Orang Yahudi Seperti Anjing

Oleh: Ahmad Salimin Dani

 

“Dan bacakanlah kepada mereka berita orang yang telah Kami berikan kepadanya ayat-ayat Kami (pengetahuan tentang isi Al Kitab), kemudian dia melepaskan diri daripada ayat-ayat itu lalu dia diikuti oleh syaitan (sampai dia tergoda), maka jadilah dia termasuk orang-orang yang sesat. (175) Dan kalau Kami menghendaki, sesungguhnya Kami tinggikan (derajat) nya dengan ayat-ayat itu, tetapi dia cenderung kepada dunia dan menurutkan hawa nafsunya yang rendah, maka perumpamaannya seperti anjing jika kamu menghalaunya diulurkannya lidahnya dan jika kamu membiarkannya dia mengulurkan lidahnya (juga). Demikian itulah perumpamaan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami. Maka ceritakanlah (kepada mereka) kisah-kisah itu agar mereka berfikir.(176) Amat buruklah perumpamaan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami dan kepada diri mereka sendirilah mereka berbuat zalim.(177)” (QS. Al A’raf 175-177)

Mufradat al Lughowiyah

\ واتل عليهم نبــأ Wat-lu ‘alaihim naba-a : Bacakanlah pada mereka, tentang orang-orang Yahudi yang telah diberikan Al Kitab (Taurat)

\ فانسلخ منها  Pan Salakho min-haa : Lalu mereka lari melepaskan diri dari hukum Taurat, seperti lepasnya kulit ular dari badanya. Memang ini kissa Bal’am bin Bauraa yang sangat dekat  dengan nabi Musa. Lalu karena kecintaanya pada dunia, Bal’am murtad karena dia mau diperalat Fir’aun memusuhi Musa, lalu kedekatannya kepada Musa berbalik seperti Air dan minyak. Sebagai mana dikatakan Abu Su’ud.

\ فأ تبعه الشيطان Fat-ba’ahusy-syaitoon : Lalu Syaiton menyertai Bal’am

\ فكان من الغاوينFakaana minal-ghoowiin : Lalu Bal’am bin Bauraa menjadi sesat, padahal sewaktu dekat dengan nabi Musa, ia termasuk orang yang soleh.

\ و لو شئنا لـرفعناه بها  Walau Syi’naa larafa’naahu Bihaa : Dan sekiranya Kami menghendaki, sesungguhnya Kami tinggikan derajatnya menjadi Ulama bani Israil

\ أخلد الى الآرض Akhlada ilal-ardli : Tetapi Bal’am cinta dunia, gila harta dan dia menuhankan jabatan.

\ واتبع هواهWat-taba’a hawaa-hu : Dan Bal’am salalu mengikuti kehendak nafsunya, dari itu ia termasuk orang yang hina.

\ فمثله  كمثل الكل Fa Masaluhu kamatsali kalbi : Maka Allah jadikan perumpamaan kehidupan tokoh Yahudi seperti Bal’am, Allah perumpamakan sipatnya seperti anjing.

\ ان تحمل عليه يلهثIn Tahmilu ‘alaihi yal-has :  jika kamu menghalaunya diulurkannya lidahnya dan jika kamu membiarkannya dia mengulurkan pula  lidahnya. yang di maksud seperti Anjing yang mengeluarkan lidahnya adalah ayat tasbih, artinya orang yahudi itu sipatnya seperti anjing yang sedang kelaparan, kita beri makan atau tidak, mereka tetap saja buas dan tidak simpatik.

 

\ ذالك مثل الذين كذّبوا بآياتنا Dzaalika  mitslul-ladziina kadz-dzabuu bi-aayaatinaa : yang demikian itu, perumpamaan seperti Anjing adalah perumpamaan bagi orang-orang yang hidupnya mendustakan atau menyelisih dari ayat-ayat Allah, setelah mereka mengambil janjinya kepada Allah dan juga kepada manusia.

