masdar F Mas’udi, maka dimasukkanlah Nasaruddin Umar yang liberal dan feminisme itu ke jajaran kepengurusan PBNU).

22. Alwi Shihab

Alwi Shihab (tokoh di NU/ PKB, pendorong awal dan pengkampanye penyamaan semua agama, berkolaborasi dengan pejabat non Islam untuk menatar para karyawan tentang faham pluralisme agama / menyamakan semua agama di satu instansi meliputi Jawa dan Madura).

23. Quraish Shihab

Quraish Shihab mantan menteri agama 70 hari zaman Soeharto dan mantan rector IAIN Jakarta yang dikenal mengemukakan ucapan selamat natal diklaim sebagai sesuai Al-Qur’an, dan bersuara aneh tentang jilbab hingga pernah dibantah mahasiswa Indonesia di Mesir.

Quraish Shihab menulis dengan judul Selamat Natal Menurut Al-Qur’an, di buku Membumikan Al-Qur’an. Di antara isinya:

Dalam rangka interaksi sosial dan keharmonisan hubungan, Al-Quran memperkenalkan satu bentuk redaksi, dimana lawan bicara memahaminya sesuai dengan pandangan atau keyakinannya, tetapi bukan seperti yang dimaksud oleh pengucapnya. Karena, si pengucap sendiri mengucapkan dan memahami redaksi itu sesuai dengan pandangan dan keyakinannya. Salah satu contoh yang dikemukakan adalah ayat-ayat yang tercantum dalam QS 34:24-25. Kalaupun non-Muslim memahami ucapan “Selamat Natal” sesuai dengan keyakinannya, maka biarlah demikian, karena Muslim yang memahami akidahnya akan mengucapkannya sesuai dengan garis keyakinannya. Memang, kearifan dibutuhkan dalam rangka interaksi sosial.

Tidak kelirulah, dalam kacamata ini, fatwa dan larangan itu, bila ia ditujukan kepada mereka yang dikhawatirkan ternodai akidahnya. Tetapi, tidak juga salah mereka yang membolehkannya, selama pengucapnya bersikap arif bijaksana dan tetap terpelihara akidahnya, lebih-lebih jika hal tersebut merupakan tuntunan keharmonisan hubungan. (Membumikan Al-Qur’an: Fungsi dan Peran Wahyu dalam Kehidupan Masyarakat, Dr. M. Quraish Shihab, Penerbit Mizan, Cetakan 13, Rajab 1417/November 1996)

Tulisan Quraish Shihab itu walaupun berdalih ini dan itu, di antaranya untuk interaksi social dan keharmonisan, namun justru dia tidak menengok kondisi social yang umat Islam selama ini jadi incaran kristenisasi dan pemurtadan. Bahkan di masa umat Islam terkena musibah seperti di Aceh yang kena badai Tsunami Ahad 26 Desember 2004 hingga mematikan lebih dari 150-an ribu orang dan menghancurkan hampir seluruh bangunan, tetap saja kristenisasi dan pemurtadan mengintai-intai dan mencari kesempatan.

Hingga dikhabarkan 300 anak Aceh dibawa keluar oleh lembaga Kristen, yang hal itu menjadi polemik. Dengan “fatwa” seperti itu, maka ada situs yang menyebut bahwa hanya mereka yang agak rancu pikirannya saja yang memahami ayat 30-34 Surat Maryam sebagai ayat yang memerintahkan/membolehkan untuk mengucapkan selamat natal kepada orang kafir. (lihat syariahonlien.com, konsulotasi akidah, Boleh mengucapkan selamat Natal?).

24. Atho’ Mudhar

Atho’ Mudhar Kepala Badan Litbang (Penelitian dan Pengembangan) Deprtemen Agama RI yang berpendapat bahwa Masjidil Aqsho bukan di Palestina tapi di baitul makmur di langit, suatu penafsiran aneh yang berbau pro Yahudi Israel dan dikemukakan di pengajian Paramadina pimpinan Nurcholish Madjid lalu disebarkan oleh Majalah Tempo pimpinan tokoh liberal Gunawan Mohammad. Masalah itu pernah penulis kemukakan kepada Syaikh Rajab, Imam Masjidil Aqsho Palestina, 1993, beliau sangat terheran-heran, ada orang Indonesia yang seliar itu dalam menafsirkan ayat suci Al-Qur’an.

25. Azyumardi Azra

Azyumardi Azra, Rektor UIN Jakarta dan Ketua umum Yayasan Wakaf Paramadina di Jakarta menggantikan Komaruddin Hidayat. Azra termasuk penolak diterapkannya syari’at Islam namun nasibnya tak seburuk Ahmad Syafi’i Maarif, karena Azra meliuk-liuk dalam tulisan dan bicaranya dengan berlindung pada peradaban atau menisbatkan gagasannya kepada tokoh lain, hingga walau sampai sebagai pemuja demokrasi hingga dia sebut Islam kompatibel (cocok, rukun, harmonis) dengan demokrasi, namun masyarakat belum mengecamnya.

Padahal dia justru pemuja demokrasi untuk dipas-paskan dicocok-cocokkan dengan Islam seraya menolak diterapkannya syari’at Islam. Dalam tulisannya di rubrik Resonansi di Harian Republika, Azyumardi Azra mengajak Indonesia untuk meniru langkah-langkah PM Malaysia, Abdullah Badawi.

Azyumardi menulis: Bagaimana sosok Islam progresif yang dibayangkan Badawi itu? Singkatnya adalah Islam yang toleran, inklusif, modern, kompatibel dengan demokrasi dan perkembangan kontemporer. Bukan Islam yang dipahami secara harfiah, kaku, eksklusif, dan berorientasi ke masa silam.

Di situlah lihainya Azyumardi Azra, ketika ia sedang memuja demokrasi dan liberal dengan menyebut Islam yang inklusif (menganggap agama kami mungkin salah, agama orang lain mungkin benar, maka saling mengisi; ini faham liberal yang setingkat di bawah pluralisme agama yang menyamakan semua agama), dan memuja demokrasi dengan menyebut Islam yang kompatibel (cocok, rukun, harmonis) dengan demokrasi; ia sandarkan kepada orang lain yakni PM Abdullah Badawi.

Sehingga seakan-akan tulisannya itu bukanlah memuja demokrasi plus jualan faham liberal yang tak sesuai dengan Islam, dari dirinya sendiri. Kelihaian ini yang mengakibatkan Azyumardi Azra belum terkena getah cap buruk dari masyarakat, kecuali dari kalangan tertentu yang sudah mencium keliberalannya dan faham pluralisme agamanya yang dibungkus-bungkus itu. Dengan cara itu dia mendapatkan dua keuntungan, dari pihak anti Islam dia dipercaya, sedang dari pihak Islam dia tidak/belum dikecam.

Allah lah yang Maha Mengetahui, mengetahui rahasia-rahasia yang di dalam hati, sedang manusia mengetahui gejala yang nampak. Bagi yang jeli seperti Adian Husaini, sekalipun dia berada di Kuala Lumpur Malaysia, namun sempat juga melihat tikaman-tikaman Azyumardi Azra terhadap Islam, maka Adian pernah menulis khusus menyoroti artikel resonansi Azra di Republika.

