Di Rennes-le-Château yang berada di wilayah Languedoc, sejak lama berdiri sebuah gereja kecil yang dipersembahkan kepada Maria Magdalena. Konon, gereja ini sudah ada sejak zaman Visigoth di abad ke-6 Masehi.
Beberapa mil di tenggara Rennes-le-Château, berdiri sebuah puncak gunung yang dikenal sebagai Bézu. Di puncaknya, berserakan puing-puing benteng abad pertengahan. Di lokasi tersebut pernah berdiri salah satu kuil Ksatria Templar yang menyelamatkan diri dari kejaran pasukan Phillipe le Bel dan Paus Clement V.

Satu mil ke timur laut, pada puncak lainnya berdiri sisa-sisa puri Blanchefort, sebuah rumah leluhur Bertrand de Blanchefort, Grand Master ke-4 Ksatria Templar. Sejak dahulu, daerah itu sudah menjadi rute perjalanan para peziarah yang terbentang dari Eropa Timur hingga Santiago de Compastela di Spanyol. Sebuah wilayah yang dipenuhi aroma mistis, legenda, mitos, dan juga bau darah. Para peziarah Eropa Utara dan Timur sejak dulu selalu melalui wilayah ini sebelum mereka berlayar menuju Jaffa, kota pelabuhan di tanah Palestina, setelah melintasi Laut Tengah melewati perairan utara Tunisia, Pulau Sardinia dan Sisilia di selatan Itali, dan Malta, menuju Kota Suci Yerusalem.

Kisah tentang desa kecil nan misterius ini berawal dari kedatangan Pastur Francois Bérenger Sauniére (1852-1917). Sauniere (33) berasal dari Desa Montazels, dekat Rennes le Château.