\ فاقصصل قصص لعلهم يتفكّرونPaq-susil Qosos la’alahum Yatafak-karuun :  Maka ceritakanlah kepada mereka kisah-kisah kaum Yahudi yang durhaka kepada Allah itu,  agar mereka orang-orang yang sekarang berfikir

\ ســاء مثل القوم الذين كذّبوا بآياتنا  Saa-a matsalal-qaumilladzii-nakadz-dzabuu biayaatinaa : Amat buruklah perumpamaan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat kami

 

Bal’am Ulama yahudi

Ayat diatas menceritakan tentang Bal’am bin Bauraa, seorang ulama Yahudi yang sesat, dia adalah pembesar Bani Israil yang hidup semasa nabi Musa, bal’am orang yang terpandang, karena dia seorang ulama yang cerdik dan pandai. Kedudukannya sebagai rahib Yahudi yang menguasai isi kandungan kitab Taurat membuat bal’am disegani dikalangan bani Israil dan juga pengikut Fir’aun. Keberanian Musa menentang berbagai kejahatan dan kemusyrikan yang dilakukan Fir’aun dan para pengikutnya membuat bal’am popularitasnya tersisi, apalagi dia tahu hubungan Musa sebagai anak angkat fir’aun.

Musa semakin dikenal dikalangan bani israil. Dan keberpihakan musa yang membela bani Israil dari kedzoliman Fir’aun menjadi gondamkeretakan hubungan Musa dan keluarga Fir’aun, hingga ahirnya nabi Musa diburu dan lari mengembara, keberanian Musa menentang Firaun bagaikan petir disiang hari yang menyambar istana Fir’aun, dari itu Fir’aun mengumpulkan tukang-tukang sihirnya untuk membela diri atas kekalahannya. Dan dalam dialog ketuhanan dengan Musa. Fir’aun lagi-lagi kalah dan dipermalukan di muka umum, karena tukang-tukan g sihirnya menyatakan beriman kepda Allah dihadapan Musa. Fir’aum marah, lalu menghukum tukang-tukang sihir yang telah beriman dengan cara menyalibnya.

Firaun kehabisan akal menghadapi anak angkatnya, ahirnya dicarilah ahli kitab yang mau menghentikan da’wah nabi Musa. Hingga ahirnya Fir’aun menggunakan ketokohan Bal’am sebagai Rohib bani Israil untuk memerangi Musa. Bal’am bin Bauraa yang cinta dunia, gila harta dan jabatan, bersedia diajak Fir’aun menghadapi Musa. Bal’am diperalat untuk membungkam dan merebut keturunan bani israil dengan cara diberikan jabatan dan harta. Fir’aun sangat dekat dengan Bal’am, lebih-lebih lagi setelah nabi Musa secara terbuka menentangnya sebagai Tuhan, dengan menggunakan Bal’am berusaha memecah belah bani Israil, dan membunuh Musa. Bal’am mati dalam keadaan kufur, keimanannya kepada Allah dan kitab Taurat lepas tak berbekas, lepasnya iman dari Bal’am bagaikan kulit ular yang terlepas dari ular yang megganti kulitnya. Dari keturunan Bal’am inilah lahir keturunan bani israil yang terkutuk.

Pembangkangan bani Israel terhadap hukum-hukum Allah membuat kita ingin mengetahui lebih banyak mengenai bangsa Yahudi… Korak-korek ke sana ke mari terkumpullah bahan bahasan yang dapat kita renungkan.
Siapakah bangsa Yahudi ?
Menurut studi sejarah yang didasarkan penggalian arkeologi dan lembaran-lembaran kitab suci, awal bangsa Yahudi erat hubungannya dengan kisah nabi Ibrahim AS yang ditengarai terjadi kurang lebih 3800 tahun yang lalu atau 1800 tahun SM.