Sorotan Adian itu dimuat di hidayatullah.com Jumat, 03 Desember 2004 dan dibaca di Radio Dakta Bekasi, berjudul Kebangkitan Islam atau Kebangkrutan Islam?

Tulis adian: Menurut Azyumardi Azra, Kebangkitan Islam ditandai dengan toleransi dan gagasan pluralisme. Islam gaya Timur Tengah justru ‘ancaman Islam’. Sikap cari muka terhadap Barat?

Pada tanggal 2 Desember 2004, Prof. Azyumardi Azra, Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Jakarta, menulis satu di kolom Resonansi, di Harian Republika, berjudul Memahami Kebangkitan Islam.

Kolom ini perlu kita cermati karena memuat banyak hal yang perlu diklarifikasi. Sejumlah istilah yang digunakan Azyumardi memiliki makna yang rancu dan menunjukkan kuatnya hegemoni Barat dalam kajian tentang Islam, umat Islam, dan dunia Islam.

Sehingga, ilmuwan sekaliber Prof. Azyumardi Azra (AA) harus menelan mentah-mentah istilah dan sekaligus wacana yang dijejalkan oleh Barat ke dunia Islam. Karena itu, muncul paradoks, bahwa sesuatu yang mestinya diprihatinkan, justru dibangga-banggakan. (Lihat hidayatullah.com).

Adian mencontohkan, faham pluralisme agama (menyamakan semua agama) dibanggakan Azra karena kini tumbuh di Indonesia, padahal itu seharusnya sangat harus diprihatinkan, bukan dibanggakan. Makanya, Adian sampai mengatakan, Azra telah menelan mentah-mentah pernyataan orang Israel, yang hal itu sangat disayangkan, lalu Adian mempertanyakan, apakah itu untuk menjilat Barat.

26. Said Aqil Siradj

Said Aqil Siradj, dosen pasca sarjana UIN Jakarta dan tokoh NU –Nahdlatul Ulama– yang pernah bersuara sangat aneh dan menyakiti para sahabat Nabi Muhammad bahwa orang Arab sepeninggal Nabi Muhammad  mereka murtad kecuali hanya orang-orang Arab Quraisy, itupun tidak keluarnya dari Islam bukan karena agama tapi karena suku/ kabilah.

Dengan tulisannya di makalah yang sangat menyakiti para sahabat Nabi Muhammad itu maka Aqil Siradj dikafirkan oleh belasan ulama dan ada gagasan untuk diusulkan ke almamaternya, Universitas Ummul Quro Makkah, agar gelar doktornya dicabut; namun malah Aqil Siradj menantang silahkan dicabut, sekalian gelar hajinya yang telah ia jalani belasan kali silahkan dicabut.

Lancangnya Said Aqil Siradj melontarkan tuduhan bahwa –orang Arab sepeninggal Nabi Muhammad  mereka murtad kecuali hanya orang-orang Arab Quraisy, itupun tidak keluarnya dari Islam bukan karena agama tapi karena suku/ kabilah– itu sangat jauh bila dibandingkan dengan peringatan dari Nabi Muhammad untuk berhati-hati dalam berucap mengenai pribadi para sahabat Nabi :

Diriwayatkan dari Abu Said  katanya: Di antara Khalid bin al-Walid dan Abdul Rahman bin Auf telah terjadi sesuatu, lalu Khalid mencacinya. Mendengar hal itu, Rasulullah bersabda: Janganlah kamu mencaci Sahabatku, maka sesungguhnya walaupun salah seorang dari kamu membelanjakan emas sebesar gunung Uhud sekalipun, dia tidak dapat menandingi salah seorang ataupun separuh dari mereka. (Hadits Muttafaq ‘Alaih ).

Dengan lontaran-lontaran nyeleneh seperti itu maka mereka dari jauh pun sudah tercium baunya bahwa mereka adalah orang-orang yang suaranya nyeleneh mengenai Islam. Atau kacau dalam berbicara tentang Islam. Itu belum yang secara habitat memang liberal seperti Komaruddin Hidayat bekas ketua Paramadina. Dulunya justru di barisan depan dalam menghadapi Islam, seakan berada di barisan Nasrani, ketika dia keceplosan menyinggung hal yang rawan: Kalau nanti partai Islam menang maka kalian para tokoh dan anggota gereja disembelih semua. Berita itu santer tahun 1985-an, dimuat oleh Koran Protestan, Sinar Harapan, lalu Komaruddin Hidayat khabarnya meminta maaf atas keterlanjurannya itu.

Ada pula bibit-bibit yang kini masih dalam proses kenyelenehan misalnya Pradana Boy, Sukidi, Fuad Fanani dari Muhammadiyah, dan semacamnya yang sudah tampak membela-bela kenyelenehan atau nyerempet-nyerempet ke arah kenyelenehan dengan tulisan-tulisan misalnya di milis-milis. Belum pula aktivis yang tadinya dari Majalah Panji Masyarakat (dulu pimpinan Buya Hamka kemudian dilanjutkan anaknya, Rusydi Hamka, belakangan pindah-pindah tangan, dan kini telah tiada nafas lagi) misalnya Syafi’i Anwar yang bekerjasama dengan The Asia Foundation dengan lembaganya, ICIP –International Center for Islam and Pluralism– menyuarakan suara kemusyrikan yaitu pluralisme agama. Lembaga inilah yang mendatangkan tokoh Mesir yang telah divonis sebagai orang murtad oleh Mahkamah Agung Mesir tahun 1996 karena tulisan-tulisannya yang menghujat Islam yakni Dr Nasr Hamid Abu Zayd ke Indonesia untuk ke UIN Jakarta dan lembaga-lembaga liberal lainnya, September 2004.

Orang-orang JIL pun sibuk mengikuti work shopnya, bahkan sibuk menulis dan wawancara untuk disebarkan di sana-sini. Nama Amin Abdullah rector UIN Jogjakarta dan ketua Majlis Tarjih Muhammadiyah selaku pengagum Nasr Hamid Abu Zayd karena teori hermeneutic yang diikutinya telah menganggap Al-Qur’an sebagai produk budaya itupun diwawancarai dan disebarkan, pada bulan September 2004.

Masyarakat Islam Indonesia dijejali suguhan yang dikais-kais dari otak orang yang sudah divonis murtad oleh Mahkamah Agung Mesir dengan sejumlah pelecehan terhadap Islam.

Berikut ini cuplikan artikel yang pantas disimak:

Kisah Intelektual Nasr Hamid Abu Zayd
Oleh Dr. Syamsuddin Arif
Orientalisches Seminar, Universitas Frankfurt, Jerman

Beberapa waktu lalu, sebuah workshop bertemakan kritik Wacana Agama, digelar di Jakarta.