Tafsir Al-Qur’an menunjukkan bahwa Ibrahim (Abraham) alaihissalam, diperkirakan tinggal di daerah Palestina yang dikenal saat ini sebagai Al-Khalil (Hebron), tinggal di sana bersama Nabi Luth (Lot) (QS, 21:69-71). Putra nabi Ibrahim adalah nabi Ismail dan nabi Ishak kemudian putra nabi Ishak adalah nabi Jakub. 12 putra nabi Yakub ini yang kemudian dikenal sebagai 12 suku Israel.
Putra bungsu nabi Yakub alaihissalam adalah nabi Yusuf alaihissalam, setelah diceburkan dalam sumur di tengah padang pasir oleh kakak-kakaknya, lalu di selamatkan oleh para pedagang dan menjualnya kepada raja Mesir Abdul aziz kemudian diangkat anak dan mewarisi tahta menjadi kepala bendahara di Mesir. Karena itu ayahnya nabi Yakub, serta kakak-kakaknya menyusul nabi Yusuf alaihissalam ke Mesir dan hidup damai di sana sampai suatu hari Firaun yang berkuasa memperbudak keturunan mereka yang dikenal dengan bani Israel.

Karena kekejaman Firaun yang tak terkira terhadap bani Israel, Allah SWT telah mengirim nabi Musa (Moses) alaihissalam masa itu, dan memerintahkannya untuk membawa bani Israel keluar dari Mesir. Musa dan kaumnya meninggalkan Mesir, dengan pertolongan mukjizat Allah, sekitar tahun 1250 SM. Mereka tinggal di Semenanjung Sinai dan timur Kanaan. Dalam Al-Qur’an, Musa memerintahkan Bani Israel untuk memasuki Kanaan, (Qur’an, 5:21).

Setelah nabi Musa alaihissalam, bangsa Israel tetap berdiam di Kanaan (Palestina). Menurut ahli sejarah, Daud (David) menjadi raja Israel dan membangun sebuah kerajaan berpengaruh. Selama pemerintahan putranya Sulaiman (Solomon), batas-batas Israel diperluas dari Sungai Nil di Selatan hingga sungai Eufrat di negara Siria sekarang di utara.

Ini adalah sebuah masa gemilang bagi kerajaan Israel dalam banyak bidang, terutama arsitektur. Di Yerusalem, Sulaiman membangun sebuah istana yang luar biasa. Setelah wafatnya, Allah mengutus banyak lagi nabi kepada Bani Israel meskipun dalam banyak hal mereka tidak mendengarkan mereka dan mengkhianati Allah.

Setelah kematin Sulaiman, kerajaan yahudi terbelah di utara Israel dengan ibukota Samarria dan Di Selatan Juda dengan ibukota Yerrusalem. Dengan berlalunya waktu Suku yahudi jatuh di bawah Assyurriea dan Babilon atau pergi ke Mesir sebagai pelarian. Ketika raja Perrsia Kyros 539 SM mengizinkan orang Yahudi kembali dari pelarian mereka, banyak orang Yahudi yang tidak kembali, di sinilah mulainya Diaspora.  63 SM Juda dan Israel jatuh ke tangan orang Romawi dan tahun 70 berhasil menghancurkan pemberontakan Yerusalem dan menghancurkan tempat ibadah biara dan Juda.

Awal terbentuknya Israel

Setelah itu kehidupan orang Yahudi hanya ada dalam pelarian dan pengejaran, mereka umumnya hidup berasimilasi, baru di kekalifahan Usman, orang Yahudi dapat merasakan kehidupan yang damai dengan membayar pajak perlindungan. Akhir abad ke 19, ditunjang oleh Jewish Colonization Assocation Baron Hirsch, Yahudi dari Eropa Timur berreimigrasi ke Argentina dan membentuk Kolonialisme pertanian, untuk kembali ke Palestina. Ini dimulai tahun 1881.

Tanun 1798 Napoleon berpendapat bahwa bangsa Yahudi bisa diperalat bagi tujuan-tujuan Perancis di Timur Tengah. Wilayah itu secara resmi  di bawah Khilafah Usmaniyah.

Tahun 1831, untuk mendukung strategi “devide et impera” Perancis mendukung gerakan nasionalisme Arab, yakni Muhammad Ali di Mesir dan Pasya Basyir di Libanon. Khilafah mulai lemah dirongrong oleh semangat nasionalisme Arab yang menular begitu cepat di tanah Arab.

Tahun 1835 Sekelompok Yahudi membeli tanah di Palestina, lalu mendirikan sekolah Yahudi pertama di sana. Sponsornya adalah milyuder Yahudi di Inggris, Sir Moshe Monteveury, anggota Free Masonry. Ini adalah pertama kalinya sekolah berkurikulum asing di wilayah Khilafah Usmaniyah.

Tahun 1838 Inggris membuka konsulat di Yerusalem yang merupakan perwakilan Eropa pertama di Palestina. Tujuannya untuk mempermudah penempatan kaum yahudi yang yang akan berimigran secara bergerombol.

Tahun 1849 Kampanye mendorong imigrasi orang Yahudi ke Palestina. Pada masa itu tahun 1838 jumlah Yahudi di Palestina baru sekitar 12.000 orang. Pada tahun 1948 jumlahnya menjadi 716.700 dan pada tahun 1964 sudah hampir 3 juta orang. Dan Imigrasi besar-besaran orang Yahudi ke Palestina berselubung agama, simpatisan  dan alasan kemanusiaan bagi penderitaan Yahudi di Eropa saat itu.

Tahun 1891 Para penduduk Palestina mengirim petisi ke Khalifah, menuntut dilarangnya imigrasi besar-besaran ras Yahudi ke Palestina. Sayang saat itu khilafah sudah “sakit-sakitan” (dijuluki “the sick man at Bosporus). Dekadensi pemikiran meluas, walau Sultan Abdul Hamid sempat membuat terobosan dengan memodernisir infrastruktur, termasuk memasang jalur kereta api dari Damaskus ke Madinah via Palestina! Sayang, sebelum selesai, Sultan Abdul Hamid dipecat oleh Syaikhul Islam (Hakim Agung) yang telah dipegaruhi oleh Inggris. Perang Dunia I meletus, dan jalur kereta tersebut dihancurkan.

Tahun 1897 Theodore Herzl menggelar kongres Zionis sedunia di Basel Swiss. Peserta Kongres I Zionis mengeluarkan resolusi, yang isinya: Bahwa umat Yahudi tidaklah sekedar umat beragama, namun adalah bangsa dengan tekad bulat untuk hidup secara berbangsa dan bernegara. Dalam resolusi itu, kaum zionis menuntut tanah air bagi umat Yahudi – walaupun secara rahasia – pada “tanah yang bersejarah bagi mereka”. Sebelumnya Inggris hampir menjanjikan “tanah protektorat Uganda atau di Amerika Latin” ! Di kongres itu, Herzl menyebut, Zionisme adalah jawaban bagi “diskriminasi dan penindasan” atas umat Yahudi yang telah berlangsung ratusan tahun. Pergerakan ini mengenang kembali bahwa nasib umat Yahudi hanya bisa diselesaikan di tangan umat Yahudi sendiri. Di depan kongres, Herzl berkata, “Dalam 50 tahun akan ada negara Yahudi !” Apa yang direncanakan Herzl menjadi kenyataan pada tahun 1948.

Tahun 1896 Theodor Herzl kelahiran Budapest membuat Negara Yahudi. Tujuannya untuk membuat negara untuk orang Yahudi di Palestina, didukung oleh uang hasil sumbangan dari seluruh orang Yahudi di dunia. Herzl ini juga dikenal pendiri zionisme, yang juga tidak disetujui oleh orang Yahudinya sendiri.