Penyelenggaranya, Jaringan Islam Liberal (JIL) dan International Center for Islam and Pluralism (ICIP), menghadirkan Nasr Hamid Abu Zayd sebagai pembicara utama. Tulisan ini bermaksud mengkritisi sosok tokoh yang sedang tenar di Indonesia ini.

Nama Nasr Hamid Abu Zayd, intelektual asal Mesir yang ‘kabur’ ke Belanda dan kini mengajar di Universitas Leiden itu, pertama kali saya dengar dari Profesor Arif Nayed, seorang pakar hermeneutika yang pernah menjadi guru besar tamu di ISTAC, Malaysia, sekitar tujuh tahun yang lalu. Perkembangan kasusnya saya ikuti dari liputan media dan laporan jurnal.

Terus-terang saya tidak begitu tertarik oleh teori dan ide-idenya mengenai analisis wacana, kritik teks, apalagi hermeneutika. Sebabnya, saya melihat apa yang dia lontarkan kebanyakan –untuk tidak mengatakan seluruhnya– adalah gagasan-gagasan nyeleneh yang diimpor dari tradisi pemikiran dan pengalaman intelektual masyarakat Barat.

Promosi guru besar

Nasr Hamid Abu Zayd adalah orang Mesir asli, lahir di Tantra, 7 Oktober 1943. Pendidikan tinggi, dari S1 sampai S3, jurusan sastra Arab, diselesaikannya di Universitas Kairo, tempatnya mengabdi sebagai dosen sejak 1972. Namun ia pernah tinggal di Amerika selama dua tahun (1978-1980), saat memperoleh beasiswa untuk penelitian doktoralnya di Institute of Middle Eastern Studies, University of Pennsylvania, Philadelphia.

Karena itu ia menguasai bahasa Inggris lisan maupun tulisan. Ia juga pernah menjadi dosen tamu di Universitas Osaka, Jepang. Di sana ia mengajar Bahasa Arab selama empat tahun (Maret 1985-Juli 1989). Karya tulisnya yang telah diterbitkan antara lain: (1) Rasionalisme dalam Tafsir: Studi Konsep Metafor Menurut Mu’tazilah (al-Ittijah al-‘Aqliy fi-t Tafsir: Dirasah fi Mafhum al-Majaz ‘inda al-Mu’tazilah, Beirut 1982); (2) Filsafat Hermeneutika: Studi Hermeneutika al-Quran menurut Muhyiddin ibn ‘Arabi’ (Falsafat at-Ta’wil: Dirasah fi Ta’wil al-Qur’an ‘inda Muhyiddin ibn ‘Arabi, Beirut, 1983); (3) Konsep Teks: Studi Ulumul Quran (Mafhum an-Nashsh: Dirasah fi ‘Ulum al-Qur’an, Kairo, 1987); (4) Problematika Pembacaan dan Mekanisme Hermeneutik (Isykaliyyat al-Qira’ah wa Aliyyat at-Ta’wil, Kairo, 1992); (5) Kritik Wacana Agama (Naqd al-Khithab ad-Diniy, 1992); dan (6) Imam Syafi’i dan Peletakan Dasar Ideologi Tengah (al-Imam asy-Syafi’i wa Ta’sis Aidulujiyyat al-Wasathiyyah, Kairo, 1992).

Kecuali nomor satu dan dua, yang berasal dari tesis master dan doktoralnya, tulisan-tulisan Abu Zayd telah memicu kontroversi dan berbuntut panjang. Ceritanya bermula di bulan Mei 1992. Abu Zayd mengajukan promosi untuk menjadi guru besar di fakultas sastra Universitas Kairo. Beserta berkas yang diperlukan ia melampirkan semua karya tulisnya yang sudah diterbitkan. Enam bulan kemudian, 3 Desember 1992, keluar keputusannya: promosi ditolak. Abu Zayd tidak layak menjadi profesor, karya-karyanya dinilai kurang bermutu bahkan menyimpang dan merusak karena isinya melecehkan ajaran Islam, menghina Rasulullah SAW, meremehkan al-Quran, dan menghina para ulama salaf. Abu Zayd tidak bisa menerima dan protes.

Beberapa bulan kemudian, pada Jumat, 2 April 1993, Profesor Abdushshabur Syahin, yang juga salah seorang anggota tim penilai, dalam khutbahnya di Mesjid ‘Amru bin ‘Ash, menyatakan Abu Zayd murtad. Pernyataan Ustadz Syahin diikuti oleh para khatib di masjid-masjid pada Jumat berikutnya. Mesir pun heboh. Harian al-Liwa’ al-Islami dalam editorialnya 15 April 1993 mendesak pihak Universitas Kairo agar Abu Zayd segera dipecat karena dikhawatirkan akan meracuni para mahasiswa dengan pikiran-pikirannya yang sesat dan menyesatkan.

Pada 10 Juni 1993 sejumlah pengacara, dipimpin oleh M Samida Abdushshamad, memperkarakan Abu Zayd ke pengadilan Giza. Pengadilan membatalkan tuntutan mereka pada 27 Januari 1994. Namun di tingkat banding tuntutan mereka dikabulkan. Pada 14 Juni 1995, dua minggu setelah Universitas Kairo mengeluarkan surat pengangkatannya sebagai profesor, keputusan Mahkamah al-Isti’naf Kairo menyatakan Abu Zayd telah keluar dari Islam alias murtad dan, karena itu, perkawinannya dibatalkan. Ia diharuskan bercerai dari istrinya (Dr Ebtehal Yunis), karena seorang yang murtad tidak boleh menikahi wanita muslimah. Abu Zayd mengajukan banding.

Ulama al-azhar

Sementara itu, Fron Ulama al-Azhar yang beranggotakan 2.000 orang, meminta pemerintah turun tangan: Abu Zayd mesti disuruh bertaubat atau—kalau yang bersangkutan tidak mau—ia harus dikenakan hukuman mati. Tidak lama kemudian, 23 Juli 1995, bersama istrinya, Abu Zayd terbang pergi ke Madrid, Spanyol, sebelum akhirnya menetap di Leiden, Belanda, sejak 2 Oktober 1995 sampai sekarang. Mahkamah Agung Mesir pada 5 Agustus 1996 mengeluarkan keputusan yang sama:

Abu Zayd dinyatakan murtad dan perkawinannya dibatalkan. Dalam putusan tersebut, kesalahan-kesalahan Abu Zayd disimpulkan sebagai berikut:

Pertama, berpendapat dan mengatakan bahwa perkara-perkara gaib yang disebut dalam al-Quran seperti ‘arasy, malaikat, setan, jin, surga, dan neraka adalah mitos belaka.

Kedua, berpendapat dan mengatakan bahwa al-Quran adalah produk budaya (muntaj tsaqafi), dan karenanya mengingkari status azali al-Quran sebagai Kalamullah yang telah ada dalam al-Lawh al-Mahfuz.

Ketiga, berpendapat dan mengatakan bahwa al-Quran adalah teks linguistik (nashsh lughawi). Ini sama dengan mengatakan bahwa Rasulullah  telah berdusta dalam menyampaikan wahyu dan al-Quran adalah karangan beliau.

Keempat, berpendapat dan mengatakan bahwa ilmu-ilmu al-Quran adalah tradisi reaksioner serta berpendapat dan mengatakan bahwa syariah adalah faktor penyebab kemunduran umat Islam.

Kelima, berpendapat dan mengatakan bahwa iman kepada perkara-perkara gaib merupakan indikator akal yang larut dalam mitos.

Keenam, berpendapat dan mengatakan bahwa Islam adalah agama Arab, dan karenanya mengingkari statusnya sebagai agama universal bagi seluruh umat manusia.

Ketujuh, berpendapat dan mengatakan bahwa teks al-Quran yang ada merupa kan versi Quraisy dan itu sengaja demi mempertahankan supremasi suku Quraisy.

Kedelapan, mengingkari otentisitas Sunnah Rasulullah .

Kesembilan, mengingkari dan mengajak orang keluar dari otoritas Teks-teks agama.

Kesepuluh, berpendapat dan mengatakan bahwa patuh dan tunduk kepada teks-teks agama adalah salah satu bentuk perbudakan.

Reaksi pro dan kontra bermunculan, dari kalangan intelektual maupun aktivis HAM. Pelbagai media di Barat kontan mengecam keputusan tersebut seraya memihak dan membela Abu Zayd. Mereka menuduh Abu Zayd telah dizalimi dan ditindas, bahwa hak asasinya dirampas, bahwa kebebasan berpendapat dan berekspresi telah dipasung. The Middle East Studies Association of North America, misalnya, melalui Komite Kebebasan Akademis melayangkan surat keprihatinan kepada Presiden Mesir, Husni Mubarak. Namun keputusan tersebut sudah final, tidak dapat diganggu-gugat dan tidak dapat dicabut lagi.

Di Belanda Abu Zayd justru mendapat sambutan hangat dan diperlakukan istimewa. Rijksuniversiteit Leiden langsung merekrutnya sebagai dosen sejak kedatangannya (1995) sampai sekarang. Ia bahkan diberi kesempatan dan kehormatan untuk menduduki the Cleveringa Chair in Law Responsibility, Freedom of Religion and Conscience, kursi profesor prestisius di universitas itu. Tidak lama kemudian, Institute of Advanced Studies (Wissenschaftskolleg) Berlin mengangkatnya sebagai Bucerius/ZEIT Fellow untuk proyek Hermeneutika Yahudi dan Islam.

Pihak Amerika tidak mau ketinggalan. Pada 8 Juni 2002, the Franklin and Eleanor Roosevelt Institute menganugrahkan The Freedom of Worship Medal_ kepada Abu Zayd. Lembaga ini menyanjung Abu Zayd terutama karena pikiran-pikiranya yang dinilai ‘berani’ dan ‘bebas’ (courageous independence of thought) serta sikapnya yang apresiatif terhadap tradisi falsafah dan agama Kristen, modernisme dan humanisme Eropa.

Di Indonesia, Abu Zayd diundang dan disambut meriah. Gagasan-gagasannya diadopsi dan dipropagandakan secara besar-besaran, buku-bukunya diterjemahkan, lokakarya dan seminar digelar. Prof Dr M Amin Abdullah dari IAIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta, dalam sebuah wawancara dengan JIL, mengaku cukup tertarik dengan karya-karya Abu Zayd seperti Naqd al-Khithab ad-Dini yang dinilainya cocok untuk dibahas (diajarkan?) di lingkungan IAIN atau PTAI (Perguruan Tinggi Agama Islam). Ia dan cendekiawan lainnya di Tanah Air tampaknya lupa atau sengaja menganggap sepi keputusan Mahkamah Agung Mesir, menganggap keputusan tersebut berlatarbelakang politik, dan karenanya tidak valid secara akademis.

Padahal, keputusan hukum tersebut diambil berdasarkan fakta-fakta dan hasil kesimpulan penelitian tim dan saksi ahli yang pakar di bidangnya. Jadi keputusan tersebut sah dan mengikat (valid and binding) baik secara hukum maupun secara akademis. Lebih jauh dari itu, karena dicapai melalui prosedur ilmiah, musyawarah dan kesepakatan para ahli (ulama) di bidangnya, maka keputusan tersebut sesungguhnya merupakan ijma’, bukan lagi pendapat pribadi. Dan itu diperkuat dengan pernyataan sikap ulama yang tergabung dalam Jabhat Ulama al-Azhar.

Sumber: http://www.voa-islam.com

Orang Yahudi Seperti Anjing

Oleh: Ahmad Salimin Dani

 

“Dan bacakanlah kepada mereka berita orang yang telah Kami berikan kepadanya ayat-ayat Kami (pengetahuan tentang isi Al Kitab), kemudian dia melepaskan diri daripada ayat-ayat itu lalu dia diikuti oleh syaitan (sampai dia tergoda), maka jadilah dia termasuk orang-orang yang sesat. (175) Dan kalau Kami menghendaki, sesungguhnya Kami tinggikan (derajat) nya dengan ayat-ayat itu, tetapi dia cenderung kepada dunia dan menurutkan hawa nafsunya yang rendah, maka perumpamaannya seperti anjing jika kamu menghalaunya diulurkannya lidahnya dan jika kamu membiarkannya dia mengulurkan lidahnya (juga). Demikian itulah perumpamaan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami. Maka ceritakanlah (kepada mereka) kisah-kisah itu agar mereka berfikir.(176) Amat buruklah perumpamaan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami dan kepada diri mereka sendirilah mereka berbuat zalim.(177)” (QS. Al A’raf 175-177)

Mufradat al Lughowiyah

\ واتل عليهم نبــأ Wat-lu ‘alaihim naba-a : Bacakanlah pada mereka, tentang orang-orang Yahudi yang telah diberikan Al Kitab (Taurat)

\ فانسلخ منها  Pan Salakho min-haa : Lalu mereka lari melepaskan diri dari hukum Taurat, seperti lepasnya kulit ular dari badanya. Memang ini kissa Bal’am bin Bauraa yang sangat dekat  dengan nabi Musa. Lalu karena kecintaanya pada dunia, Bal’am murtad karena dia mau diperalat Fir’aun memusuhi Musa, lalu kedekatannya kepada Musa berbalik seperti Air dan minyak. Sebagai mana dikatakan Abu Su’ud.

\ فأ تبعه الشيطان Fat-ba’ahusy-syaitoon : Lalu Syaiton menyertai Bal’am

\ فكان من الغاوينFakaana minal-ghoowiin : Lalu Bal’am bin Bauraa menjadi sesat, padahal sewaktu dekat dengan nabi Musa, ia termasuk orang yang soleh.

\ و لو شئنا لـرفعناه بها  Walau Syi’naa larafa’naahu Bihaa : Dan sekiranya Kami menghendaki, sesungguhnya Kami tinggikan derajatnya menjadi Ulama bani Israil

\ أخلد الى الآرض Akhlada ilal-ardli : Tetapi Bal’am cinta dunia, gila harta dan dia menuhankan jabatan.