Tahun 1916 Perjanjian rahasia Sykes – Picot oleh sekutu (Inggris, Perancis, Rusia) dibuat saat meletusnya Perang Dunia (PD) I, untuk mencengkeram wilayah-wilayah Arab dan Khalifah Utsmaniyah dan membagi-bagi di antara mereka. PD I berakhir dengan kemenangan sekutu, dan Inggris mendapat tugas mengontrol wilayah Palestina. Dan di Perang Dunia I ini, Yahudi Jerman berkomplot dengan Sekutu untuk tujuan mereka sendiri (memiliki pengaruh atau kekuasaan yang lebih besar). Sehingga Jerman dan ustmaniayah kalah perang.

Tahun 1917 Menlu Inggris keturunan Yahudi, Arthur James Balfour, dalam deklarasi Balfour memberitahu pemimpin Zionis Inggris, Lord Rothschild, bahwa Inggris akan memperkokoh pemukiman Yahudi di Palestina dalam membantu pembentukan tanah air Yahudi. Lima tahun kemudian Liga Bangsa-bangsa (cikal bakal PBB) memberi mandat kepada Inggris untuk menguasai Palestina.

Tahun 1938 Nazi Jerman menganggap bahwa pengkhianatan Yahudi Jerman adalah biang keladi kekalahan mereka pada PD I yang telah menghancurkan ekonomi Jerman. Maka mereka perlu “penyelesaian terakhir” (endivsung). Ratusan ribu keturunan Yahudi dikirim ke kamp konsentrasi atau lari ke luar negeri (terutama ke AS). Sebenarnya ada etnis lain serta kaum intelektual yang berbeda politik dengan Nazi yang bernasib sama, namun setelah PD II Yahudi lebih berhasil menjual ceritanya karena menguasai banyak surat kabar atau kantor-kantor berita di dunia.

Tahun 1914 Di Palestina hidup 1200 orang Yahudi. Setelah kekalahan kekalifahan Usman di perang dunia ke-1, Palestina menjadi bola permainan para penguasa. Para Zionis ada di sisi Inggris dan Amerika.

Tahun 1917 Tanggal 2 November mentri luar negri Inggris Lord Balfour menandatangani Deklarasi Balfour untuk membangun negara yahudi. Sebulan kemudian masuklah tentara Inggris ke Yerusalem.

Tahun 1920 Gabungan Negara-negara menyerahkan mandat Palestina ke Inggris. Akibatnya datanglah 75.000 lagi orang Yahudi ke Palestina. Negara-negara Arab tidak menyetujui didirikannya negar Yahudi di Palestina.

Tahun 1922 Transjordania dipisahkan dari daerah mandat. Sebagai perwakilan orang Yahudi dibuatlah Jewish Agency. Di tahun ini hidup kurang lebih 80.000 orang Yahudi di Palestina

Tahun 1933 Di Jerman dimulailah pengejaran secara sistematis orang Yahudi.

Tahun 1936 Masyarakat Arab menentang politik masuknya orang Yahudi ke Palestina, tapi orang Yahudi dibantu oleh tentara Inggris.

Tahun 1937 Sesudah pemerintah Mandat membatasi imigrasi dan pembelian tanah oleh orang Yahudi, timbullah ketegangan yang dilakukan oleh organisasi bawah tanah Yahudi terhadap orang Inggris.

Tahun 1939 Pendidikan sebuah brigade Yahudi untuk memasukkan orang Yahudi ke Palestina

Tahun 1945 Komisi Inggris Amerika menganjurkan penerimaan 100.000 orang Yahudi di Palestina, tapi kemudian ditolak oleh Inggris sehingga menyebabkan kerusuhan di antara Yahudi – Palestina.

Tahun 1947 UNO menganjurkan pemisahan Palestina dan pembentukan negara Yahudi dan Arab. Perang antara Yahudi dan Arab menghindarkan dilanjutkannya rencana itu.

Tahun 1948 Inggris mengakhiri Mandatnya atas Palestina dan tanggal 14 Mei meninggalkan Palestina. Dan pada waktu yang sama berdiri Negara Israel. Tentara Yahudi dari berbagai negara yang hidup berasimilasi berkumpul untuk memasuki Palestina dan mengusir orang Palestina yang didukung oleh negara-negara Arab. Di hari yang sama Ben Gurion menyerukan kemerdekaan Israel di kota yang dibentuk mereka, Tel Aviv, dan dalam hitungan jam pendirian Negara Zionis Israel ini mendapat pengakuan dari AS dan Uni soviet, sehingga kemudian menyebabkan meletus perang hari pertama Timur Tengah.

Kelahiran Israel pada 14 Mei 1948 telah menginisiasi konflik berkepanjangan antara Arab dengan Israel. Konflik bersenjata pertama antara Arab dengan Israel terjadi beberapa hari sesudah diproklamasikannya kemerdekaan Israel. Pada saat itu, Israel belum memiliki angkatan bersenjata yang resmi, dan hanya mengandalkan organisasi paramiliter seperti Haganah, Irgun, Palmach yang berjuang tanpa komando dari berbagai penjuru negara. Sementara bangsa Arab di Palestina juga mengandalkan organisasi paramiliter Futuwa dan Najjada. Namun setelah itu, bangsa Arab didukung oleh negara-negara Arab disekitar Israel seperti Irak, Yordania dan Mesir untuk mendukung perlawanan Arab terhadap Israel.

Di tengah-tengah peperangan, organisasi paramiliter Israel dilebur menjadi sebuah angkatan bersenjata yang disebut dengan Israeli Defense Forces, sehingga mereka memiliki kekuatan militer yang lebih terkomando dan rapi. Peperangan 1948 atau yang dikenal dengan nama Al Nakba dimenangkan oleh Israel, setelah selama lebih dari satu tahun bertempur. Berakhirnya perang Al Nakba ini ditandai dengan dibuatnya perjanjian perdamaian antara Israel dengan negara-negara Arab disekitarnya pada bulan Juli 1949. Dan pada tahun itu pula, eksistensi Israel sebagai negara ditegaskan dengan diterimanya Israel sebagai anggota PBB. Perang 1948 telah memunculkan persoalan pengungsi Palestina yang terusir dari kediamannya di Palestina. Sekitar 750.000 warga Palestina terpaksa menjadi pengungsi dan mencari perlindungan di negara-negara Arab.

Konflik bersenjata Arab dan Israel tidak berhenti di tahun 1949. Selama 17 tahun, ketegangan antara negara-negara Arab dan Israel masih terus terjadi, khususnya dari Presiden Mesir pada saat itu, yaitu Gamal Abdul Nasser. Dirinya seringkali mengeluarkan pernyataan-pernyataan yang berisikan tentang keinginannya untuk menghancurkan Israel. Pada tahun 1967, terjadi konflik berikutnya antara Arab dan Israel. Israel yang telah mengerahkan kekuatan intelijennya ke seluruh wilayah negara-negara Arab, telah berhasil menghimpun informasi berkaitan dengan rencana negara-negara Arab untuk menyerang Israel. Tepatnya pada tanggal 5 Juni 1957, Israel melancarkan serangan pertamanya ke Mesir, yang dikhususkan ke pangkalan udara militer yang menjadi basis kekuatan Mesir dan selama 5 (lima) hari kemudian, Israel terus melancarkan serangan-serangannya ke negara-negara Arab yang berbatasan langsung dengan Israel seperti Yordania, Suriah, dan Lebanon. Perang yang dikenal juga dengan Six-Days War ini kembali dimenangkan oleh Israel, dan tidak hanya itu, Israel berhasil merebut wilayah Gaza dan Semenanjung Sinai dari Mesir, Jerusalem Timur dan Tepi Barat dari Yordania, dan Dataran Tinggi Golan (Golan Heights) dari Suriah. Secara faktual, aliansi kekuatan militer negara-negara Arab jauh lebih besar dibandingkan dengan Israel. Namun Israel berhasil memenangkan peperangan dan berhasil mengubah peta geopolitik di kawasan Timur Tengah. Perang 1967 lagi-lagi menghasilkan problem pengungsi. Sekitar 250.000 penduduk Palestina menjadi bagian dari gelombang kedua pengungsi Palestina, dan bergabung bersama penduduk Palestina lain yang telah berada di pengungsian.