\ واتبع هواهWat-taba’a hawaa-hu : Dan Bal’am salalu mengikuti kehendak nafsunya, dari itu ia termasuk orang yang hina.

\ فمثله  كمثل الكل Fa Masaluhu kamatsali kalbi : Maka Allah jadikan perumpamaan kehidupan tokoh Yahudi seperti Bal’am, Allah perumpamakan sipatnya seperti anjing.

\ ان تحمل عليه يلهثIn Tahmilu ‘alaihi yal-has :  jika kamu menghalaunya diulurkannya lidahnya dan jika kamu membiarkannya dia mengulurkan pula  lidahnya. yang di maksud seperti Anjing yang mengeluarkan lidahnya adalah ayat tasbih, artinya orang yahudi itu sipatnya seperti anjing yang sedang kelaparan, kita beri makan atau tidak, mereka tetap saja buas dan tidak simpatik.

 

\ ذالك مثل الذين كذّبوا بآياتنا Dzaalika  mitslul-ladziina kadz-dzabuu bi-aayaatinaa : yang demikian itu, perumpamaan seperti Anjing adalah perumpamaan bagi orang-orang yang hidupnya mendustakan atau menyelisih dari ayat-ayat Allah, setelah mereka mengambil janjinya kepada Allah dan juga kepada manusia.

\ فاقصصل قصص لعلهم يتفكّرونPaq-susil Qosos la’alahum Yatafak-karuun :  Maka ceritakanlah kepada mereka kisah-kisah kaum Yahudi yang durhaka kepada Allah itu,  agar mereka orang-orang yang sekarang berfikir

\ ســاء مثل القوم الذين كذّبوا بآياتنا  Saa-a matsalal-qaumilladzii-nakadz-dzabuu biayaatinaa : Amat buruklah perumpamaan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat kami

 

Bal’am Ulama yahudi

Ayat diatas menceritakan tentang Bal’am bin Bauraa, seorang ulama Yahudi yang sesat, dia adalah pembesar Bani Israil yang hidup semasa nabi Musa, bal’am orang yang terpandang, karena dia seorang ulama yang cerdik dan pandai. Kedudukannya sebagai rahib Yahudi yang menguasai isi kandungan kitab Taurat membuat bal’am disegani dikalangan bani Israil dan juga pengikut Fir’aun. Keberanian Musa menentang berbagai kejahatan dan kemusyrikan yang dilakukan Fir’aun dan para pengikutnya membuat bal’am popularitasnya tersisi, apalagi dia tahu hubungan Musa sebagai anak angkat fir’aun.

Musa semakin dikenal dikalangan bani israil. Dan keberpihakan musa yang membela bani Israil dari kedzoliman Fir’aun menjadi gondamkeretakan hubungan Musa dan keluarga Fir’aun, hingga ahirnya nabi Musa diburu dan lari mengembara, keberanian Musa menentang Firaun bagaikan petir disiang hari yang menyambar istana Fir’aun, dari itu Fir’aun mengumpulkan tukang-tukang sihirnya untuk membela diri atas kekalahannya. Dan dalam dialog ketuhanan dengan Musa. Fir’aun lagi-lagi kalah dan dipermalukan di muka umum, karena tukang-tukan g sihirnya menyatakan beriman kepda Allah dihadapan Musa. Fir’aum marah, lalu menghukum tukang-tukang sihir yang telah beriman dengan cara menyalibnya.

Firaun kehabisan akal menghadapi anak angkatnya, ahirnya dicarilah ahli kitab yang mau menghentikan da’wah nabi Musa. Hingga ahirnya Fir’aun menggunakan ketokohan Bal’am sebagai Rohib bani Israil untuk memerangi Musa. Bal’am bin Bauraa yang cinta dunia, gila harta dan jabatan, bersedia diajak Fir’aun menghadapi Musa. Bal’am diperalat untuk membungkam dan merebut keturunan bani israil dengan cara diberikan jabatan dan harta. Fir’aun sangat dekat dengan Bal’am, lebih-lebih lagi setelah nabi Musa secara terbuka menentangnya sebagai Tuhan, dengan menggunakan Bal’am berusaha memecah belah bani Israil, dan membunuh Musa. Bal’am mati dalam keadaan kufur, keimanannya kepada Allah dan kitab Taurat lepas tak berbekas, lepasnya iman dari Bal’am bagaikan kulit ular yang terlepas dari ular yang megganti kulitnya. Dari keturunan Bal’am inilah lahir keturunan bani israil yang terkutuk.

Pembangkangan bani Israel terhadap hukum-hukum Allah membuat kita ingin mengetahui lebih banyak mengenai bangsa Yahudi… Korak-korek ke sana ke mari terkumpullah bahan bahasan yang dapat kita renungkan.
Siapakah bangsa Yahudi ?
Menurut studi sejarah yang didasarkan penggalian arkeologi dan lembaran-lembaran kitab suci, awal bangsa Yahudi erat hubungannya dengan kisah nabi Ibrahim AS yang ditengarai terjadi kurang lebih 3800 tahun yang lalu atau 1800 tahun SM.

Tafsir Al-Qur’an menunjukkan bahwa Ibrahim (Abraham) alaihissalam, diperkirakan tinggal di daerah Palestina yang dikenal saat ini sebagai Al-Khalil (Hebron), tinggal di sana bersama Nabi Luth (Lot) (QS, 21:69-71). Putra nabi Ibrahim adalah nabi Ismail dan nabi Ishak kemudian putra nabi Ishak adalah nabi Jakub. 12 putra nabi Yakub ini yang kemudian dikenal sebagai 12 suku Israel.
Putra bungsu nabi Yakub alaihissalam adalah nabi Yusuf alaihissalam, setelah diceburkan dalam sumur di tengah padang pasir oleh kakak-kakaknya, lalu di selamatkan oleh para pedagang dan menjualnya kepada raja Mesir Abdul aziz kemudian diangkat anak dan mewarisi tahta menjadi kepala bendahara di Mesir. Karena itu ayahnya nabi Yakub, serta kakak-kakaknya menyusul nabi Yusuf alaihissalam ke Mesir dan hidup damai di sana sampai suatu hari Firaun yang berkuasa memperbudak keturunan mereka yang dikenal dengan bani Israel.

Karena kekejaman Firaun yang tak terkira terhadap bani Israel, Allah SWT telah mengirim nabi Musa (Moses) alaihissalam masa itu, dan memerintahkannya untuk membawa bani Israel keluar dari Mesir. Musa dan kaumnya meninggalkan Mesir, dengan pertolongan mukjizat Allah, sekitar tahun 1250 SM. Mereka tinggal di Semenanjung Sinai dan timur Kanaan. Dalam Al-Qur’an, Musa memerintahkan Bani Israel untuk memasuki Kanaan, (Qur’an, 5:21).