Kekalahan negara-negara Arab dalam Six-Days War tidak membuat konflik antara Arab dengan Israel berakhir. Pada tahun 1973, tepat sebelum peringatan hari Yom Kippur oleh Yahudi, kembali terjadi konflik bersenjata antara Arab dengan Israel. Yom Kippur War menjadi puncak konflik bersenjata antara Arab dan Israel. Dalam perang ini, Bangsa Arab berhasil membalas kekalahannya dari Israel. Serbuan negara-negara Arab berhasil melumpuhkan Israel, meski Israel tidak dikalahkan secara telak. Perang ini berhasil memaksa Israel untuk mengembalikan Semenanjung Sinai dan Gaza kepada Mesir melalui sebuah perjanjian perdamaian pada tahun 1979. Sampai pada titik ini, belum ada entitas Palestina yang menjadi representasi perlawanan bangsa Arab yang berada di Palestina. Palestine Liberation Organization (PLO) memang telah dibentuk pada tahun 1964 oleh Liga Arab, tetapi statusnya sebagai representasi masyarakat Palestina baru ditegaskan pada tahun 1974.

Kehadiran PLO sebagai representasi resmi bagi rakyat Palestina telah membuat perjuangan Palestina semakin terkontrol, dan memudahkan Palestina untuk ikut serta dalam konferensi-konferensi internasional, karena status PLO sebagai gerakan pembebasan nasional yang diakui sebagai salah satu subyek hukum internasional. Meski telah memiliki organisasi yang resmi, masyarakat Palestina di tataran akar rumput tetap melancarkan perjuangannya secara otonom. Salah satu buktinya, rakyat Palestina melakukan perlawanan terhadap Israel atau yang dikenal dengan “Intifada”. Perlawanan ini dilatarbelakangi oleh kekecewaan rakyat Palestina terhadap bangsa Arab yang tidak lagi berjuang bersama-sama mereka, lalu PLO yang belum bisa menunjukkan posisinya sebagai representasi dari rakyat Palestina, dan juga tindakan represif dari Israel melalui pembunuhan-pembunuhan terhadap tokoh Palestina, penghancuran properti milik warga Palestina, dan juga pemindahan penduduk secara paksa (deportasi). Salah satu ciri khas Intifada di Palestina adalah pelemparan batu yang dilakukan oleh rakyat Palestina terhadap angkatan bersenjata Israel. Lahirnya Intifada pertama di Palestina, dan juga kematian Abu Jihad, telah menginspirasi beberapa pemimpin Palestina untuk memproklamasikan berdirinya negara Palestina pada tahun 1988. Semenjak tahun 1988, istilah “Palestina” untuk menggambarkan sebuah negara mulai dikenal. Meski pada tahun-tahun selanjutnya, PLO tetap menjadi representasi Palestina untuk berjuang di forum internasional, karena status Palestina sebagai negara belum diakui secara internasional.