Setelah nabi Musa alaihissalam, bangsa Israel tetap berdiam di Kanaan (Palestina). Menurut ahli sejarah, Daud (David) menjadi raja Israel dan membangun sebuah kerajaan berpengaruh. Selama pemerintahan putranya Sulaiman (Solomon), batas-batas Israel diperluas dari Sungai Nil di Selatan hingga sungai Eufrat di negara Siria sekarang di utara.

Ini adalah sebuah masa gemilang bagi kerajaan Israel dalam banyak bidang, terutama arsitektur. Di Yerusalem, Sulaiman membangun sebuah istana yang luar biasa. Setelah wafatnya, Allah mengutus banyak lagi nabi kepada Bani Israel meskipun dalam banyak hal mereka tidak mendengarkan mereka dan mengkhianati Allah.

Setelah kematin Sulaiman, kerajaan yahudi terbelah di utara Israel dengan ibukota Samarria dan Di Selatan Juda dengan ibukota Yerrusalem. Dengan berlalunya waktu Suku yahudi jatuh di bawah Assyurriea dan Babilon atau pergi ke Mesir sebagai pelarian. Ketika raja Perrsia Kyros 539 SM mengizinkan orang Yahudi kembali dari pelarian mereka, banyak orang Yahudi yang tidak kembali, di sinilah mulainya Diaspora.  63 SM Juda dan Israel jatuh ke tangan orang Romawi dan tahun 70 berhasil menghancurkan pemberontakan Yerusalem dan menghancurkan tempat ibadah biara dan Juda.

Awal terbentuknya Israel

Setelah itu kehidupan orang Yahudi hanya ada dalam pelarian dan pengejaran, mereka umumnya hidup berasimilasi, baru di kekalifahan Usman, orang Yahudi dapat merasakan kehidupan yang damai dengan membayar pajak perlindungan. Akhir abad ke 19, ditunjang oleh Jewish Colonization Assocation Baron Hirsch, Yahudi dari Eropa Timur berreimigrasi ke Argentina dan membentuk Kolonialisme pertanian, untuk kembali ke Palestina. Ini dimulai tahun 1881.

Tanun 1798 Napoleon berpendapat bahwa bangsa Yahudi bisa diperalat bagi tujuan-tujuan Perancis di Timur Tengah. Wilayah itu secara resmi  di bawah Khilafah Usmaniyah.

Tahun 1831, untuk mendukung strategi “devide et impera” Perancis mendukung gerakan nasionalisme Arab, yakni Muhammad Ali di Mesir dan Pasya Basyir di Libanon. Khilafah mulai lemah dirongrong oleh semangat nasionalisme Arab yang menular begitu cepat di tanah Arab.

Tahun 1835 Sekelompok Yahudi membeli tanah di Palestina, lalu mendirikan sekolah Yahudi pertama di sana. Sponsornya adalah milyuder Yahudi di Inggris, Sir Moshe Monteveury, anggota Free Masonry. Ini adalah pertama kalinya sekolah berkurikulum asing di wilayah Khilafah Usmaniyah.

Tahun 1838 Inggris membuka konsulat di Yerusalem yang merupakan perwakilan Eropa pertama di Palestina. Tujuannya untuk mempermudah penempatan kaum yahudi yang yang akan berimigran secara bergerombol.

Tahun 1849 Kampanye mendorong imigrasi orang Yahudi ke Palestina. Pada masa itu tahun 1838 jumlah Yahudi di Palestina baru sekitar 12.000 orang. Pada tahun 1948 jumlahnya menjadi 716.700 dan pada tahun 1964 sudah hampir 3 juta orang. Dan Imigrasi besar-besaran orang Yahudi ke Palestina berselubung agama, simpatisan  dan alasan kemanusiaan bagi penderitaan Yahudi di Eropa saat itu.

Tahun 1891 Para penduduk Palestina mengirim petisi ke Khalifah, menuntut dilarangnya imigrasi besar-besaran ras Yahudi ke Palestina. Sayang saat itu khilafah sudah “sakit-sakitan” (dijuluki “the sick man at Bosporus). Dekadensi pemikiran meluas, walau Sultan Abdul Hamid sempat membuat terobosan dengan memodernisir infrastruktur, termasuk memasang jalur kereta api dari Damaskus ke Madinah via Palestina! Sayang, sebelum selesai, Sultan Abdul Hamid dipecat oleh Syaikhul Islam (Hakim Agung) yang telah dipegaruhi oleh Inggris. Perang Dunia I meletus, dan jalur kereta tersebut dihancurkan.

Tahun 1897 Theodore Herzl menggelar kongres Zionis sedunia di Basel Swiss. Peserta Kongres I Zionis mengeluarkan resolusi, yang isinya: Bahwa umat Yahudi tidaklah sekedar umat beragama, namun adalah bangsa dengan tekad bulat untuk hidup secara berbangsa dan bernegara. Dalam resolusi itu, kaum zionis menuntut tanah air bagi umat Yahudi – walaupun secara rahasia – pada “tanah yang bersejarah bagi mereka”. Sebelumnya Inggris hampir menjanjikan “tanah protektorat Uganda atau di Amerika Latin” ! Di kongres itu, Herzl menyebut, Zionisme adalah jawaban bagi “diskriminasi dan penindasan” atas umat Yahudi yang telah berlangsung ratusan tahun. Pergerakan ini mengenang kembali bahwa nasib umat Yahudi hanya bisa diselesaikan di tangan umat Yahudi sendiri. Di depan kongres, Herzl berkata, “Dalam 50 tahun akan ada negara Yahudi !” Apa yang direncanakan Herzl menjadi kenyataan pada tahun 1948.

Tahun 1896 Theodor Herzl kelahiran Budapest membuat Negara Yahudi. Tujuannya untuk membuat negara untuk orang Yahudi di Palestina, didukung oleh uang hasil sumbangan dari seluruh orang Yahudi di dunia. Herzl ini juga dikenal pendiri zionisme, yang juga tidak disetujui oleh orang Yahudinya sendiri.

Tahun 1916 Perjanjian rahasia Sykes – Picot oleh sekutu (Inggris, Perancis, Rusia) dibuat saat meletusnya Perang Dunia (PD) I, untuk mencengkeram wilayah-wilayah Arab dan Khalifah Utsmaniyah dan membagi-bagi di antara mereka. PD I berakhir dengan kemenangan sekutu, dan Inggris mendapat tugas mengontrol wilayah Palestina. Dan di Perang Dunia I ini, Yahudi Jerman berkomplot dengan Sekutu untuk tujuan mereka sendiri (memiliki pengaruh atau kekuasaan yang lebih besar). Sehingga Jerman dan ustmaniayah kalah perang.

Tahun 1917 Menlu Inggris keturunan Yahudi, Arthur James Balfour, dalam deklarasi Balfour memberitahu pemimpin Zionis Inggris, Lord Rothschild, bahwa Inggris akan memperkokoh pemukiman Yahudi di Palestina dalam membantu pembentukan tanah air Yahudi. Lima tahun kemudian Liga Bangsa-bangsa (cikal bakal PBB) memberi mandat kepada Inggris untuk menguasai Palestina.

Tahun 1938 Nazi Jerman menganggap bahwa pengkhianatan Yahudi Jerman adalah biang keladi kekalahan mereka pada PD I yang telah menghancurkan ekonomi Jerman. Maka mereka perlu “penyelesaian terakhir” (endivsung). Ratusan ribu keturunan Yahudi dikirim ke kamp konsentrasi atau lari ke luar negeri (terutama ke AS). Sebenarnya ada etnis lain serta kaum intelektual yang berbeda politik dengan Nazi yang bernasib sama, namun setelah PD II Yahudi lebih berhasil menjual ceritanya karena menguasai banyak surat kabar atau kantor-kantor berita di dunia.

Tahun 1914 Di Palestina hidup 1200 orang Yahudi. Setelah kekalahan kekalifahan Usman di perang dunia ke-1, Palestina menjadi bola permainan para penguasa. Para Zionis ada di sisi Inggris dan Amerika.

Tahun 1917 Tanggal 2 November mentri luar negri Inggris Lord Balfour menandatangani Deklarasi Balfour untuk membangun negara yahudi. Sebulan kemudian masuklah tentara Inggris ke Yerusalem.

Tahun 1920 Gabungan Negara-negara menyerahkan mandat Palestina ke Inggris. Akibatnya datanglah 75.000 lagi orang Yahudi ke Palestina. Negara-negara Arab tidak menyetujui didirikannya negar Yahudi di Palestina.

Tahun 1922 Transjordania dipisahkan dari daerah mandat. Sebagai perwakilan orang Yahudi dibuatlah Jewish Agency. Di tahun ini hidup kurang lebih 80.000 orang Yahudi di Palestina

Tahun 1933 Di Jerman dimulailah pengejaran secara sistematis orang Yahudi.

Tahun 1936 Masyarakat Arab menentang politik masuknya orang Yahudi ke Palestina, tapi orang Yahudi dibantu oleh tentara Inggris.

Tahun 1937 Sesudah pemerintah Mandat membatasi imigrasi dan pembelian tanah oleh orang Yahudi, timbullah ketegangan yang dilakukan oleh organisasi bawah tanah Yahudi terhadap orang Inggris.

Tahun 1939 Pendidikan sebuah brigade Yahudi untuk memasukkan orang Yahudi ke Palestina

Tahun 1945 Komisi Inggris Amerika menganjurkan penerimaan 100.000 orang Yahudi di Palestina, tapi kemudian ditolak oleh Inggris sehingga menyebabkan kerusuhan di antara Yahudi – Palestina.

Tahun 1947 UNO menganjurkan pemisahan Palestina dan pembentukan negara Yahudi dan Arab. Perang antara Yahudi dan Arab menghindarkan dilanjutkannya rencana itu.

Tahun 1948 Inggris mengakhiri Mandatnya atas Palestina dan tanggal 14 Mei meninggalkan Palestina. Dan pada waktu yang sama berdiri Negara Israel. Tentara Yahudi dari berbagai negara yang hidup berasimilasi berkumpul untuk memasuki Palestina dan mengusir orang Palestina yang didukung oleh negara-negara Arab. Di hari yang sama Ben Gurion menyerukan kemerdekaan Israel di kota yang dibentuk mereka, Tel Aviv, dan dalam hitungan jam pendirian Negara Zionis Israel ini mendapat pengakuan dari AS dan Uni soviet, sehingga kemudian menyebabkan meletus perang hari pertama Timur Tengah.

Kelahiran Israel pada 14 Mei 1948 telah menginisiasi konflik berkepanjangan antara Arab dengan Israel. Konflik bersenjata pertama antara Arab dengan Israel terjadi beberapa hari sesudah diproklamasikannya kemerdekaan Israel. Pada saat itu, Israel belum memiliki angkatan bersenjata yang resmi, dan hanya mengandalkan organisasi paramiliter seperti Haganah, Irgun, Palmach yang berjuang tanpa komando dari berbagai penjuru negara. Sementara bangsa Arab di Palestina juga mengandalkan organisasi paramiliter Futuwa dan Najjada. Namun setelah itu, bangsa Arab didukung oleh negara-negara Arab disekitar Israel seperti Irak, Yordania dan Mesir untuk mendukung perlawanan Arab terhadap Israel.

Di tengah-tengah peperangan, organisasi paramiliter Israel dilebur menjadi sebuah angkatan bersenjata yang disebut dengan Israeli Defense Forces, sehingga mereka memiliki kekuatan militer yang lebih terkomando dan rapi. Peperangan 1948 atau yang dikenal dengan nama Al Nakba dimenangkan oleh Israel, setelah selama lebih dari satu tahun bertempur. Berakhirnya perang Al Nakba ini ditandai dengan dibuatnya perjanjian perdamaian antara Israel dengan negara-negara Arab disekitarnya pada bulan Juli 1949. Dan pada tahun itu pula, eksistensi Israel sebagai negara ditegaskan dengan diterimanya Israel sebagai anggota PBB. Perang 1948 telah memunculkan persoalan pengungsi Palestina yang terusir dari kediamannya di Palestina. Sekitar 750.000 warga Palestina terpaksa menjadi pengungsi dan mencari perlindungan di negara-negara Arab.

Konflik bersenjata Arab dan Israel tidak berhenti di tahun 1949. Selama 17 tahun, ketegangan antara negara-negara Arab dan Israel masih terus terjadi, khususnya dari Presiden Mesir pada saat itu, yaitu Gamal Abdul Nasser. Dirinya seringkali mengeluarkan pernyataan-pernyataan yang berisikan tentang keinginannya untuk menghancurkan Israel. Pada tahun 1967, terjadi konflik berikutnya antara Arab dan Israel. Israel yang telah mengerahkan kekuatan intelijennya ke seluruh wilayah negara-negara Arab, telah berhasil menghimpun informasi berkaitan dengan rencana negara-negara Arab untuk menyerang Israel. Tepatnya pada tanggal 5 Juni 1957, Israel melancarkan serangan pertamanya ke Mesir, yang dikhususkan ke pangkalan udara militer yang menjadi basis kekuatan Mesir dan selama 5 (lima) hari kemudian, Israel terus melancarkan serangan-serangannya ke negara-negara Arab yang berbatasan langsung dengan Israel seperti Yordania, Suriah, dan Lebanon. Perang yang dikenal juga dengan Six-Days War ini kembali dimenangkan oleh Israel, dan tidak hanya itu, Israel berhasil merebut wilayah Gaza dan Semenanjung Sinai dari Mesir, Jerusalem Timur dan Tepi Barat dari Yordania, dan Dataran Tinggi Golan (Golan Heights) dari Suriah. Secara faktual, aliansi kekuatan militer negara-negara Arab jauh lebih besar dibandingkan dengan Israel. Namun Israel berhasil memenangkan peperangan dan berhasil mengubah peta geopolitik di kawasan Timur Tengah. Perang 1967 lagi-lagi menghasilkan problem pengungsi. Sekitar 250.000 penduduk Palestina menjadi bagian dari gelombang kedua pengungsi Palestina, dan bergabung bersama penduduk Palestina lain yang telah berada di pengungsian.