Setelah terbentuknya PLO dan dideklarasikannya negara Palestina, sejumlah konferensi perdamaian antara Palestina dan Israel mulai marak dilakukan oleh negara-negara besar, seperti AS dan Russia. Konferensi perdamaian paling awal adalah Madrid Conference yang dilaksanakan pada tahun 1991, yang kemudian dilanjutkan dengan Oslo Accords pada tahun 1993. Oslo Accords menjadi salah satu tahapan penting dalam kronik perdamaian Palestina-Israel, karena memuat rencana-rencana perdamaian dan pembentukan negara Palestina. Bahkan dengan adanya Oslo Accords, Intifada yang telah berlangsung selama 5 tahun dapat dihentikan. Namun seiring terbunuhnya Yitzhak Rabin yang berperan penting dalam Oslo Accords, kesepatakan tersebut kembali mentah dan tidak dapat diimplementasikan. Setelah Oslo Accords, masih ada Hebron Agreement dan juga Wye River Memorandum yang tidak menghasilkan apapun bagi proses perdamaian Palestina dan Israel.

Pada tahun 2000, AS kembali berusaha untuk membuka jalan bagi kemungkinan perdamaian antara Palestina dan Israel. Pertemuan antara Bill Clinton, Ehud Barak, dan Yasser Arafat di Camp David, AS, kembali tidak menghasilkan kesepakatan apapun. Pada tahun ini pula, Intifada jilid ke-2 kembali muncul di masyarakat Palestina. Pasca Camp David Summit, masih ada upaya perdamaian melalui Beirut Summit yang diprakarsai oleh Arab Peace Initiative, dan juga proposal Peta Jalan atau Road Map for Peace yang diusulkan oleh Quartet on Middle East yang terdiri dari AS, Rusia, PBB, dan Uni Eropa (UE). Dan sama seperti upaya-upaya perdamaian sebelumnya, kedua pertemuan itu tidak berhasil mendamaikan Palestina dan Israel.

Pada tahun 2007, di masa-masa akhir pemerintahan George W. Bush, Quartet on Middle East ditambah dengan partisipasi dari Mesir, mengadakan konferensi untuk kembali membicarakan perdamaian antara Palestina dan Israel di Annapolis. Untuk pertama kalinya dalam kronik sejarah proses perdamaian Palestina dan Israel, solusi dua negara disebutkan secara eksplisit dalam proses konferensi. Dengan diterimanya solusi dua negara dalam Annapolis Conference, maka telah terjadi perubahan dalam platform politik yang telah lama dianut oleh Palestina dan Israel. Meski demikian, hasil dari Annapolis Conference masih belum bisa diimplementasikan karena semakin rumitnya konflik yang terjadi di wilayah Palestina-Israel.

Setelah memahami permasalahan watak tabiat yahudi dan kondisi umat islam Palestina, maka kita harus mensosialisasikan pemahaman ini kepada seluruh umat Islam. Masih banyak umat Islam yang belum memahami kondisi dan permasalahan Palestina. Hal ini terjadi karena banyak sebab, di antaranya faktor lemahnya keimanan dan problematika yang dihadapi oleh umat Islam itu sendiri di seluruh dunia, sehingga yang unggul propaganda Zionis yang selalu menyudutkan um at Islam. Oleh karena itu setiap individu yang mengaku muslim harus memberikan pengertian pada umat Islam yang lain di seluruh dunia bahwa masalah Palestina adalah masalah utama umat Islam, dan masa depan umat akan sangat terkait dengan perjuangannya melawan kedzoliman bangsa Yahudi, teruitama terhadap umat Islam Palestina. Di Palestina ada Al-Masjid Al-Aqsa kiblat pertama umat Islam yang sedang terancam. Bahwa Rasulullah saw. memimpin shalat berjama’ah yang diikuti oleh para nabi dan rasul pada peristiwa Isra’ yang merupakan pewarisan tanah Palestina pada umat Islam. Bahwa Umar bin Khattab r.a. menerima penyerahan kunci langsung Kota Palestina (Al-Quds).

(av/voa-islam)

http://voa-islam.com