Kekalahan negara-negara Arab dalam Six-Days War tidak membuat konflik antara Arab dengan Israel berakhir. Pada tahun 1973, tepat sebelum peringatan hari Yom Kippur oleh Yahudi, kembali terjadi konflik bersenjata antara Arab dengan Israel. Yom Kippur War menjadi puncak konflik bersenjata antara Arab dan Israel. Dalam perang ini, Bangsa Arab berhasil membalas kekalahannya dari Israel. Serbuan negara-negara Arab berhasil melumpuhkan Israel, meski Israel tidak dikalahkan secara telak. Perang ini berhasil memaksa Israel untuk mengembalikan Semenanjung Sinai dan Gaza kepada Mesir melalui sebuah perjanjian perdamaian pada tahun 1979. Sampai pada titik ini, belum ada entitas Palestina yang menjadi representasi perlawanan bangsa Arab yang berada di Palestina. Palestine Liberation Organization (PLO) memang telah dibentuk pada tahun 1964 oleh Liga Arab, tetapi statusnya sebagai representasi masyarakat Palestina baru ditegaskan pada tahun 1974.

Kehadiran PLO sebagai representasi resmi bagi rakyat Palestina telah membuat perjuangan Palestina semakin terkontrol, dan memudahkan Palestina untuk ikut serta dalam konferensi-konferensi internasional, karena status PLO sebagai gerakan pembebasan nasional yang diakui sebagai salah satu subyek hukum internasional. Meski telah memiliki organisasi yang resmi, masyarakat Palestina di tataran akar rumput tetap melancarkan perjuangannya secara otonom. Salah satu buktinya, rakyat Palestina melakukan perlawanan terhadap Israel atau yang dikenal dengan “Intifada”. Perlawanan ini dilatarbelakangi oleh kekecewaan rakyat Palestina terhadap bangsa Arab yang tidak lagi berjuang bersama-sama mereka, lalu PLO yang belum bisa menunjukkan posisinya sebagai representasi dari rakyat Palestina, dan juga tindakan represif dari Israel melalui pembunuhan-pembunuhan terhadap tokoh Palestina, penghancuran properti milik warga Palestina, dan juga pemindahan penduduk secara paksa (deportasi). Salah satu ciri khas Intifada di Palestina adalah pelemparan batu yang dilakukan oleh rakyat Palestina terhadap angkatan bersenjata Israel. Lahirnya Intifada pertama di Palestina, dan juga kematian Abu Jihad, telah menginspirasi beberapa pemimpin Palestina untuk memproklamasikan berdirinya negara Palestina pada tahun 1988. Semenjak tahun 1988, istilah “Palestina” untuk menggambarkan sebuah negara mulai dikenal. Meski pada tahun-tahun selanjutnya, PLO tetap menjadi representasi Palestina untuk berjuang di forum internasional, karena status Palestina sebagai negara belum diakui secara internasional.

Setelah terbentuknya PLO dan dideklarasikannya negara Palestina, sejumlah konferensi perdamaian antara Palestina dan Israel mulai marak dilakukan oleh negara-negara besar, seperti AS dan Russia. Konferensi perdamaian paling awal adalah Madrid Conference yang dilaksanakan pada tahun 1991, yang kemudian dilanjutkan dengan Oslo Accords pada tahun 1993. Oslo Accords menjadi salah satu tahapan penting dalam kronik perdamaian Palestina-Israel, karena memuat rencana-rencana perdamaian dan pembentukan negara Palestina. Bahkan dengan adanya Oslo Accords, Intifada yang telah berlangsung selama 5 tahun dapat dihentikan. Namun seiring terbunuhnya Yitzhak Rabin yang berperan penting dalam Oslo Accords, kesepatakan tersebut kembali mentah dan tidak dapat diimplementasikan. Setelah Oslo Accords, masih ada Hebron Agreement dan juga Wye River Memorandum yang tidak menghasilkan apapun bagi proses perdamaian Palestina dan Israel.

Pada tahun 2000, AS kembali berusaha untuk membuka jalan bagi kemungkinan perdamaian antara Palestina dan Israel. Pertemuan antara Bill Clinton, Ehud Barak, dan Yasser Arafat di Camp David, AS, kembali tidak menghasilkan kesepakatan apapun. Pada tahun ini pula, Intifada jilid ke-2 kembali muncul di masyarakat Palestina. Pasca Camp David Summit, masih ada upaya perdamaian melalui Beirut Summit yang diprakarsai oleh Arab Peace Initiative, dan juga proposal Peta Jalan atau Road Map for Peace yang diusulkan oleh Quartet on Middle East yang terdiri dari AS, Rusia, PBB, dan Uni Eropa (UE). Dan sama seperti upaya-upaya perdamaian sebelumnya, kedua pertemuan itu tidak berhasil mendamaikan Palestina dan Israel.

Pada tahun 2007, di masa-masa akhir pemerintahan George W. Bush, Quartet on Middle East ditambah dengan partisipasi dari Mesir, mengadakan konferensi untuk kembali membicarakan perdamaian antara Palestina dan Israel di Annapolis. Untuk pertama kalinya dalam kronik sejarah proses perdamaian Palestina dan Israel, solusi dua negara disebutkan secara eksplisit dalam proses konferensi. Dengan diterimanya solusi dua negara dalam Annapolis Conference, maka telah terjadi perubahan dalam platform politik yang telah lama dianut oleh Palestina dan Israel. Meski demikian, hasil dari Annapolis Conference masih belum bisa diimplementasikan karena semakin rumitnya konflik yang terjadi di wilayah Palestina-Israel.

Setelah memahami permasalahan watak tabiat yahudi dan kondisi umat islam Palestina, maka kita harus mensosialisasikan pemahaman ini kepada seluruh umat Islam. Masih banyak umat Islam yang belum memahami kondisi dan permasalahan Palestina. Hal ini terjadi karena banyak sebab, di antaranya faktor lemahnya keimanan dan problematika yang dihadapi oleh umat Islam itu sendiri di seluruh dunia, sehingga yang unggul propaganda Zionis yang selalu menyudutkan um at Islam. Oleh karena itu setiap individu yang mengaku muslim harus memberikan pengertian pada umat Islam yang lain di seluruh dunia bahwa masalah Palestina adalah masalah utama umat Islam, dan masa depan umat akan sangat terkait dengan perjuangannya melawan kedzoliman bangsa Yahudi, teruitama terhadap umat Islam Palestina. Di Palestina ada Al-Masjid Al-Aqsa kiblat pertama umat Islam yang sedang terancam. Bahwa Rasulullah saw. memimpin shalat berjama’ah yang diikuti oleh para nabi dan rasul pada peristiwa Isra’ yang merupakan pewarisan tanah Palestina pada umat Islam. Bahwa Umar bin Khattab r.a. menerima penyerahan kunci langsung Kota Palestina (Al-Quds).

(av/voa-islam)

http://voa-islam.com